AS Imbau Warganya Tidak ke Indonesia karena Corona dan Terorisme


150 view
AS Imbau Warganya Tidak ke Indonesia karena Corona dan Terorisme
(Istockphoto/ShutterOK)
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan Covid-19 yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Ilustrasi. Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan Covid-19 yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. 
Jakarta (SIB)
Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Indonesia dikarenakan tingginya angka kasus infeksi virus corona (Covid-19), terorisme, dan bencana alam. Imbauan itu disampaikan dalam travel advisory yang dirilis Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dalam laman travel.state.gov sejak Selasa (8/6) lalu.

Disebutkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengeluarkan Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan Level 3 untuk Indonesia dikarenakan Covid-19, yang menunjukkan tingkat Covid-19 yang tinggi di negara ini.

"Ada pembatasan berlaku yang mempengaruhi masuknya warga negara AS ke Indonesia. Tindakan karantina yang dijalankan pemerintah diberlakukan untuk semua orang asing," demikian postingan Deplu AS di laman travel.state.gov.

Deplu AS menyebutkan agar mempertimbangkan kembali perjalanan ke Sulawesi Tengah dan Papua akibat kerusuhan sipil.

"Teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Indonesia. Teroris dapat menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, menargetkan kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, klub malam, pasar/pusat perbelanjaan, dan restoran," tulis Deplu AS. "Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, atau letusan gunung berapi dapat mengakibatkan terganggunya transportasi, infrastruktur, sanitasi, dan ketersediaan layanan kesehatan," imbuhnya.

Dalam rilisnya, Deplu AS menyatakan bahwa penembakan terus terjadi di wilayah antara Timika dan Grasberg di Papua. "Di Sulawesi Tengah dan Papua, demonstrasi dan konflik dengan kekerasan dapat mengakibatkan cedera atau kematian warga AS. Hindari demonstrasi dan keramaian," demikian disampaikan Deplu AS. "Pemerintah AS memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan layanan darurat kepada warga AS di Sulawesi Tengah dan Papua karena pegawai pemerintah AS harus mendapatkan izin khusus sebelum bepergian ke daerah tersebut," imbuh Deplu AS.

Buka Suara
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia buka suara terkait kebijakan Amerika Serikat yang mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia. "Tidak ada yang baru. Indonesia juga dari waktu ke waktu memberikan travel advice melalui aplikasi Safe Travel untuk WNI yang merencanakan bepergian ke LN," kata Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Sabtu (12/6). Safe Travel sendiri merupakan aplikasi yang memberikan sejumlah informasi dan layanan bagi WNI atau TKI yang berada di luar.

Antara lain, informasi soal tingkat keamanan 180 negara di dunia yang ditandai dengan indikator warna. Selain itu, juga memberikan layanan pelaporan jika ada WNI atau TKI menemui masalah di negaranya. Mereka yang menemui masalah tinggal menekan 'Tombol Panik' yang otomatis mengirimkan data lokasi tempat kejadian perkara ke pihak kedutaan besar Indonesia setempat. (detikcom/CNNI/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:AS
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com