Airlangga Ungkap 3 Kunci untuk Capai Visi BIMP-EAGA Tahun 2025


250 view
Airlangga Ungkap 3 Kunci untuk Capai Visi BIMP-EAGA Tahun 2025
Foto: Ist/harianSIB.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto 

Jakarta (SIB)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25 Tahun 2022 Retreat.


Pada kesempatan tersebut dia mendorong optimalisasi potensi, khususnya dalam memanfaatkan keunggulan komparatif atas kekayaan sumber daya alam (SDA).


Sebab menurutnya langkah tersebut merupakan kunci penting untuk mempercepat capaian sesuai visi 2025.


"Saya senang akhirnya kita bisa bertemu langsung untuk mendiskusikan hal-hal penting yang akan memajukan kerja sama BIMP-EAGA," ucap Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/11).


Kegiatan yang digelar di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (25/11) itu membahas 2 agenda penting.


Yakni percepatan kerja sama BIMP-EAGA termasuk penyusunan Visi Pasca 2025 dan penguatan Sekretariat BIMP EAGA Facilitation Centre (FC).


Terkait hal ini, Airlangga menyampaikan tiga poin penting. Pertama yaitu melipatgandakan upaya untuk merencanakan dan melaksanakan proyek-proyek konkret.


Di antaranya dengan perumusan proyek secara konvergen dan bottom-up, kolaborasi proyek untuk menguatkan rantai pasok regional, serta upaya reskilling dan upskilling dari pelaku usaha.


Poin kedua adalah revitalisasi konektivitas melalui pembukaan kembali atau membuat rute baru untuk mendukung perdagangan dan pariwisata.


"Pembangunan kembali sektor pariwisata menjadi prioritas, berkembang menjadi tangguh dan berkelanjutan," ungkap Airlangga.


Kemudian, poin ketiga yakni belajar dari G20 tentang percepatan transisi dan ketahanan energi di subkawasan. Hal ini termasuk dalam mengembangkan model bisnis potensial di masa mendatang.


Sementara itu, menteri dari empat negara yang hadir menegaskan pentingnya kerja sama subkawasan sebagai kunci pembangunan regional yang berkelanjutan dan inklusif.


Untuk itu, BIMP-EAGA harus dapat beradaptasi dan gesit di tengah munculnya megatren seperti gangguan teknologi, perubahan iklim, maupun krisis multidimensi yang akan terjadi.


Belajar dari hasil Mid-Term Review (MTR) Vision 2025, kata Airlangga, BIMP-EAGA perlu menyusun Visi Pasca 2025 secara lebih komprehensif.


Upaya ini untuk menjawab berbagai tantangan yang akan terjadi di masa depan.


"Mengatasi tantangan ini akan membuka peluang bagi BIMP-EAGA untuk memaksimalkan kerja sama regional yang lebih luas, seperti RCEP dan IPEF, sebagai bagian dari agenda integrasi regional," ujar Airlangga.


Di sisi lain, dia juga mengusulkan tiga elemen yang perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan Visi Pasca 2025, meliputi peningkatan daya saing kolektif baru, pengembangan proyek berbasis aglomerasi yang bersifat subkawasan atau melibatkan semua wilayah, dan membangun subkawasan yang berkelanjutan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.


Sementara itu, terkait progres legalisasi BIMP-FC yang akan berfungsi sebagai Sekretariat Bersama, para Menteri sepakat untuk mempercepat pendirian sekretariat guna mengoptimalkan potensi BIMP-EAGA.


Mereka juga mencatat usulan Brunei Darussalam untuk mendirikan Sekretariat Bersama di Bandar Seri Begawan, serta berkomitmen mempercepat konsultasi internal agar dapat segera menyelesaikan permasalahan ini.


"Jadi saya kira sudah saatnya kita memberikan kesempatan kepada Brunei Darussalam untuk menjadi tuan rumah BIMP-FC," pungkasnya. (detikcom/f)




Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com