61.908 Warga Cianjur Hidup di Pengungsian

* Sehari Terjadi 171 Gempa Susulan, Polri Dirikan Dapur Umum

311 view
61.908 Warga Cianjur Hidup di Pengungsian
Foto: Antara/Wahyu Putro A
CARI KORBAN: Tim SAR gabungan mencari korban yang diduga masih tertimbun tanah longsor akibat gempa bumi magnitudo 5,6 di Cijendil, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Jakarta (SIB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meng-update data warga yang terdampak gempa M 5,6 di Cianjur. Per Rabu (23/11) sore, ada 61 ribu lebih warga yang mengungsi.

"Warga mengungsi menjadi 61.908 orang," ujar Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers daring, Rabu (23/11).

Selain itu, dia menyampaikan data terbaru rumah rusak. Rumah rusak akibat gempa ini mencapai 56 ribu lebih. Namun, data ini akan terus diverifikasi.

"Rumah rusak 56.320 rumah. Rumah rusak terdiri rumah rusak berat 22.241 rumah. Rumah rusak sedang 11.641 rumah. Rumah rusak ringan 22.090 rumah. Tentu saja ini akan terus diverifikasi," tuturnya.

Sebelumnya, Suharyanto menyebut jumlah korban tewas akibat gempa Cianjur bertambah menjadi 271 orang dan terdapat 2.043 orang luka. Selain itu, ada 40 orang yang belum ditemukan.

"Ternyata yang hilang, terdata sampai sore ini 40 orang yang masih hilang. 39 di Cugenang, 1 di Warung Kondang," kata Suharyanto.

Suharyanto mengatakan, pendataan rumah rusak ini dilakukan oleh RT/RW, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, ada dari tim Kementerian PUPR turut mendata rumah warga yang rusak.

"Jika bisa cepat, ini bisa segera kita perbaiki," katanya.

Selain jumlah rumah rusak, Suharyanto mengatakan sejumlah infrastruktur juga rusak. Ada 124 unit tempat ibadah juga rusak.

"Ada infrastruktur rusak, sekolah ada 31 sekolah, tempat ibadah ada 124 unit, fasilitas kesehatan ada 3, dan gedung atau perkantoran ada 13," jelasnya.

Terdampak

Menurut Suharyanto, jumlah kecamatan terdampak juga bertambah. Saat ini total 15 kecamatan terdampak gempa.

"Kecamatan yang terdampak bertambah dari kemarin sore, sekarang ada 15 kecamatan," ungkapnya.

Dapur Umum

Sementara itu, Brimob Polri menyiapkan enam dapur umum di lokasi pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Dapur umum bersiaga di Kampung Cariuk, Desa Mangungkerta, Kecamatan Cugenang.

"Tim dari Brimob sudah membentuk dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan pangan para pengungsi, bentuknya food truck yang dalam satu kendaraan itu 5-10 personel," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (23/11).

Dedi menyebut, setiap food truck atau dapur umum bisa memproduksi minimal 3.000 paket makanan. Jadi, dalam satu hari itu minimal ada 18.000 paket makanan yang dibagikan.

"Diupayakan, pemenuhan kebutuhan para pengungsi korban gempa akan diberikan secara maksimal," katanya.

Selain itu, Polri juga mengerahkan anjing pelacak atau K9 untuk mencari korban yang masih hilang. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih ada 151 orang yang hilang.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com