Andi Widjajanto Ungkap Syarat Koalisi dengan PDIP, Ideologi Nomor Satu


189 view
Andi Widjajanto Ungkap Syarat Koalisi dengan PDIP, Ideologi Nomor Satu
Foto: CNNIndonesia/Adi Ibrahim
Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto 

Jakarta (SIB)

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto mengungkapkan syarat partai lain jika ingin berkoalisi dengan PDIP.

Hal itu ia sampaikan dalam podcast Political Show yang tayang Jumat (9/2).

Pernyataan Andi merespons pertanyaan terkait apakah Ganjar-Mahfud jika lolos ke putaran kedua di Pilpres 2024 akan bergabung dengan paslon 1 Anies-Cak Imin.

Di sisi lain di belakang Anies-Cak Imin ada PKS sebagai salah satu pengusung. Sementara, PKS dan PDIP sebagai pengusung Ganjar-Mahfud dikenal memiliki mazhab yang sama sekali berbeda.

Andi pun menekankan syarat utama berkoalisi dengan PDIP adalah kecocokan ideologi.

"Untuk saya selalu tiga level. Level pertama pembicaraan tentang pencocokan ideologi. Level kedua baru kemungkinan membuka interaksi antar elit partai. Level ketiga, ada kepentingan yang sama atau tidak," tutur Andi.

Ia pun mengatakan jika level pertama itu tidak bisa dipenuhi partai lain, maka PDIP tidak akan melanjutkan peluang kerja sama.

"Kalau level pertamanya sudah putus, level dua, level tiganya tidak akan terjadi," tegasnya.

Andi juga menilai meskipun tetap memiliki kepentingan yang sama dengan partai lain, PDIP bakal bersikukuh mengutamakan kecocokan ideologi.

"Kalau saya memahami Ibu Mega, level satunya (ideologi) dulu. Harus dibicarakan," katanya.

Sementara itu, saat ditanya apakah jika Ganjar-Mahfud tak lolos putaran dua, apakah pihaknya akan bergabung pada Anies-Cak Imin, Andi mengatakan bakal menjadi oposisi.

"Sebetulnya karakter terkuat PDI Perjuangan itu kan karakter oposisi. Jadi kalau seandainya itu yang terjadi tidak lolos ke putaran kedua, kalau saya pribadi sudah langsung siap-siap jadi oposisi," katanya.

Peluang koalisi antara kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 1 AMIN dan paslon Ganjar-Mahfud MD mulai intens dibicarakan seiring prediksi Pilpres 2024 bakal berlangsung dalam dua putaran.

Teranyar, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memperkirakan peluang koalisi di putaran kedua umumnya terjadi antara pemenang nomor 2 dan 3 dalam perolehan suara. Menurut dia, pola demikian kerap terulang, meski ia tak bisa memprediksi pemenang dalam pilpres mendatang.

"Biasanya yang selalu bersatu itu artinya partai yang ranking 2 dan 3, biasanya itu sehingga bikin koalisi baru," kata JK di Kediamannya di Jalan Brawijaya VI, Jakarta, Rabu (10/1) lalu.

Sejumlah hasil survei kini terus menunjukkan tren persaingan antara paslon nomor urut 1 Anies-Cak Imin dengan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Keduanya bersaing di urutan kedua dan ketiga. Sementara capres-cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming masih konsisten di urutan pertama.

Bersamaan dengan itu, kubu paslon 1 dan 3 terus menunjukkan kedekatan mereka dalam sejumlah momen publik. (CNNI/c)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com