Asisten SDM Kapolri: Polisi Harus Buka Ruang Diskusi dengan Masyarakat


110 view
Asisten SDM Kapolri: Polisi Harus Buka Ruang Diskusi dengan Masyarakat
Dok.istimewa
Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Wahyu Widada menjadi pembicara pada seminar 'Polri Belajar'
Jakarta (SIB)
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Wahyu Widada mengungkapkan pentingnya membuka ruang diskusi dengan masyarakat. Dengan adanya ruang diskusi dengan masyarakat, diharapkan polisi dapat menyerap aspirasi masyarakat lebih baik lagi.

Hal ini diungkapkan Irjen Wahyu Widada saat memberi seminar 'Polri Belajar'. 'Polri Belajar' merupakan program gebrakan baru Irjen Wahyu Widada.

Dalam seminar pertamanya bertopik 'Membangun Kepercayaan Masyarakat' ini, Wahyu Widada mengungkap pentingnya komunikasi sosial antara polisi dengan masyarakat.

Menurut mantan Kapolda Aceh ini, komunikasi sosial yang lebih mendengarkan masyarakat dan cara penyampaian yang mudah pahami, perlu dijalankan setiap anggota polisi. Wahyu menilai edukasi dan sosialisasi yang telah dilakukan anggota selama ini sudah bagus, namun belum tentu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Anggota polisi harus membuka ruang untuk diskusi dengan masyarakat sehingga intervensi yang diberikan dapat sinergis dan tepat sasaran," ujar Wahyu Widada dalam seminar, Kamis (23/9).

Jenderal bintang dua ini mengatakan, kepercayaan dari masyarakat tidak hanya harus dibangun. Namun, kepercayaan masyarakat terhadap Polri harus selalu dirawat dan dipertahankan melalui pengawasan secara berjenjang dan mengemban nilai moralitas serta humanis.

"Dengan demikian, penyelewengan dan pelanggaran dari internal anggota polisi berkurang dan kualitas anggota Polri dapat menjadi sosok yang dicontoh oleh masyarakat," ujarnya.

Program 'Polri Belajar'
Sekilas tentang 'Polri Belajar' adalah program terobosan Irjen Wahyu Widada selaku Asisten Kapolri Bidang SDM. Program berdurasi 60 menit ini merupakan seminar motivational speech dua arah.

'Polri Belajar' ini rutin digelar setiap Kamis secara daring. Peserta dari Program 'Polri Belajar' adalah perwakilan 3 orang perwira pertama (Pama) yang dipilih oleh Polda masing-masing dan 1 orang Pama yang dipilih dari Satker-satker Mabes Polri.

Dengan adanya program ini diharapkan dapat menjadi sarana mentorship untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas anggota polisi menuju Polri yang Presisi. Program mentorship ini menekankan pentingnya legitimasi polisi dalam persepsi masyarakat. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com