Anggota DPRD Dairi Desak Bupati Defenitifkan Puluhan Jabatan Kepsek yang Kosong

* Kadis Pendidikan: Pengangkatan Kepsek Defenitif Sedang Proses

157 view
Anggota DPRD Dairi Desak Bupati Defenitifkan Puluhan Jabatan Kepsek yang Kosong
Foto Dok
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Dairi, Bona Sitindaon
Sidikalang (SIB)
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Dairi, Bona Sitindaon desak Bupati Dairi segera mengangkat/ mengisi puluhan jabatan kepala sekolah (kepsek) tingkat SD dan SMP yang kosong.

Bona Sitindaon, Kamis (7/10) di ruang Fraksi Demokrat DPRD Dairi mengatakan, tidak ada alasan, segera defenitifkan kepala sekolah baik tingkat SD dan SMP. Saat ini, banyak kepala sekolah dijabat pelaksana, bahkan ada yang sudah menjabat pelaksana kepala sekolah selama 2 tahun lebih, misalnya pelaksana kepala sekolah di SD 037150 Sigambir-gambir dan masih terdapat beberapa sekolah lainnya.

Bila kepala sekolah tidak segera didefenitifkan, komitmen Bupati memajukan sektor pendidikan perlu dipertanyakan. Artinya, kemajuan suatu daerah itu, yang dilihat salahsatunya adalah sektor pendidikan.

Perlu ditelusuri, kenapa hingga kini belum diangkat kepala sekolah defenitif. Padahal, Bupati memiliki program untuk memajukan pendidikan, untuk mencapai 'Dairi Unggul'.

"Mengisi kepala sekolah yang kosong harus disegerakan, demi kemajuan pendidikan di Dairi," kata Bona.

Menurutnya, kurang etis bila pelaksana kepala sekolah menjabat selama 2 tahun berturut-turut. Karena surat keputusan (SK) pelaksana biasanya berlaku selama 6 bulan. "Tidak tahu apakah ada perpanjangan SK pelaksana per 6 bulan," ucapnya.

Kepemimpinan kepala sekolah defenitif sudah berbeda dengan pelaksana, dari segi tanggungjawab memajukan sekolah. Kemajuan sekolah sudah pasti terhambat ketika dipimpin pelaksana. Karena pelaksana masih ada keraguan untuk mengambil kebijakan.

"Untuk kemajuan pendidikan Dairi, kepala sekolah harus segera didefenitifkan. Karena pelaksana kepala sekolah tidak bisa bertanggungjawab penuh dan ketika mengambil kebijakan masih ada keraguan," katanya.

Namun, organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi beralasan, guru calon kepala sekolah belum mengikuti seleksi substansi dan belum memiliki nomor unik kepala sekolah (NUKS).

"Sekarang guru yang akan menjadi calon kepala sekolah sudah selesai seleksi substansi dan sudah memiliki NUKS. Dan masih ada beberapa guru yang pernah menjabat kepala sekolah memiliki NUKS. Tetapi hingga sekarang tak kunjung dilantik," ungkap Bona.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dairi, Jonni Waslin Purba lewat telepon mengatakan, saat ini, sebanyak 45 SD dan 4 SMP dipimpin pelaksana. Pengangkatan kepala sekolah masih berproses. Memang guru yang mengikuti seleksi substansi sudah selesai dan NUKS-nya baru keluar Minggu lalu. "Pengangkatan kepala sekolah defenitif sedang proses," katanya. (B3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com