Halangi Proses Penyidikan

7 Saksi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI


204 view
7 Saksi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI
(Foto: Puspenkum/Baren A Siagian)
DIJEBLOSKAN: Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahin 2013-2019, ketujuh tersangka langsung dijebloskan ke Rutan Cipinang Jakarta. 
Jakarta (SIB)
Diduga menghalang-halangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019, penyidik Pidana khusus kejaksaan Agung menetapkan tujuh saksi sebagai tersangka. Tidak hanya itu saja, para tersangka langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Cipinang, Jakarta Timur selama 20 hari ke depan.

“Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejagung menetapkan 7 orang saksi menjadi tersangka atas tindak pidana menghalang-halangi penyidikan atau tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (3/11).

Adapun ketujuh tersangka yang sebagian besar merupakan eks pejabat di LPEI tersebut berinisial, IS, mantan Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI tahun 2016-2018, EM, mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Makassar LPEI tahun 2019-2020, NH, mantan Kepala Departemen Analisa Risiko Bisnis II LPEI tahun 2017-2018.

Selanjutnya, CRGS mantan Relationship Manager Division Unit Bisnis tahun 2015-2020 pada LPEI Kanwil Surakarta, AA, Deputi Bisnis LPEI Kanwil Surakarta tahun 2016-2018, MM mantan Kepala Departemen Bisnis UKMK LPE dan RAR pegawai Manajer Risiko PT BUS Indonesia.

Menurut Leonard, IS, NH, RAR, EM, CRGS, AA, dan ML, tidak koorperatif alias beberapa kali menolak memberikan keterangan sebagai saksi dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga menyulitkan penanganan dan penyelesaian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang masih ditangani oleh Tim Penyidik Satgassus P3TPK pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,”beber Leo.

Padahal, sambungnya, keterangan saksi tersebut dibutuhkan untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi dan menemukan tersangka pada Penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Para tersangka dijerat pasal sangkaan yakni pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Atau Pasal 22 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (H3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com