2021, Pemprov Sumut Tetap Anggarkan Penanganan Covid-19

* Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Salurkan Paket Sembako

238 view
2021, Pemprov Sumut Tetap Anggarkan Penanganan Covid-19
Foto Dok/Humas Pemprov Sumut
VIRTUAL: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi  mengikuti refleksi akhir tahun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 secara virtual di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman No. 41, Medan, Senin (28/12). 
Medan (SIB)
Tahun 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tetap mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 khususnya bidang kesehatan apabila kondisi Covid-19 belum membaik. Karena kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Pemprov Sumut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai mengikuti Refleksi Akhir Tahun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 secara virtual, di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman No. 41 Medan, Senin (28/12).
“Kesehatan prioritas, berarti kita menyiapkan kembali dana mengantisipasi tentang kondisi kesehatan. Kesehatan jelas dampaknya ekonomi,” ujar gubernur.

Selain itu, kata gubernur, Pemprov Sumut juga akan mengupayakan segala kekurangan di bidang pangan, seperti stok bawang merah, bawang putih, cabai dan sebagainya. “Kekurangan ini harus kita bahas kembali,” katanya.

Dia mengakui, akibat pandemi Covid-19 pelaksanaan pembangunan, khususnya beberapa program prioritas pembangunan Sumut terganggu. Dana APBN tahun 2020 untuk Sumut sebesar Rp7 triliun yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah direncanakan pun harus disesuaikan dengan kondisi pandemi.

“Program prioritas itu ada ketenagakerjaan yang harus kita bangkitkan, pertanian, peternakan, pariwisata, serta infrastruktur. Itu semua terganggu akibat adanya Covid-19. Kita tidak boleh berhenti, kita hadapi ini dengan seksama dan harus bahu-membahu serta bergandengan tangan sehingga kita mampu keluar dari kesulitan ini,” ujar Edy.

Di atas rata-rata
Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Sumut yang saat ini berada di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III berada di posisi minus 2,60% year on year (yoy), sementara nasional berada di posisi minus 3,49% (yoy).

“Kuartal ketiga di Sumut minus 2,60%, lebih tinggi dari nasional minus 3,49%. Terima kasih kepada Pak Gubernur atas leadership-nya, namun ini perlu terus diperhatikan sebab Sumut memiliki peran penting yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera,” kata Hadiyanto.

Selain itu, dia berharap kepada pemerintah daerah dan kementerian/lembaga untuk segera mengeksekusi program dan kegiatan APBD 2021, sehingga dapat mempercepat penanganan Covid-19 di daerah.

Menurutnya peran belanja negara sangat penting mendorong percepatan penanganan Covid-19.
“Diharapkan semua kementerian, lembaga dan Pemda dapat menjalankan langkah strategis guna mempercepat penanganan Covid-19 di daerah,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Sumut Tiarta Sebayang mengatakan refleksi tersebut diadakan sebagai sarana untuk melakukan evaluasi performa APBN 2020, serta pemberian masukan pelaksanaan anggaran 2021.
“2020 merupakan tahun yang ekstraordinary dan luar biasa. Tahun ini kita bekerja luar biasa keras dibanding dengan tahun sebelumnya. Kita menyadari dampak Covid-19 sampai saat ini belum menggembirakan,” kata Tiarta.

Salurkan Paket Sembako
Pada kesempatan terpisah, sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan 3.000 paket sembako kepada para pekerja yang terdampak Covid-19 di daerah ini. Paket sembako berisi gula, beras, minyak goreng dan mi instan.

Bantuan tersebut diserahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut Baharuddin Siagian secara simbolis kepada perwakilan 12 serikat pekerja dan buruh Sumut di Kantor Disnaker Sumut Jalan Asrama, Pondok Kelapa Medan, Sabtu (26/12).

Bahar menyampaikan, bantuan tersebut diberikan untuk mengurangi beban pekerja yang terdampak Covid-19, terutama bagi yang merayakan Natal. “Ini adalah bantuan kepada tenaga kerja yang terdampak Covid-19 di Sumut. Kita tahu ada pekerja yang di-PHK atau dirumahkan oleh perusahaannya. Kita harapkan bantuan ini dapat bermanfaat bagi para pekerja tersebut,” kata Bahar.

Bantuan yang diserahkan kepada perwakilan serikat selanjutnya akan diserahkan oleh masing-masing serikat pekerja kepada para pekerja terdampak secara langsung. Ketua Serikat Buruh Bersatu Indonesia (SBSI) Sumut Dahlan Ginting yang menerima paket secara simbolis menyampaikan akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada para pekerja.(M11/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com