15 Sekolah DKI Ditutup Gegara Covid, Kota Bekasi Terapkan PTM 50 Persen

* 404 Kasus Omicron Dirawat di Wisma Atlet

283 view
15 Sekolah DKI Ditutup Gegara Covid, Kota Bekasi Terapkan PTM 50 Persen
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Sebanyak 15 sekolah di DKI Jakarta ditutup sementara setelah ditemukan kasus positif Covid-19. Dari 15 sekolah yang ditutup itu, 3 sekolah sudah diizinkan kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Dari 15 itu, ada 3 sekolah yang sudah mulai pembelajaran tatap muka kembali, yaitu SMA 71, SMK Asisi, sama SMK Malaka," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radjagah, saat dihubungi, Senin (17/1).

Taga menuturkan, ketiga sekolah itu sudah ditutup selama 5 hari. Akhirnya, dibolehkan melaksanakan PTM karena tak ada temuan kasus berdasarkan hasil penelusuran kontak erat.

"Karena hasil tes kontak eratnya semuanya negatif," ucapnya.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat, total ada 19 siswa dan guru yang positif Covid-19 dan masih menjalani masa pemulihan. Kendati demikian, para siswa yang terpapar Covid tetap dibolehkan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kalau dia mau belajar dilayani, kan ada yang nggak bergejala, ada yang bergejalanya pusing atau apa, kita layani, wali kelas layani," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melaporkan sejumlah sekolah ditutup lantaran muncul kasus aktif Covid-19. Dia mengatakan, berdasarkan catatannya, ada 19 kasus Covid-19 ditemukan di 15 sekolah.

"PTM (pembelajaran tatap muka) itu totalnya ada 19 kasus, sekarang jadi 15 sekolah. Terakhir 11 sekolah, sekarang meningkat jadi 15 sekolah. Terakhir 12 kasus, sekarang jadi 19 kasus," kata Riza kepada wartawan di Masjid Darussalam, Jakarta Selatan, Minggu (16/1).

Riza melanjutkan, ke-19 kasus itu terdiri dari 16 siswa dan 3 guru yang terkonfirmasi positif Covid-19. Meski begitu, dia memastikan PTM tetap dilanjutkan di sekolah yang tak ada temuan kasus Covid-19.

Terapkan
Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dalam kapasitas 50 persen. Kebijakan tersebut diterapkan dari TK hingga SMP.

"Sekarang masih 50 persen, seperti semester ganjil kemarin," ujar Kadisdik Kota Bekasi Inayatullah saat ditemui di SMAN 1 Kota Bekasi, Senin (17/1).

Kenaikan kasus Covid-19 menjadi salah satu alasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menerapkan PTM 50 persen. Nantinya setiap pekan Pemkot Bekasi akan melakukan evaluasi.

"Karena situasi kasus konfirmasi Covid-19 kita naik. Jadi kita tetap menjaga itu kesehatan, walaupun kita kondisi kita sudah siap 100 persen," ucapnya.

"Jadi kebijakan kita dari Pak Plt Wali Kota jadi masih 50 persen dan ini sudah surat edarannya, tinggal kita tindak lanjuti dan itu akan dievaluasi tiap minggu," imbuh dia.

Inayatullah menuturkan Pemkot Bekasi akan menerapkan PTM 100 persen jika mendapat hasil baik dalam evaluasi. Ia menambahkan, secara kapasitas Pemerintah Kota Bekasi sudah siap melakukan PTM 100 persen.

"Jadi kita tetap menjaga itu kesehatan, walaupun kita kondisi kita sudah siap 100 persen, kalau perkembangannya bagus, kita bisa 100 persen dan sekarang ini semuanya belum bisa melaksanakan 100 persen," tuturnya.

Saat ini, kasus Covid-19 di Kota Bekasi terkonfirmasi mencapai 86.362 sejak Maret 2019. Sedangkan kasus aktif per Senin (17/1) tercatat ada 123 kasus.

Luar Negeri
Terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan ada 123 ribu kedatangan dari luar negeri ke Indonesia di awal tahun ini. Hampir 4.000 orang tercatat positif Covid-19.

"Dari 123.313 kedatangan internasional melalui Soekarno-Hatta selama 1-15 Januari 2022, ditemukan 3.923 kasus positif, dan 567 kasus Omicron," kata Muhadjir, Senin (17/1).

Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi tingkat menteri terkait evaluasi pengendalian Covid-19 pada masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2021/2022 di Gedung Kemenko PMK, Jakarta.

Dia menyebut, tren kenaikan Covid-19 saat Nataru terbilang fluktuatif. Namun, dengan adanya penerapan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi, hal tersebut dapat dikendalikan.

"Tren kenaikan kasus positif Covid-19 pada masa Nataru bersifat fluktuatif tetapi secara umum dapat dikendalikan dengan baik. Telah terjadi keterpaduan penanganan di samping pengendalian Covid-19, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, serta vaksinasi jadi terpadu dengan baik," sambungnya.

Dia menyebut bahwa pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan antisipasi lonjakan kasus Omicron dari luar negeri ataupun transmisi lokal. Menurutnya, perlu langkah-langkah lanjutan.

"Untuk menangani peningkatan kasus Omicron, baik yang bersumber dari PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) ataupun karena transmisi lokal, perlu langkah-langkah antisipasi lanjutan antara lain, terus memantau protokol kesehatan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, percepatan vaksinasi termasuk booster, dan lainnya," terangnya.

Dirawat
Dilaporkan, sebanyak 404 kasus positif virus Corona (Covid-19) varian Omicron dirawat di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 357 orang di antaranya telah diizinkan pulang.

"Pasien omicron total kasus akumulatif 404 pasien, 357 pasien sudah pulang, sisa 47 pasien termasuk di dalamnya pasien yang transmisi lokal 14 orang, dengan gejala ringan," kata Koordinator Humas RSDC-19, Kolonel dr Mintoro Sumego, di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (17/1).

Mintoro mengatakan, untuk data keseluruhan kasus Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran ada 2.535 pasien. Jumlah tersebut sebagian besar merupakan PPLN.

"Kapasitas hunian di Wisma Atlet hari ini berjumlah 2.535 pasien atau bor nya 43%. Penghuni 87% merupakan pelaku perjalanan luar negeri," katanya.

Mintoro menyebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan Tower 7 untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri, mengingat tengah melonjaknya kasus Covid-19.

"Sesuai dengan arahan pimpinan, untuk menyikapi hal ini maka kita tambah lagi Tower 7 untuk memperkuat akomodasi yang ada di Wisma Atlet ini, sehingga saat ini tower yang digunakan untuk perawatan Tower 5, 6, dan 7," katanya. (detikcom/a)
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com