Anies Terbitkan Ingub-Sergub Natal dan Tahun Baru, Kapasitas Kantor 50%

* Pegawai Pemprov DKI Dilarang Keluar Kota, Tunda Cuti Natal dan Tahun Baru

228 view
Anies Terbitkan Ingub-Sergub Natal dan Tahun Baru, Kapasitas Kantor 50%
Foto: ANDHIKA PRASETIA/detikcom
Anies Baswedan 
Jakarta (SIB)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 64 tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian serta Seruan Gubernur Nomor 17 Tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan masyarakat. Anies menyebut hal ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus Corona (COVID-19) pada menjelang libur Natal dan tahun baru.

"Bahwa perangkat hukum kita berupa Pergub (yang mengatur PSBB) tidak perlu ada perubahan, yang dilakukan tambahan adalah Seruan Gubernur, Instruksi Gubernur, dan SK Kepala Dinas yang relevan karena secara garis besar kita berhadapan dengan musim liburan sesungguhnya memasuki akhir tahun ini," kata Anies dalam rapat koordinasi dengan berbagai SKPD, Rabu (17/12) seperti dikutip dalam website ppid.jakarta.go.id, Kamis (17/12).

Anies menyebut pihaknya akan fokus melakukan pengetatan pada kegiatan di luar rumah. Karena menurut Anies, mulai tanggal 24 Desember sampai 2 Januari potensi masyarakat untuk keluar rumah sangat tinggi.

"Concern kita masa liburan kegiatan bersama dalam lingkar kegiatan non usaha, karena itu seruan kita akan siapkan, bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yaitu pada tanggal 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah," tuturnya.

Anies berharap dengan dikeluarkannya Instruksi Gubernur dan Seruan Gubernur dapat menekan lonjakan kasus virus Corona di DKI Jakarta. Anies mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah jelang Natal dan tahun baru.

"Diharapkan melalui Ingub dan Sergub ini, hal yang tidak kita inginkan (lonjakan kasus) tidak terjadi. Kami mengimbau agar masyarakat tetap memprioritaskan berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendasar atau mendesak, sehingga insyallah ikhtiar kita bersama ini akan membawa kita ke fase selanjutnya yakni masyarakat yang aman sehat dan produktif," ucapnya.

Salah satu poin dan Ingub dan Sergub ini adalah mengenai kapasitas kantor. Dalam Seruan Gubernur Nomor 17 poin 1b Anies membatasi kapasitas jumlah orang yang bekerja di kantor menjadi 50 persen. Selain itu, jam operasional kantor juga dipangkas hanya sampai pukul 19.00 WIB.

"Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab perkantoran atau tempat kerja (kantor) untuk menerapkan batasan jam operasional paling lama pukul 19.00 WIB dan menerapkan batasan kapasitas jumlah orang paling banyak 50 persen yang bekerja di kantor atau tempat kerja dalam satu waktu bersamaan, kecuali yang menyelenggarakan fungsi pelayanan masyarakat dan kedaruratan," demikian bunyi Sergub yang diterbitkan Anies.

TUNDA CUTI NATAL-TAHUN BARU
Anies juga melarang pegawai Pemprov DKI bepergian ke luar kota di masa liburan Natal dan tahun baru. Para pegawai Pemprov DKI juga diminta menunda cuti tahunan.

Ketentuan ini berlaku pada 18 Desember 2020-8 Januari 2021.

"Memastikan pegawai negeri sipil dan nonpegawai negeri sipil untuk tidak bepergian ke luar kota dan menunda pelaksanaan cuti tahunan dalam rangka mendukung pelaksanaan pengendalian kegiatan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di masa libur Hari Raya Natal 2020 dan tahun baru 2021," demikian instruksi Anies ke Kepala BKD.

Anies juga meminta mal, restoran, dan tempat wisata tutup pada pukul 21.00 WIB. Pengecualian ada pada 24-27 Desember dan 31 Desember-3 Januari, yaitu tutup pukul 19.00 WIB.

Dalam keterangan tertulisnya, Anies mengatakan tidak ada perubahan pergub terkait PSBB transisi saat ini jelang libur Natal dan tahun baru.

BAKAL RAPID TEST
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait aturan wajib keluar-masuk Jakarta menggunakan mobil pribadi untuk dilakukan rapid test antigen. Pemprov DKI menyebut rapid test antigen tersebut direncanakan akan dilakukan secara acak menjelang libur Natal dan tahun baru.

"Terkait rapid antigen, jadi sudah diputuskan itu menjadi kebijakan pusat, nasional. Perjalanan udara harus menyertakan hasil rapid antigen atau PCR. Terkait perjalanan darat, dari luar kota ke Bandung dan sebagainya itu nanti kami sedang koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, kemungkinan akan dilakukan rapid antigen secara random," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12). (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com