Mahfud Md : Jujur, Polri Sudah On The Track

43 Jaksa Ditugaskan Kawal Kasus Obstruction of Justice Ferdy Sambo


239 view
43 Jaksa Ditugaskan Kawal Kasus Obstruction of Justice Ferdy Sambo
(dok. Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud Md 

Jakarta (SIB)

Menko Polhukam Mahfud Md mengaku optimistis terhadap penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang diotaki oleh mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.


Mahfud mengatakan Polri sudah berada di jalur tepat dalam menangani kasus tersebut.


"Saya kira kita harus optimis juga, harus punya prasangka baik. Bahwa Polri itu sebenarnya kalau mau jujur kan sudah on the track ya kasus ini," kata Mahfud Md dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Senin (12/9).


Mahfud lantas membeberkan sejumlah upaya Polri untuk membongkar skenario pembunuhan Brigadir J yang dirancang Sambo. Menurut Mahfud, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah responsif terhadap aspirasi warga.


"Mulai dulu Sambo sampai sebulan mengelak, mengecoh tapi aspirasi masyarakat menghendaki lain karena punya bukti-bukti dan logika lain, lalu Kapolri terima itu semua, diautopsi ulang oke. Mau dipisah, dikosongkan dari orang-orang Divisi Propam Duren Tiga, oke," ujar Mahfud.


Setelah upaya-upaya tersebut, titik terang kasus pembunuhan Brigadir J mulai tersingkap. Kini ada sejumlah anggota Polri yang dijerat lewat proses pidana dan diproses secara etik.


"Lalu kemudian pengakuan Bharada muncul, kemudian mentersangkakan Sambo dan kawan-kawan yang kalau ndak salah jumlahnya sekarang sudah ada 12 ya. Yang pelakunya itu ada lima, yang obstruction of justice ada tujuh, yang pidana. Belum lagi yang dipecat karena etik atau didemosi dan ditunda kenaikan pangkat," ujar Mahfud.


Mahfud Md menyerahkan pengungkapan motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menjerat Irjen Ferdy Sambo kepada pihak kepolisian.


Mahfud menyerahkan kepada Polri untuk mendalami motif pembunuhan Brigadir J, sebab laporan Komnas HAM tidak bersifat pro yustitia.


"Ini laporan Komnas HAM dan Komnas Perempuan tercantum di dalamnya ini adalah hasil laporan yang tidak pro yustitia , oleh sebab itu ini kita sampaikan aja biar polisi yang mendalami, gitu ya," kata Mahfud.


Menurut Mahfud dalam laporan tersebut telah jelas terdapat dugaan tindak pidana perencanaan pembunuhan Pasal 340 dan Pasal 338 tentang pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo dkk. Namun menurutnya motif tidak harus selalu ada.


"Kalau dari laporan ini juga memang sudah jelas perencanaan pembunuhan Pasal 340 dan Pasal 338 sehingga Sambo itu tidak bisa mengelak. Nah soal motif itu tidak harus ada, tapi boleh ada juga, kadang kala kan hakim ingin tahu juga karena kan motif itu apakah pelakunya orang sehat atau orang gila, kan gitu sehingga di cari motifnya. Kalau sudah tidak gila sebenarnya cukup, tapi mungkin apakah emosional, atau terencana dst itu terserah polisi aja," katanya.


Mahfud menyerahkan agar polisi yang mendalami motif pembunuhan Brigadir J.


"Kita serahkan ke polisi ya mengolah itu, dan polisi kan tahu yang mana yang harus didalami, mana yang tidak. Saya juga tidak koordinasi dengan polisi tentang ini semua," sambungnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com