Anies: 1.900 Orang Tunggu Bisa Masuk RS, Antre hingga di Lorong-lorong


182 view
Anies: 1.900 Orang Tunggu Bisa Masuk RS, Antre hingga di Lorong-lorong
Dok. Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Jakarta (SIB)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kondisi warga banyak yang menunggu giliran agar bisa masuk ke rumah sakit (RS). Menurut Anies, warga mengantre hingga di lorong-lorong fasilitas kesehatan yang ada.

"Jadi banyak sekali selama beberapa minggu ini masyarakat yang datang ke rumah sakit, tetapi rumah sakit dalam posisi yang penuh," ujar Anies kepada wartawan, Senin (19/7).

"Jadi yang mengantre, yang berada di IGD, menunggu bisa masuk kamar itu sekitar 1.900 orang. Lalu yang mengantre untuk bisa masuk IGD ada di lorong-lorong puskesmas, di rumah-rumah itu bisa sampai sekitar 1.400 orang, karena keterbatasan kapasitas rumah sakit," tambahnya.

Maka dari itu, kata Anies, rumah sakit sementara seperti RS Darurat Wisma Haji disiapkan untuk menampung pasien Covid-19 yang tidak tertampung rumah sakit. Anies berharap para pasien yang sedang isoman langsung meminta bantuan ke pengurus setempat jika merasakan gejala.

"Kami pun menugaskan kepada lurah, camat untuk mengidentifikasi semua orang di wilayahnya yang sedang isolasi mandiri sehingga mereka kebutuhan pokoknya terpenuhi, kebutuhan obatnya terpenuhi. Kemudian ada fasilitas-fasilitas obat lewat telemedisin, itu sangat bisa dimanfaatkan," lanjutnya.

Namun, bagi warga yang tidak memiliki perangkat digital untuk melakukan telemedisin, Anies mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan.

"Kami menugaskan kepada jajaran untuk membantu warga yang tidak bisa menggunakan perangkat digital untuk konsultasi medis. Karena seluruh konsultasi menggunakan alat digital, sebagian dari masyarakat tidak bisa, nah ada pendampingan untuk bisa membantu itu," imbuh Anies.

Turun
Anies Baswedan juga mengatakan penerapan PPKM darurat membuat mobilitas warga di DKI Jakarta turun signifikan hingga mencapai 50%. Tetapi, Anies menyebutkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 masih membutuhkan waktu.

"Kalau kita melihat dari sisi mobilitas penduduknya sudah terlihat penurunan yang sangat signifikan, kalau itu sampai 50 persen penurunannya. Tetapi, pada angka kasusnya, itu masih akan perlu waktu," kata Anies.

Lebih lanjut, Anies, menjelaskan penanganan Covid-19 selalu membutuhkan waktu. Dia pun menggambarkan kondisi para pasien Covid-19 yang bisa jadi baru melakukan tes antigen atau PCR setelah 5 hari merasakan gejala.

"Lalu sebelum tes dia merasakan gejala mungkin 5 hari sampai seminggu yang lalu, tertularnya bisa jadi 5 hari sebelumnya. Jadi, selalu perlu waktu, karenanya ketika berbicara tentang angka-angkanya kita perlu melihat rata-rata setelah berjalan 2 minggu," ujarnya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com