Ali Kalora Ditembak Mati, Mahfud Md Minta Masyarakat Tenang

* 4 DPO Anggota MIT Segera Ditangkap

185 view
Ali Kalora Ditembak Mati, Mahfud Md Minta Masyarakat Tenang
(Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menkopolhukam, Mahfud MD. 
Jakarta (SIB)
Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora, tewas ditembak Satgas Madago Raya. Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat tetap tenang.

Pernyataan Mahfud itu disampaikan lewat akun Twitter @mohmahfudmd seperti dilihat, Minggu (19/9). Selain Ali Kalora, anak buahnya juga tewas ditembak aparat.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yg pernah menggegerkan krn menyembelih bnyk warga dgn sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hr ini ditembak mati oleh Densus AT/88. Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yg bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang," tulis Mahfud.

Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, tim gabungan saat ini masih mengejar empat orang sisa yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO. Keempat DPO ini merupakan anak buah Ali Kalora.

"Kita mengamankan lokasi. Ada sebagian juga mengejar empat orang lain di TKP di lokasi berbeda tapi tak bisa disebutkan lokasinya karena takut yang bersangkutan kabur," kata Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi, saat dihubungi, Sabtu (18/9).

Ali Kalora sebelum tewas ditembak bersama anak buahnya masuk dalam enam DPO Satgas Madago Raya. Ali Kalora tewas tertembak bersama anak buahnya Jaka Ramadhan.

"Ya, ada 6 DPO. Tertembak 2, sisa 4 orang ini orang Bima semuanya, simpatisan yang terpengaruh konflik Poso zaman dahulu, termasuk kelompok Santoso dulu," ujar Irjen Rudy.

Rudy berharap 4 daftar pencarian orang (DPO) anggota MIT itu segera ditangkap. Dia meminta doa agar Satgas Madago Raya segera mendapatkan ke 4 orang itu.

"Mudah-mudahan yang empat, minta doanya lah," tuturnya.
Lebih lanjut, Rudy mengatakan petugas gabungan awalnya mendapat informasi keberadaan Ali Kalora dan Jaka Ramadan di Desa Astina, Kecamatan Torue Kabupaten Parimo, Sulteng. Satgas Madago Raya kemudian melakukan pengejaran.

"Diawali oleh kegiatan intelijen kita mendapatkan informasi baik secara manual maupun IT bahwa keberadaan 2 DPO yang terpisah dari kelompoknya 4 (orang) berada di sekitar Torue, Desa Astina," kata dia.

"Untuk itu kami sepakat, karena waktunya pendek, sudah dibagi sektor dan operasi ini sudah kita evaluasi, dan evaluasi apa pun bentuknya siapa pun yang berhasil itu operasi kita bersama," lanjut Rudy.

Satgas Madago Raya sebelumnya menembak mati pimpinan kelompok teroris MIT Ali Kalora pada Sabtu (18/9) kemarin. Tak ada personel Madago Raya yang terluka dalam baku tembak tersebut.

"Tidak ada yang terluka," ujar Rudy saat dihubungi. (detikcom/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com