Pemerintah: Berdamai dengan Corona Bukan Menyerah

26 Provinsi Nihil Kasus Kematian per 16 Mei


290 view
26 Provinsi Nihil Kasus Kematian per 16 Mei
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Jakarta (SIB)
Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan virus corona (Covid-19) tidak akan hilang dalam waktu singkat. Yuri pun menegaskan sikap berdamai dengan virus Covid-19 bukan berarti menyerah.

"WHO juga sudah merilis bahwa virus ini juga tidak akan hilang dalam waktu singkat di muka bumi. Ini permasalahan yang akan menimpa seluruh negara di muka bumi karena ini adalah masalah pandemi," kata Yuri dalam konferensi yang disiarkan di YouTube BNPB, Sabtu (16/5).

"Oleh karena itu saatnya lah kita sekarang untuk mulai mengubah perilaku kita untuk hidup di dalam kondisi bumi yang masih terancam dengan keberadaan Covid-19. Dalam beberapa kali disebutkan oleh presiden ini lah cara kita untuk berdamai dengan virus, bukan menyerah," sambung Yuri.

Yuri mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku dan beradaptasi selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Dia mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.

"Berdamai bukan menyerah tetapi kita harus beradaptasi untuk mengubah pola hidup kita dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, yang benar yang berdisiplin ini yang kita sebut sebagai pola kehidupan yang baru," ujar Yuri.

Lebih lanjut, ia mengatakan sudah banyak masyarakat yang terkena dampak dari Covid-19. Dia juga meminta masyarakat mengubah cara berpikir yang baru dengan bersikap produktif dan tetap aman dalam masa pandemi Covid-19.

"Kita menyadari dalam beberapa waktu terakhir ini banyak saudara-saudara kita yang terpaksa tidak bisa bekerja, harus kehilangan pekerjaan. Sudah barang tentu ini akan menimbulkan permasalahan kompleks, menimbulkan permasalahan-permasalahan bukan hanya sosial, ekonomi, tapi juga memiliki potensi mengancam ketertiban. Oleh karena itu sekarang harus kita mulai berubah dengan cara berpikir yang baru dengan bersikap yang baru yaitu kita harus produktif dan aman dari Covid-19," tutur Yuri.

Nihil Kasus
Sementara itu, kasus kematian akibat positif Covid-19) bertambah 13 sehingga menjadi 1.089 orang hingga Sabtu. Ada 26 provinsi yang nihil kasus kematian.

"Yang meninggal 13 orang sehingga menjadi 1.089 orang," kata Achmad Yurianto.

Sebanyak 13 kasus kematian itu tersebut di 8 provinsi. Sementara 26 provinsi lainnya nihil penambahan kasus kematian.

Sedangkan kasus positif virus corona (Covid-19) per 16 Mei 2020 sudah tembus hingga 17.025 ribu. Sebaran terbanyak masih berada di DKI Jakarta.

"Konfirmasi Covid-19 yang kita dapatkan hari ini adalah 529 orang sehingga menjadi 17.025 orang," ujar Yuri.

Berikut sebaran 13 kasus kematian di 8 provinsi pada 16 Mei:
1. Banten: 1 penambahan kasus kematian
2. DIY: 1 penambahan kasus kematian
3. Jawa Timur: 5 penambahan kasus kematian
4. Sumatera Selatan: 2 penambahan kasus kematian
5. Sumatera Barat: 1 penambahan kasus kematian
6. Sulawesi Utara: 1 penambahan kasus kematian
7. Sulawesi Selatan: 1 penambahan kasus kematian
8 Maluku Utara: 1 penambahan kasus kematian
Berikut 26 provinsi yang nihil penambahan kasus kematian pada 16 Mei : Aceh, Bali, Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Lampung, Riau, Maluku, Papua Barat, Papua, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo. (detikcom/f)
Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com