Anak Akidi Tio Heriyanty Resmi Dipolisikan Kasus Rp2,5 Miliar


152 view
Anak Akidi Tio Heriyanty Resmi Dipolisikan Kasus Rp2,5 Miliar
Antara Foto/M Rieko Elko
Heriyanty, di Markas Polda Sumatera Selatan, Palembang.
Palembang (SIB)
Anak Bungsu Akidi Tio Heriyanty resmi dilaporkan ke Polda Sumsel terkait penipuan dan penggelapan uang Rp2,5 miliar oleh seorang dokter di Palembang, Siti Mirza Nuria.

Pengacara Siti, Rangga Afianto mengatakan, setelah berdiskusi dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera pekan lalu pihak Siti Mirza secara resmi melaporkan Heriyanty atas pasal 378 dan 372 KUHP.

"Klien kami sudah diperiksa sebagai saksi pelapor dan menyerahkan bukti-bukti pendukung yang dibutuhkan untuk dapat menelusuri transaksi yang dilakukan dengan saudari Heryanty dari kurun waktu Mei 2019," ujar Rangga , Rabu (18/8).

Secara garis besar dirinya menjelaskan, pada Mei 2019 Heriyanty menawarkan Siti Mirza untuk berinvestasi di usaha ekspedisi miliknya dengan janji memberi keuntungan 10-12 persen per bulan. Investasi awal yang diserahkan Siti Mirza sebesar Rp400 juta. Setelah sebulan memberikan keuntungan, Siti Mirza menambah investasinya hingga total Rp1,8 miliar.

Namun selepas enam bulan sejak perjanjian awal, pembayaran keuntungan mulai macet. Hingga akhirnya Maret 2020 Heriyanty kembali meminjam uang Rp500 juta dengan alasan untuk membayar pajak kendaraan ekspedisi. Juni 2020 dibuat Surat Perjanjian Pinjaman Uang yang dibuat setelah Heriyanty berjanji mengembalikan uang tersebut setelah mendapatkan warisan dari orang tuanya. Namun uang tak kunjung dikembalikan hingga akhirnya dilaporkan.

Dirinya berujar, pokok utang Heriyanty kepada Siti Mirza sebesar Rp2,3 miliar. Namun karena pembayaran macet tersebut Siti Mirza menanggung bunga utang bank atas uang tersebut sebesar Rp200 juta sehingga pihaknya melaporkan Heriyanti atas uang Rp2,5 miliar.

Pihaknya melampirkan alat bukti berupa catatan transfer dan surat perjanjian pengakuan utang dan janji untuk membayar pada Juni 2021.

"Kami harap kepolisian dapat bergerak cepat pengembangan dalam kasus ini agar dapat melihat secara terang benderang kebenaran fakta-fakta hukum dari saudari Heryanty, termasuk di dalamnya terkait janji sumbangan senilai Rp2 triliun yang hendak diberikan melalui Kapolda Sumsel. Ini penting untuk segera diungkap agar ke depannya tidak ada korban penipuan lainnya," ujar Rangga.

Sementara itu Siti Mirza Nuria menambahkan, walaupun awalnya merasa berat, namun akhirnya dia memutuskan untuk melaporkan teman lamanya tersebut. Siti Mirza menganggap Heriyanty harus diberi pelajaran atas tindakannya menipu dirinya, Kapolda Sumsel, serta masyarakat Indonesia.

"Masak iya sudah nge-prank pejabat dan masyarakat luas kok seenaknya saja. Itu perbuatan amoral. Jelas dia menipu saya janji tapi ngibul terus, palsu terus. Kalau tidak dilaporkan ke depan bakal banyak korban. Dia harus dikasih pelajaran," ujar Siti Mirza.

Dirinya berharap, selain Heriyanty dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, uang miliknya pun bisa kembali.

"Dia harus jujur dengan polisi, uang Rp2 triliun itu ada [atau] nggak. Kalau cuma halusinasi, harus minta maaf dengan masyarakat. Pinjaman uangku harus dibalikin bagaimanapun caranya. Itu bukan uang sedikit bagi dokter yang bayarannya BPJS seperti saya. Akan saya kejar sampai ke lubang tikus sekalipun," ungkap Siti Mirza.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi membenarkan adanya laporan dari Siti Mirza terhadap Heriyanty tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan gelar perkara terhadap dua perkara yakni polemik rencana pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun serta dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp2,5 miliar.

"Sampai saat ini [hasil gelar perkara] belum ada. Saya belum dapat bahan dari pak Dirkrimum," ungkap Supriadi. (CNNI/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com