20 Orang Ditangkap di Sulsel Terkait Bantu Bomber Pasutri, 2 Dilepas


84 view
(Ibnu Munsir/detikcom)
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan
Makassar (SIB)
Tim Densus 88 Polri telah menangkap total 20 orang terduga teroris di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diduga telah membantu dan mendukung aksi bom bunuh diri pasangan suami-istri (pasutri) L dan YSF di depan Gereja Katedral. Dua orang di antara 20 orang yang diamankan itu dilepaskan karena tidak terbukti memiliki kaitan dengan aksi L dan YSF, sehingga total yang ditahan saat ini 18 orang.

"Sampai dengan hari ini, terkait dengan bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, jadi Densus 88 dibantu dengan Polda Sulawesi Selatan sampai dengan hari ini telah mengamankan sebanyak 18 orang yang diduga terlibat dalam mendukung bom bunuh diri yang dilakukan saudara L dan YSF," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (5/4).

Dua orang yang sempat ditangkap tim Densus itu merupakan wanita. Mereka dilepas karena dipastikan tidak memiliki kaitan dengan aksi bom bunuh diri L dan YSF.

"Ada dua orang, keduanya wanita, ini sempat diamankan oleh tim Densus kemudian setelah dilakukan pemeriksaan dipulangkan karena tidak memiliki cukup bukti keterkaitan dengan keterlibatan kegiatan bom bunuh diri di Gereja Katedral tersebut," katanya.

Namun Kombes Zulpan enggan merincikan lebih lanjut siapa 2 orang yang sempat diamankan dan dilepaskan itu.

"Untuk detailnya ini tidak bisa disebutkan ya, karena untuk kepentingan penyidikan dan penyelidikan, tim masih bekerja.
Nanti di akhir penetapan kegiatan ini, sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme dimana penyidik memiliki waktu yang cukup panjang untuk melakukan pemeriksaan kita nanti akan sampaikan peran mereka masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, 18 orang yang kini ditahan itu diduga memiliki kaitan erat dengan aksi bom bunuh diri L dan YSF. Selain membantu L dan YSF, 18 orang yang 4 di antaranya wanita ini merupakan satu kelompok dengan L dan YSF, yakni dari jaringan Jemaah Asharut Daulah (JAD). Mereka juga kerap melakukan kajian bersama di Vila Mutiara Makassar, tempat terduga teroris digerebek dan ditembak mati beberapa waktu lalu.

Kobes Zulpan juga enggan menjalankan lebih rinci peran dari masing-masing 18 orang ini dalam membantu aksi L dan YSF meledakkan bom di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) lalu.

"Yang jelas semuanya memiliki peran yang sangat erat dalam membantu, memberikan motivasi, dukungan, sehingga terjadi kegiatan pelaksanaan bom bunuh diri tersebut. 18 semuanya (yang diamankan), untuk peran detailnya belum bisa kita sampaikan sekarang ya," jelasnya.

"Jadi mereka ini semuanya memiliki keterkaitan, bahkan mereka merupakan 1 kelompok yang sama, yaitu JAD, dan juga masih memiliki keterkaitan dengan yang di awal tahun pernah kita amankan di Vila Mutiara. Jadi nanti akan kita urai di akhir pemeriksaan atau pelaksanaan penyidikan oleh tim Densus, peran mereka masing-masing," imbuhnya.

Mulai Pulih
Sementara itu, korban luka akibat bom bunuh diri pasangan suami-istri L dan YSF di depan Gereja Katedral Makassar pekan lalu mulai membaik. Empat orang masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Sulsel, sementara sekuriti penghadang bomber, Kosmas sudah mulai pulih.

"Kosmas sudah di ruang pemulihan, sudah tinggal pemulihan saja Kondisinya sudah tidak kritis lagi, sebelumnya dia kan sempat di ICU, sekarang sudah di ruang pemulihan dan kondisinya sudah mulai membaik," ujar Kombes E Zulpan.

Kosmas yang masih di ruang pemulihan RS Bhayangkara Polda Sulsel hingga saat ini masih didampingi keluarga. Belum diketahui kapan dia boleh pulang ke rumah.

"Kalau rencana pemulangan dari dokter yang tahu. Intinya kalau sudah sembuh dipulangkan," katanya.

Sementara itu, 4 orang yang masih dirawat saat ini sebelumnya sempat dirawat di ruang ICU akibat luka serius. Keempat orang itu juga sudah di ruang pemulihan dan segera bisa pulang.

"Empat orang yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda. Tempatnya ini sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang pemulihan sehingga kita harapkan 2 hari ke depan bisa kembali normal dan kembali ke rumahnya," tuturnya.

Untuk diketahui, 19 orang mengalami luka akibat aksi bom bunuh diri pasutri L dan YSF di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) lalu. Ke-19 orang yang mengalami luka itu ada yang sempat dirawat di rumah sakit dan dibolehkan pulang dan rawat jalan.

Seusai kejadian, 19 korban itu tersebar di RS Plamoni, RS Akademis, RS Siloam, dan Stella Maris. Mereka kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara dengan pertimbangan keamanan, dan kini tinggal 4 orang yang masih dirawat. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:Ditangkap
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com