Kamis, 13 Juni 2024 WIB
Debat Publik Pilkada Simalungun

4 Paslon Soroti Jalan Rusak di Simalungun, Prioritaskan Perbaikan

Redaksi - Rabu, 02 Desember 2020 09:21 WIB
641 view
4 Paslon Soroti Jalan Rusak di Simalungun, Prioritaskan Perbaikan
Foto: SIB/Jheslin M Girsang
DEBAT: Empat calon bupati dan wakil bupati Simalungun mengikuti debat putaran ke-2 yang digelar KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Simalungun di Hotel Patra jasa Parapat, Selasa (1/12) malam. 
Simalungun (SIB)
Debat publik putaran ke-2 calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun di Hotel Patra Jasa, Parapat, Selasa (1/12) malam, diwarnai sorotan tentang banyaknya jalan rusak. Hampir seluruh Paslon memrioritaskan perbaikan jalan.

Debat itu diikuti empat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Simalungun yaitu Radiapoh Hasiholan Sinaga-Zonny Waldi (nomor urut 1), Muhajidin Nur Hasim-Tumpak Siregar (2), Maruli Wagner Damanik-Abidinsyah Saragih (3) dan Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus (4).

Paslon nomor urut 1 menyebut 61 persen ruas jalan di Simalungun mengalami kerusakan sehingga dibutuhkan anggaran perbaikan Rp 2,2 triliun. Selain perbaikan jalan rusak, Paslon ini juga memrioritaskan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik.

Paslon nomor urut 3 juga menyoroti jalan rusak. Menurut Wagner, perbaikan jalan rusak diperlukan efisiensi anggaran. Sedangkan untuk mengoptimalkan layanan air bersih dinilai perlu pengembangan sumur bor. Sementara dalam mengurangi tenaga listrik diupayakan lewat pemanfaatan solar cel atau tenaga surya.

Anton-Rospita berpendapat, empat persoalan daerah menjadi atensi untuk ditangani seperti masalah infrastruktur, pelayanan masyarakat, pertanian dan tenaga kerja. Pasangan ini akan mengoptimalkan teknologi untuk memudahkan dan membantu masyarakat.

Sementara, Mujahidin Nur Hasim dan Tumpak Siregar condong kepada visi-misi terwujudnya Simalungun mandiri, rakyat sejahtera.

Kemudian, memerkuat tata kelola pemerintahan untuk menyelesaikan persoalan daerah, menghargai kemajemukan dan mewujudkan kondisi aman dan nyaman.

Di akhir debat, Wagner sempat mengajak seluruh Paslon untuk tidak melakukan money politics, "serangan fajar" menjelang hari H pemungutan suara. Ia pun berharap Pilkada 2020 bermartabat.

Ketua KPUD Simalungun Raja Ahab Damanik mengatakan, debat putaran kedua sukses yang dilakukan dalam 6 segmen di antaranya tentang pemaparan visi-misi masing-masing pasangan calon (Paslon), pendalaman visi-misi, tanya jawab dan sanggahan antar Paslon, dan pernyataan penutup dari masing-masing Paslon.

Materi debat tentang penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten, provinsi dan nasional, memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kebangsaan serta strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19.

KPUD menghadirkan panelis yaitu, Dr Edi Iksan (dosen USU), Dr Maria Purba (USI), Dr Hendra Harahap (USU), Dr Maraimin Lubis (UINSU) dan Dr Zainuddin (UMSU).

Lewat debat publik, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenali calon melalui paparan visi-misi dan program pembangunan.

WAWANCARA
Calon Wakil Bupati nomor urut 1 Zonny Waldy yang diwawancarai SIB terkait program menyerasikan pembangunan daerah, kabupaten, provinsi dan nasional mengatakan, perlu keselarasan antara daerah dengan pusat lewat perencanaan melalui RPJMN, RPJMD.

"Intinya diawali melalui Musrenbang, sehingga selaras antara daerah sampai pusat. Kita akan menyerap kebutuhan rakyat," kata Zonny.

Zonny juga mengedepankan kebersamaan di Simalungun yang dihuni beragam etnis dan suku.

"Kebersamaan itu dipupuk, baik dari segi keagamaan, kebudayaan dan lainnya. NKRI harga mati," ujarnya.

Sementara itu, calon Bupati Simalungun nomor 3, Maruli Wagner Damanik ketika diwawancari SIB terkait persoalan tanah mengatakan bahwa ke depan sebenarnya banyak fasilitas yang diberikan pemerintah. Langkah paling efektif untuk menyelesaikan persoalan tanah dipandang perlu duduk bersama terlebih dahulu sehingga bisa mengetahui persis apa yang menjadi akar masalahnya.

Calon Wakil Bupati Simalungun Rospita Sitorus mengatakan, infrastruktur jalan jadi fokus kerja mereka jika kelak terpilih. Pernyataan tersebut disampaikan usai acara debat.

Menurutnya, luas wilayah Kabupaten Simalungun dengan 32 kecamatan dan anggaran yang terbatas tidak bisa seluruh kecamatan itu aspirasinya diakomodir. Meski demikian dengan wewenang dan anggaran yang tersedia, pihaknya akan berupaya maksimal memberikan pembenahan perbaikan infrastruktur di 32 kecamatan.

Pihaknya juga akan proaktif berkordinasi dengan pemerintah atasan agar dana dari pemerintah provinsi maupun pusat dapat diberikan ke daerah melalui sumber dana alokasi khusus maupun dana alokasi umum.

Adu Yel Yel
Usai pelaksanaan debat kedua Pilkada Simalungun, para tim pemenangan masing-masing pasangan calon adu yel yel di halaman hotel Patrajasa Parapat.

Pantauan SIB di lokasi, terlihat para tim pemenangan, relawan ke empat calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun saling bergantian menyuarakan yel yel Paslon yang didukung.

Para tim pemenangan silih bergantian menyuarakan dalam bentuk nyanyian maupun semboyan masing-masing tim dengan situasi aman dan kondusif.

Seruan Yel yel pun terdengar untuk para Paslon nomor urut 1 pasangan RHS-ZW, nomor urut 2 Hassim-TPS, nomor urut 3 WD-BiSa serta nomor urut 4 pasangan HaRus Menang. (Tim/S13/d)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bakal Paslon Independen Bupati 2024 Sudah Masukan Berkas ke Silon
Bawaslu Palas Gelar Musyawarah Tertutup Penyelesaian Sengketa Paslon Independen
Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Dairi yang Mendaftar di Gerindra Sampaikan Visi Misi
KPU Dairi Terima Persyaratan Dukungan Dua Bapaslon Perseorangan pada Pemilihan Bupati/ Wakil Bupati Dairi
Hakim MK: Tak Ada Hubungan Bansos dengan Kenaikan Suara Paslon
Sri Mulyani Tegaskan Penyusunan APBN Tak Dipengaruhi Siapa Paslon Pilpres
komentar
beritaTerbaru