Kamis, 25 Juli 2024

30 WNI Terlibat Bentrokan Maut 2 Perguruan Silat di Taiwan, 1Tewas

Redaksi - Rabu, 06 September 2023 09:36 WIB
280 view
30 WNI Terlibat Bentrokan Maut 2 Perguruan Silat di Taiwan, 1Tewas
(Departemen Kepolisian Kabupaten Changhua/Taiwan News)
Dua kelompok perguruan silat asal Indonesia terlibat tawuran di depan stasiun kereta Changhua pada 2 September 2023.
Taipei (SIB)
Bentrokan sengit terjadi antara dua kelompok pencak silat Indonesia di stasiun kereta api di Taiwan barat. Bentrokan itu mengakibatkan satu orang tewas dan 29 orang ditangkap. Dilansir dari laporan Taiwan News, Selasa (5/9), perkelahian tersebut terjadi pada Sabtu (2/9) malam waktu setempat di luar stasiun kereta Changhua, dengan beberapa orang menderita luka parah.
Satu orang meninggal karena luka-lukanya, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis. Polisi mengatakan, mereka menangkap 29 tersangka, dan setelah penyelidikan lebih lanjut, penyelidikan dibuka terhadap 15 tersangka lainnya karena keterlibatan dalam kejahatan berat.
Kepolisian Daerah Changhua melaporkan bahwa seorang pria WNI berusia 32 tahun ditusuk dari belakang dan kemudian meninggal. Sementara itu, seorang pria berusia 21 tahun ditikam sebanyak empat kali, namun masih dalam pengawasan rumah sakit, lapor Liberty Times. Senjata yang disita di TKP antara lain pisau, parang, pedang samurai, obeng, dan barang-barang lainnya.
Dilaporkan bahwa korban tewas adalah TKI asal Trenggalek, Jawa Timur. Korban mengalami luka tusuk di bagian punggung. "Informasi yang kami terima, memang betul, yang meninggal dunia itu adalah warga Karanggandu. Dia itu kembar, nah kembarannya juga jadi korban, informasinya luka," kata Kepala Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Umtingah, dilansir detikJatim, Selasa (5/9). "Kami belum tahu detail kejadiannya seperti apa, keluarga masih belum bisa dikonfirmasi, kami maklum," jelasnya.
Kades menjelaskan, korban yang dikabarkan meninggal dunia tersebut merupakan kakak dari kembarannya. Yang bersangkutan telah dua kali merantau ke Taiwan.
Berdasarkan temuan awal polisi, pemicu perkelahian terdapat perbedaan pendapat mengenai pelatihan pencak silat. Kedua kelompok mengatur pertemuan untuk membahas perbedaan mereka, namun situasi memanas. Polisi telah memperluas upaya pencarian tersangka. Dalam waktu kurang dari 16 jam, tersangka utama pembunuhan berusia 24 tahun, seorang warga negara Indonesia, ditangkap di Kota Taichung.
Jejak tersangka membawa polisi ke selokan di sebelah Jalan Jixiang di Kota Changhua, di mana petugas menemukan pisau yang diduga digunakan untuk melakukan pembunuhan. Otoritas Taiwan menyatakan akan memberitahu kantor perwakilan Indonesia di Taiwan untuk membantu keluarga korban dalam mengurus pemakaman.
Sementara itu, Kemlu RI mengatakan sebanyak 30 WNI terlibat dalam bentrokan maut dua perguruan silat di Taiwan. Dalam peristiwa itu, satu orang tewas.
"Perkelahian tersebut melibatkan 30 WNI dan menyebabkan 1 WNI meninggal dan 1 WNI luka luka. Setelah menjalani perawatan di RS, 1 korban luka pada tanggal 4 September telah dinyatakan sembuh," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, kepada wartawan, Selasa (5/9).
Judha mengatakan, bentrokan itu terjadi pada 3 September 2023. Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menerima informasi dari Kepolisian Changhua adanya bentrokan sesama WNI di depan Stasiun Kereta Api Changhua.
"KDEI Taipei akan memfasilitasi pemulangan jenazah 1 WNI dan berkoordinasi otoritas Changhua untuk pendampingan hukum terhadap 15 WNI yang ditahan. KDEI juga akan memfasilitasi komunikasi antar kelompok WNI agar kasus serupa tidak terulang," kata Judha. (Taiwannews/detiknews/detikJatim/detikcom/d)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Libatkan Jaringan Taiwan, Bandar Judi Online dan Pornografi Internasional Dibongkar
Anggota Parlemen Taiwan Saling Pukul dan Tendang
22 Pesawat Tempur-Drone China Kepung Taiwan
WNI di Taiwan yang Selamatkan Majikannya saat Gempa Dahsyat
Gempa Taiwan Tewaskan 12 Orang, Tim Penyelamat Hadapi Ancaman Longsor
Gempa Taiwan Picu Lebih dari 1.000 Korban Luka, 48 Orang Hilang
komentar
beritaTerbaru