Anggap Isu ‘Kapolri Terpilih' Hoax, Komjen Sigit Fokus Benahi Bareskrim

* Ketua Komisi III DPR Harap Calon Kapolri Bisa Satukan Senior-Junior

400 view
Anggap Isu ‘Kapolri Terpilih' Hoax, Komjen Sigit Fokus Benahi Bareskrim
Yogi/detikcom
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo 
Jakarta (SIB)
Dalam dua hari terakhir, beredar isu Presiden Jokowi menunjuk Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Sigit tak tahu-menahu asal muasal isu itu dan memilih menganggapnya sebagai hoax.

"Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba isu itu muncul dari mana. Karena tidak jelas sumbernya, jadi saya bilang itu hoax saja," kata Sigit kepada wartawan, Selasa (12/1).

Untuk diketahui, Jokowi sampai kemarin sore belum mengirimkan surat penunjukan calon Kapolri baru ke DPR. Ada kabar yang menyebutkan, Jokowi baru akan mengirimkan surat pada hari ini.

Kembali ke Listyo Sigit Prabowo, mantan Kapolda Banten ini memilih tak ambil pusing terkait kabar tersebut. Yang terpenting baginya menjalankan tugas dengan baik dan profesional di Bareskrim Polri.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Bareskrim bekerja secara profesional, melakukan pembenahan internal agar bisa melakukan penegakan hukum secara tegas, humanis, transparan, bisa memberikan rasa aman dan memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan untuk masyarakat dan lebih dipercaya masyarakat," tutur lulusan Akpol 1991 ini.

Nama Listyo Sigit Prabowo memang masuk dalam lima nama jenderal yang direkomendasikan Kompolnas kepada Presiden. Lima nama jenderal bintang tiga yang menjadi kandidat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis itu adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

"Mengkonfirmasi berbagai berita: benar penjelasan Pak Benny Mamoto dan Pak Wahyudanto dari Kompolnas bahwa selaku Ketua Kompolnas saya sudah menyerahkan nama-nama calon Kapolri untuk dipilih oleh Presiden agar diajukan ke DPR. Yang diajukan semua jenderal bintang 3, tidak ada yang masih bintang 2," cuit Mahfud lewat akun Twitter-nya @mohmahfudmd seperti dilihat, Jumat (8/1).

Surat rekomendasi nama-nama calon Kapolri itu diserahkan Mahfud kepada Jokowi pada Rabu (6/1). Nama-nama calon Kapolri itu muncul setelah Kompolnas menggelar rapat pleno.

"Setelah rapat pleno, hasilnya diserahkan Ke Ketua (Kompolnas) dan selanjutnya Ketua yang menyampaikan ke Presiden," kata Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto saat dihubungi.

Senior-Junior
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Herman Herry berbicara soal sosok yang diharapkan menjadi calon Kapolri. Herman berharap sosok itu bisa menyatukan senior dan junior di lingkup internal Polri.

"Saya kira, nama-nama yang disebutkan para jenderal bintang tiga, tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya tidak etis menyebut, semua kami kenal, karena saya sudah 16 tahun di Komisi III," kata Herman Herry di kompleks gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Komisi III merupakan mitra kerja Polri. Sosok Kapolri kelak, menurut Herman, diharapkan yang bisa menyatukan internal Polri dalam arti tak ada lagi jarak antara senior dan junior

"Menurut saya, semua yang diajukan punya kelebihan-kelebihan kok, tapi tentunya, sosok ke depan yang kita harapkan sosok yang bisa menyatukan Polri. Menyatukan internal Polri, untuk menyatukan internal Polri, tentu mudah-mudahan senior-junior bisa disatukan," ujar politikus PDIP itu.

Selain itu, Herman ingin Kapolri menjadi pemimpin semua personel Polri. Legislator asal NTT ini berharap tak ada lagi kelompok atau blok dalam tubuh Korps Bhayangkara.

"Kemudian, tentu tidak ada lagi orangnya siapa, kelompoknya siapa. Saya kira masyarakat dan media pasti dengar kayak begitu, ini masuk satgas mana, ini orangnya siapa, ini bukan orangnya siapa, kami berharap ke depan figur Kapolri betul-betul menjadi seorang pemimpin yang negarawan, bisa membawa institusi ini promoter yang sebenarnya," imbuhnya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com