2 BTS Palapa Ring di Puncak Papua Dibakar OTK, Kominfo Investigasi

* Seorang Prajurit TNI Gugur Saat Kontak Tembak dengan KKB

213 view
2 BTS Palapa Ring di Puncak Papua Dibakar OTK, Kominfo Investigasi
KKB). (dok Kominfo
Dua BTS di Kabupaten Puncak, Papua, dibakar. Pelaku diduga kelompok kriminal bersenjata 
Jakarta (SIB)
Dua base transceiver station (BTS) di Kabupaten Puncak, Papua, dibakar orang tak dikenal (OTK). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menginvestigasi peristiwa tersebut.

Kominfo juga berupaya mengatasi terputusnya komunikasi akibat dibakarnya 2 BTS tersebut dengan alternatif stasiun penerima sinyal dari satelit (very small aperture terminal atau VSAT). Dilaporkan, akibat pembakaran 2 BTS tersebut, komunikasi di ibu kota Kabupaten Puncak, Ilaga, terputus.

"Menghadapi musibah ini, Kominfo mengupayakan beberapa hal. Pertama, melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu identitas pelaku dan motif pembakaran. Kedua tetap berkomitmen mengupayakan backup konektivitas di wilayah terdampak dengan menggunakan teknologi lain, yaitu satelit atau VSAT, untuk melayani Kota Ilaga," kata Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Latif, dalam diskusi daring, Senin (11/1).

Bakti mengatakan Kominfo menerima kabar BTS dibakar pada Sabtu (9/1). Infrastruktur yang dibakar ialah microwave Palapa Ring, yaitu tower B4 dan B5, yang berposisi di Kabupaten Puncak.

"Tim Palapa Paket Timur sudah melakukan pengecekan ke dua lokasi kejadian melalui udara. Akibat dari terbakar 2 tower microwave ini, jaringan Palapa Ring di Ilaga, Kabupaten Puncak, terputus," ujarnya.

Kominfo menyesalkan terjadinya pembakaran tersebut. Dia mengatakan Palapa Ring merupakan salah satu wujud upaya pemerintah untuk memberi pemerataan pelayanan konektivitas di Indonesia.

Kominfo akan bersinergi dengan aparat TNI-Polri serta pemerintah daerah untuk mencegah peristiwa berulang. Dia mengatakan pembangunan mega-infrastruktur Palapa Ring sudah dimulai pada 2015 dan menjadi prioritas Kominfo hingga 2024.

"Kami berharap, demi kepentingan bersama, seluruh masyarakat Indonesia turut menjaga apa yang sudah kita bangun bersama. Dengan infrastruktur digital yang mumpuni dan merata, kita semua dapat menutup digital gap. Sehingga muncul talenta baru di Indonesia, termasuk dari tanah Papua," kata dia.

Sementara itu, PT Palapa Timur Telematika selaku mitra jaringan Palapa Ring menyatakan pembakaran juga berdampak terhadap wilayah di sekitar Ilaga. Hal ini dinyatakan Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika, Eddy Siahaan Mora.

"Pengaruh dengan terbakar atau matinya site B4 dan B5 ini, Kota Ilaga benar total mati. Tapi kota di sebelahnya terganggu karena tinggal 1 sisi. Tadinya Palapa Ring adalah sisi kiri dan kanan untuk kota-kota SLA. Tapi dengan matinya B4 dan B5 ini kota-kota selanjutnya menjadi tak punya proteksi. Ketika ada gangguan, makanya kota lain akan down seperti Kota Ilaga," beber Eddy dalam kesempatan yang sama.

Dia mengatakan, untuk aktivasi dan backup akibat pembakaran 2 BTS ini, pihaknya akan menanyakan kesediaan provider VSAT soal ketersediaan bandwidth untuk Kota Ilaga. Dia berharap peristiwa serupa tak terulang.

"Untuk membangun kembali site B4 dan B5 ini, kami dari PT Palapa Timur Telematika butuh jaminan keamanan bahwa untuk berikutnya tak terjadi lagi, tentunya dengan kerja sama yang sudah Pak Anang Latif sebutkan tadi," ungkapnya.

Gugur
Sementara itu, Seorang anggota Yonif 400/BR, Prada Agus Kurniawan, gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Prada Agus gugur akibat luka tembak yang dialaminya.
Danrem 173 PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan membenarkan terjadinya insiden kontak tembak hingga menyebabkan meninggalnya seorang prajurit TNI.

"Kontak senjata terjadi sekitar pukul 11.40 WIT. Korban terkena tembakan di bagian punggung," kata Brigjen Iwan Setiawan.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/1) kemarin. Brigjen Iwan mengatakan korban bertugas di Pos Titigi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Sugapa, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya.

Dia menjelaskan, kondisi alam di lokasi tersebut bergunung-gunung. Jenazah korban sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan helikopter milik TNI AU.

Dia mengatakan anggota TNI sudah disiagakan di wilayah Titigi di Kabupaten Intan Jaya. Aparat juga tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Pengejaran masih dilakukan oleh personel dari Yonif 400/BR," kata Brigjen Iwan. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com