3 Terdakwa Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Kampus UIN Sumut Rp 10,3 M Dituntut Bervariasi


268 view
3 Terdakwa Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Kampus UIN Sumut Rp 10,3 M Dituntut Bervariasi
Foto: Ist/harianSIB.com
Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut.

Medan (SIB)

Kendati sudah mengembalikan keuangan negara Rp 10,3 miliar, tiga terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman bervariasi dalam persidangan korupsi pembangunan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/5).


Tim JPU dari Kejati Sumut yang dimotori Hendri Edison Sipahutar mengatakan, ketiga terdakwa yakni Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa (MBP) Marhan Suaidi Hasibuan dituntut 4 tahun penjara, sementara Wakil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Marudut Harahap serta Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Rizki Anggraini masing- masing 3 tahun penjara.


"Meminta kepada majelis hakim agar menghukum terdakwa Marhan Suaidi Hasibuan menjatuhkan hukuman selama 4 tahun penjara," ucap JPU Dessy Situmorang dan Junita Situmorang di hadapan majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan.


Ketiga terdakwa dinilai JPU telah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dari UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam surat dakwaan subsider tim JPU.


JPU menilai ketiga terdakwa turut serta atau bersama- sama Prof Saidurrahman, Syahruddin Siregar dan Joni Siswoyo selaku Dirut PT MBP (sudah dihukum) melakukan korupsi berjamaah terhadap pembangunan kampus II UINSU sehingga merugikan negara Rp 10,3 miliar.


Namun kerugian negara itu sudah dikembalikan oleh Joni Siswoyo pada proses penyidikan di Polda Sumut. Namun JPU menilai pengembalian keuangan negara tidak menghapus pidana.


Selain itu, kata JPU, perbuatan ketiga terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi.Tapi ketiga terdakwa mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum.


Usai pembacaan nota tuntutan, Majelis hakim memberi kesempatan kepada ketiga terdakwa dan penasihat hukumnya mengajukan pembelaan sehingga sidang dilanjutkan Senin 6 Juni 2022.


Sebelumnya JPU Hendri Edison Sipahutar dalam persidangan perdana mengatakan kasus ini bermula ketika Rektor UINSU Prof Dr Saidurahman MAg pada tahun 2017 mengetahui adanya dana untuk kegiatan pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pagu anggaran Rp50 miliar melalui Kementerian Agama (Kemenag RI).


“Dalam proses pembangunan, progres pekerjaan di lapangan yang telah diselesaikan sebesar 74,17%. Sementara pembayaran telah dilakukan 100%," ucap JPU membacakan dakwaan.


Pada pekerjaan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan tahun 2018, menyebabkan kerugian keuangan negara sebagaimana yang telah dihitung oleh Ahli BPKP Perwakilan Sumatera Utara sebesar Rp10.350.091.337,98.


Sebelumnya, dalam kasus dugaan korupsi ini sudah ada tiga terdakwa lainnya, yaitu mantan Rektor Kampus UINSU Prof Saidurahman sudah dihukum pidana penjara selama 2 tahun, Drs Syahruddin Siregar MA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Joni Siswoyo SE selaku Direktur Utama PT MBP juga dihukum masing-masing selama 3 tahun penjara. (A17/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com