Anies Ganti RSUD dengan Rumah Sehat, Ketua DPRD: Setop Kebijakan Ngawur


260 view
Anies Ganti RSUD dengan Rumah Sehat, Ketua DPRD: Setop Kebijakan Ngawur
Foto: Ist/harianSIB.com
Logo baru Rumah Sehat untuk Jakarta yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2022).

Jakarta (SIB)

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritik kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengganti nama 'rumah sakit umum daerah (RSUD)' dengan istilah 'Rumah Sehat untuk Jakarta'.

Prasetyo meminta Anies tak membuat kebijakan ngawur.

"Yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat, bukan cuma ganti-ganti nama, kemarin nama jalan sekarang rumah sakit. Setop deh bikin kebijakan ngawur," kata Prasetyo, dalam keterangannya, Rabu (3/8).

Politikus PDIP itu tergelitik oleh istilah 'Rumah Sehat' yang dicanangkan Anies. Menurutnya, penamaan rumah sakit lebih banyak diketahui masyarakat, termasuk sudah tertera dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Jadi memang aturannya di Pasal 1 jelas namanya 'rumah sakit'. Dari dulu kalau kita sakit ke mana sih larinya, ya ke rumah sakit. Memang namanya rumah sakit ya untuk mengobati penyakit. Logikanya kan begitu. Kalau sudah sehat ya kerja, beraktivitas kembali," ucapnya.

Prasetyo menilai Jakarta memiliki permasalahan yang harus segera ditangani Pemprov. Salah satu hal yang disorot adalah tingkat kemiskinan. Jadi, menurut dia, warga perlu solusi dibanding perubahan nama.

"Ini Jakarta lho. Lihat tuh Tanah Tinggi, terus Johar. Mereka itu perlu sentuhan pemerintah, butuh solusi dengan program program yang baik, bukan ganti-ganti nama begitu, itu nggak dibutuhkan masyarakat," terangnya.

Anggota DPRD DKI F-PDIP Gilbert Simanjuntak turut mengkritik Anies. Dia menilai perubahan nama itu membingungkan.

"Mengartikan bahasa Inggris 'hospital' akan menjadi dua arti, Rumah Sehat untuk RSUD DKI dan Rumah Sakit buat RS di luar RSUD, dan keduanya mempunyai arti yang berbeda. Ini akan membingungkan mereka yang sekolah. Ini sama seperti arti rumah singgah yang beda dari rumah tinggal. Secara nasional juga RS masih singkatan rumah sakit, bukan rumah sehat," katanya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com