Abaikan Imbauan WHO, Israel Tetap Mulai Booster Vaksin Covid

* China Janji Sediakan 2 Miliar Dosis Vaksin untuk Dunia

134 view
Abaikan Imbauan WHO, Israel Tetap Mulai Booster Vaksin Covid
CNN Indonesia/Adi Maulana
Ilustrasi.
Jakarta (SIB)
Israel tetap memberikan booster vaksin Covid-19 kepada warganya meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengimbau untuk moratorium suntikan ketiga tersebut.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengatakan bahwa negaranya akan tetap memberikan suntikan ketiga kepada nyaris 60 persen dari 9,3 juta populasinya yang saat ini sudah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19.

Keputusan ini bertentangan dengan imbauan WHO agar negara-negara menunda penyuntikan suntikan ketiga vaksin setidaknya hingga akhir September. Menurut WHO, penundaan ini penting agar tak terjadi ketimpangan distribusi vaksin global.

Ketika ditanya mengenai imbauan WHO itu, Bennett mengatakan bahwa Israel justru memberikan kontribusi penting karena dunia dapat mempelajari efek booster vaksin dari yang mereka lakukan sekarang.

"Israel akan tetap melakukan hal yang dapat berkontribusi besar untuk pengetahuan global," ujar Bennett dalam siaran langsung di Facebook.

Ia juga menegaskan bahwa populasi Israel terbilang kecil, sehingga "tak berdampak signifikan" terhadap distribusi vaksin global. Bennett lantas kembali menegaskan bahwa percobaan suntikan ketiga ini penting agar dunia tahu betul dampaknya.

"Tanpa kami, dunia tak akan tahu pasti tingkat efikasi suntikan booster, tak akan tahu waktu yang tepat, seberapa berdampak pada infeksi, dan dampaknya terhadap gejala berat," tutur Bennett.

Ia kemudian berkata, "Di aspek-aspek ini, kami justru membantu dunia, dan dunia sangat senang kami bertanggung jawab dan berani memimpin dalam masalah ini."

Sebagaimana dilansir AFP, Israel sedang terus menggalakkan kembali program vaksinasi dan booster-nya setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini akibat kemunculan corona varian Delta.

Sejak Minggu (1/8), Israel terus mencatat rata-rata 3.000 kasus Covid-19 per hari dengan 250 orang di antaranya mengidap gejala parah. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak April.

Lonjakan ini membuat Israel kembali memperketat aturan pencegahan Covid-19, meski sebelumnya sudah dilonggarkan karena kasus infeksi corona sempat menurun berkat program vaksinasi besar-besaran.

Janji
Terpisah, Presiden China Xi Jinping berjanji bahwa negaranya akan "berusaha menyediakan" dua miliar dosis vaksin Covid-19 untuk dunia tahun ini. China juga akan menyumbang senilai US$ 100 juta untuk sistem distribusi vaksin internasional yang dikenal sebagai Covax.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (6/8), janji itu disampaikan dalam pesan tertulis oleh Xi saat forum video tentang kerja sama vaksin, seiring China memerangi wabah baru virus Corona yang dipicu oleh varian Delta yang sangat menular.

Varian Delta sekarang telah terdeteksi di beberapa bagian China, mendorong pengujian massal dan menyebabkan angka kasus harian mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan.

"Sepanjang tahun ini, China akan berusaha untuk menyediakan dua miliar dosis vaksin untuk dunia," kata Xi dalam sambutannya yang dilaporkan oleh media pemerintah China, CCTV.

Xi Jinping mengatakan, China juga telah berjanji untuk menyumbangkan US$ 100 juta kepada Covax, untuk distribusi vaksin ke negara-negara berkembang.

Pengumuman itu muncul beberapa minggu setelah Xi menjanjikan bantuan US$ 3 miliar kepada negara-negara berkembang untuk memerangi Covid-19. Janji itu disampaikan dalam pertemuan online darurat para kepala negara APEC yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dana tersebut ditujukan untuk membantu negara-negara berkembang pulih dari dampak sosial dan ekonomi akibat virus Corona.

Pekan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan China telah menyediakan lebih dari 700 juta dosis vaksin Corona untuk negara-negara lain sejak awal tahun ini.

Janji terbaru Xi Jinping ini disampaikan menyusul pengumuman Presiden Joe Biden bahwa Amerika Serikat telah menyumbangkan lebih dari 100 juta dosis vaksin Covid-19 ke luar negeri.

Mulai akhir bulan ini, Washington juga akan mulai mengirimkan tambahan 500 juta dosis vaksin Pfizer yang telah dijanjikannya ke 100 negara berpenghasilan rendah. (CNNI/Detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com