Sabtu, 20 Juli 2024

Ahli Kriminologi: Pemerkosaan Istri Sambo Tak Bisa Jadi Motif Bunuh Yosua

Redaksi - Selasa, 20 Desember 2022 09:32 WIB
371 view
Ahli Kriminologi: Pemerkosaan Istri Sambo Tak Bisa Jadi Motif Bunuh Yosua
Foto : Wilda-detikcom
Jakarta (SIB)

Ahli Kriminologi dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Mustofa, mengatakan dugaan pemerkosaan yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, tidak bisa dijadikan sebagai motif pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Dia mengatakan peristiwa itu tidak memiliki alat bukti yang pasti.

Hal itu disampaikan Mustofa saat menjadi saksi ahli di PN Jaksel, Senin (19/12). Mustofa bersaksi untuk Ferdy Sambo, Eliezer, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

"Tadi saudara terangkan perihal motif, dari berbagai macam motif tadi kan motif mengenai harkat dan martabat, motif persaingan percintaan, bisnis, terus karena dendam, ahli kan sudah menerima mengenai garis besar kejadian tanggal 8 Juli, menurut ahli, untuk motif dari berbagai motif ini, bisa nggak dari jangka waktu yang diterangkan oleh garis besar itu, kejadian beberapa menit itu, bisa nggak motif pelecehan seksual itu menjadi motif dalam perkara ini?" tanya jaksa dalam sidang.

"Bisa, sepanjang dicukupi dengan bukti-bukti, karena dari kronologi yang ada adalah pengakuan adalah dari nyonya FS (istri Ferdy Sambo)," kata Mustofa.

"Kalau dari waktu?" tanya jaksa lagi.

"Dari waktu juga barangkali terlalu jauh, karena yang menarik, bagi seorang perwira tinggi polisi, dia tahu kalau peristiwa perkosaan itu membutuhkan bukti dan saksi. Satu alat bukti tidak cukup dan harus ada visum yang diperoleh, tapi tindakan itu tidak dilakukan meminta kepada Putri untuk melakukan visum supaya kalau mengadu kepada polisi alat buktinya cukup," jelas Mustofa.

Mustofa menyatakan peristiwa di Magelang tidak bisa dijadikan motif. Dia menilai di Magelang memang ada peristiwa yang menjadi pemicu pembunuhan Yosua di Duren Tiga, Jakarta Selatan, namun apa peristiwa itu masih belum jelas.

"Jadi artiannya kalau tidak ada alat bukti berarti nggak bisa menjadi motif, begitu?" tanya jaksa lagi.

"Tidak bisa, tidak bisa," tegas Mustofa.

"Dalam hal ini, dalam perkara ini tidak ada motif seperti itu?" kata jaksa.[br]




"Tidak ditemukan," ucap Mustofa.

"Menurut ahli gimana? Bisa nggak itu (dijadikan motif)?" kata jaksa.

"Yang jelas adalah ada kemarahan yang dialami oleh pelaku, yang berhubungan dengan peristiwa Magelang, tapi tidak jelas," kata Mustofa.

"Artinya tidak ada alat bukti yang arah ke situ, berarti tidak dapat dijadikan motif?" ucap jaksa menegaskan dan dijawab Mustofa 'Iya, tidak bisa'.

Mustofa mengatakan apabila seseorang marah dan melakukan pembunuhan itu pasti sebuah tindakan pembunuhan langsung dan bukan pembunuhan berencana. Namun apabila seseorang yang marah dan sebelum membunuh orang yang membuat marah itu membuat skenario, maka hal itu masuk kategori pembunuhan berencana.

"Tapi apabila dia marah, tapi sempat nyusun rencana pengelabuan penghilangan barang bukti, menurut ahli sudah masuk (perencanaan)?" tanya jaksa lain.

"Sudah masuk ke dalam perencanaan, (pembunuhan berencana) ya," jawab Mustofa. (detikcom/a)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat Gugat Ferdy Sambo-Presiden Rp 7,5 M
Orang Tua Yosua Hutabarat Gugat Ferdy Sambo cs Rp 7,5 M
Menko Polhukam Tanggapi Alvin Lim soal Ferdy Sambo Ditahan di Ruang Ber-AC
Sejumlah Perwira Polri yang Terseret Kasus Ferdy Sambo Kembali Bertugas
30 Tahun Mengabdi Jadi Alasan MA Sunat Vonis Mati Ferdy Sambo
Ferdy Sambo Dijebloskan ke Lapas Salemba Jalani Seumur Hidup Penjara
komentar
beritaTerbaru