55 Guru Penggerak Tingkat SD di Medan Diblokir Kemendikbud-Ristek, Bobby Ngadu ke Nadiem

* Perluas PTM Terbatas, Pemprov Sumut Terus Tingkatkan Vaksinasi Pelajar

234 view
55 Guru Penggerak Tingkat SD di Medan Diblokir Kemendikbud-Ristek, Bobby Ngadu ke Nadiem
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
RAKOR: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Senin (25/10).
Medan (SIB)
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan keluhan ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) RI Nadiem Makarim. Bobby mengadu ke Nadiem soal guru penggerak di Kota Medan diblokir Kemendikbud-Ristek.

"Ingin kami menceritakan sedikit pak, masalah guru penggerak di Kota Medan. Kesalahan dari internal kami sendiri, karena sampai saat ini guru penggerak khusus SD di Kota Medan diblokir oleh Kementerian Pendidikan," kata Bobby di rumah dinas Gubernur Sumut, Medan, Senin (25/10).

Bobby mengatakan, ada 55 orang guru penggerak tingkat SD di Kota Medan yang diblokir. Bobby menyebut hal ini terjadi karena pihaknya melanggar komitmen yang ditetapkan kementerian.

"Karena setelah guru kita mendapatkan guru penggerak, memang ada komitmen yang tidak memperbolehkan daerah memindahkan atau memutasi guru-guru penggerak yang sudah dilatih," ucap Bobby.

"Namun ada kesalahan di internal kami, ketika ada mutasi kemarin ini guru yang sudah dilatih oleh guru penggerak ini dilaksanakan mutasi," tambahnya.

Menantu Presiden Jokowi itu mengatakan, sejumlah langkah sudah dilakukan untuk meminta agar blokir yang dilakukan Kementerian tersebut dibuka. Dia mengatakan pihaknya sudah ke Jakarta untuk mengurus masalah tersebut.

"Kemarin sudah kami datang, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Wakil Wali Kota Medan datang ke Jakarta bertemu dengan bapak dirjen GTK yang beliau juga akan mengkomunikasikan dengan Dirjen Diknas untuk membuka blokir guru penggerak di SD," ujarnya.

Bobby meminta Nadiem mau membuka kembali blokir yang dilakukan Kementerian. Bobby berjanji jika sudah dibuka mereka akan mengikuti aturan.

"Komitmen kami ke depannya mengikuti aturan," pungkasnya.

Perluas PTM Terbatas
Sementara itu, Pemprov Sumut akan meningkatkan vaksinasi pelajar. Hal itu penting untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Sumut yang terus didorong untuk diperluas.

Sampai, Senin (25/10) sekitar 47 persen sekolah di Sumut telah melakukan PTM, namun masih didominasi tingkat SMP dan SMA. Ke depan SD dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan diupayakan untuk melakukan PTM.

“Kita akan upayakan mempercepat vaksinasi untuk pelajar sejak kurang lebih tiga bulan lalu kita terus dorong ke pelajar agar PTM semakin luas. SD dan PAUD kita akan pertimbangkan karena anak-anak ini sangat butuh tatap muka di usianya,” kata Gubernur Edy Rahmayadi usai rapat dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (25/10).

Hingga 23 Oktober 2021 ada 22 kabupaten/kota di Sumut yang berada di level 3, kemudian 9 kabupaten/kota level 2 dan dua kabupaten/kota level 1. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri PTM bisa dilakukan daerah di bawah level 4. Karena itu, Pemprov Sumut akan mendorong peningkatan PTM terbatas dan memperkuat pengawasan protokol kesehatan.

“Tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti vaksinasi tenaga pengajar dan pelajar. Belajarnya juga dua kali seminggu dan dua jam per hari dan tidak diperbolehkan buka kantin. Kita akan dorong sekolah-sekolah untuk memenuhi syarat-syarat PTM,” kata Edy.

Sementara Menteri Nadiem Makarim berharap PTM terbatas di Sumut bisa segera meningkat ke angka 80 persen. Dia juga menekankan agar SD dan PAUD segera diberlakukan PTM karena menurutnya dampak sekolah jarak jauh sangat besar untuk anak-anak SD dan PAUD.

“Riset kita dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kita kehilangan 1 tahun pembelajaran. Bisa permanen dampaknya dan ini bisa menyebabkan learning loss terbesar dalam sejarah Indonesia belum lagi yang putus. Ternyata dampak terbesar PJJ paling besar pada anak SD dan PAUD, mereka yang paling butuh tatap muka dampaknya bisa permanen,” kata Nadiem pada pertemuan yang juga dihadiri bupati/wali kota se-Sumut secara virtual.

Nadiem meminta agar vaksinasi di Sumut semakin dipercepat, karena bukan hanya masalah pembelajaran itu juga terkait keberlangsungan sekolah-sekolah swasta. “Kita harus percepat sekolah bisa PTM termasuk yang swasta. Banyak sekolah swasta yang kesulitan finansial karena orang tua murid banyak yang tidak mau membayar uang sekolah,” kata Nadiem.

Hadir secara langsung pada pertemuan itu Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Juga hadir jajaran Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi serta OPD terkait Pemprov dan Pemda se-Sumut secara langsung dan virtual. (Detikcom/A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com