BBM Langka, Nelayan di Asahan Kibarkan Bendera Putih Tak Bisa Melaut

* Polda Sumut Usut Dugaan Mafia BBM

340 view
BBM Langka, Nelayan di Asahan Kibarkan Bendera Putih Tak Bisa Melaut
Dok. Istimewa
Nelayan di Asahan kibarkan bendera putih gegara BBM langka.

Asahan (SIB)

Ratusan nelayan di Desa Silo Baru, Silau Laut, Asahan, Sumatera Utara (Sumut), mengibarkan bendera putih. Mereka menyerah tak bisa melaut gara-gara BBM jenis solar tak bisa didapat.


"Solar langka, susah didapatkan. Bagaimana para nelayan ini bisa pergi melaut keluarga mereka di rumah tidak makan," kata Kepala Desa Silo Baru, Ahmad Sofyan, kepada wartawan, Jumat (15/10).


Dia mengatakan, para nelayan kesulitan mendapat BBM selama setengah bulan terakhir. Dia mengatakan para nelayan harus membeli BBM jenis solar menggunakan jeriken di SPBU yang berjarak 20 km dari desa.


"Daerah Silau Laut ini semua penduduknya nelayan. Karena di sini tidak ada stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN) jadi mereka biasa membeli langsung ke SPBU dengan jeriken. Karena langka, ada kebijakan tidak boleh lagi beli pakai jeriken, kalau ada harganya tinggi, ongkos nelayan ke laut juga tinggi," jelas Sofyan.


Dia berharap pemerintah memberi solusi agar nelayan bisa melaut. Dia berharap penyaluran BBM segera normal lagi.

"Harapannya bisa normal lagi, ini masalah serius bagi para nelayan," kata dia.


Mafia BBM

Sementara itu, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengundang pihak Pertamina terkait BBM langka di sejumlah wilayah di Sumut. Polda Sumut mengaku menemukan ada pengurangan suplai BBM.


"Dalam beberapa hari ini memang terjadi pengurangan dari hasil penyelidikan kita di lapangan. Terjadi pengurangan distribusi BBM dari depo Pertamina ke SPBU-SPBU," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Jumat (15/10).


Panca mengatakan pihaknya kemudian mengundang pihak Pertamina. Polda Sumut, katanya, bakal mendengar alasan dari Pertamina mengapa BBM langka di Sumut.


"Untuk itu, saya sudah menindaklanjuti dengan untuk mengundang kepala pemasaran Pertamina wilayah Medan dan hari ini sedang berlangsung rapatnya di Krimsus. Nanti kita dengar apa alasan dan penyebabnya hingga terjadi pengurangan jumlah kuota BBM yang ada di wilayah Sumut," ucap Panca.


Panca mengatakan, pihaknya sedang mengusut ada-tidaknya dugaan mafia BBM. Meski demikian, dia mengatakan para pemilik SPBU mengeluhkan kuota BBM yang berkurang.


"Kita masih dalami. Tetapi dari hasil wawancara kita dengan pemilik SPBU. Semuanya menyatakan bahwa dari jumlah kuota harian yang diterima itu terjadi pengurangan dari depo Pertamina dan apa penyebabnya Pertamina yang lebih tahu. Makanya sekarang sedang kita laksanakan rapat bersama di Krimsus. Nanti akan kita sampaikan," ucap Panca.


Panca menegaskan tak ada toleransi bagi pihak yang mengambil keuntungan dari kondisi BBM langka di Sumut. Dia berjanji menindak tegas semua pihak yang merugikan warga.


"Khususnya kepada para pihak-pihak yang mencoba mengambil kesempatan dalam keterbatasan distribusi BBM saat ini di wilayah Sumut, saya perlu sampaikan dan tidak ampun bagi pelaku usaha yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kondisi seperti ini," sebut Panca.


"Saya akan tindak tegas karena kepentingan masyarakat harus diutamakan supaya semua berjalan lancar, khususnya perekonomian dan kegiatan masyarakat," sambung Panca.


Warga Teriak BBM Langka

Sebelumnya, warga sejumlah wilayah di Sumut mengeluh BBM langka di SPBU. Sejumlah SPBU menyatakan stok BBM kosong.


Pantauan di Medan, Kamis (14/10), tampak sejumlah SPBU memasang tanda kehabisan stok BBM. SPBU itu memasang tanda kehabisan stok BBM jenis solar.


SPBU yang kehabisan stok BBM itu terletak di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Katamso Medan. Kelangkaan BBM ini juga banyak dikeluhkan warga lewat media sosial.


Selain di Medan, BBM sulit didapatkan di Deli Serdang. Salah satu warga Deli Serdang, Andi, mengatakan dirinya sudah beberapa hari kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.


Warga di Batu Bara, Fadhli Mahsan, juga mengatakan BBM sulit didapat di wilayahnya. Dia mengatakan BBM sulit didapat sejak sepekan lalu.


Stok Aman

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan stok BBM di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi aman. Pihaknya pun telah menyalurkan BBM ke setiap SPBU.


"Stok BBM aman di Sumut, kapal tanker sudah merapat, dan kita sudah menyalurkan BBM ke setiap SPBU," kata Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut, Taufikurachman, Kamis (14/10).


Taufik menjelaskan kapal tanker tersebut bermuatan 15.900 kiloliter (kl). Dengan jumlah tersebut, diperkirakan stok BBM aman untuk beberapa hari ke depan di Sumut.


Selain itu, Taufik menyebut, selama level PPKM menurun, aktivitas masyarakat mulai meningkat. Pertamina Patra Niaga siap memberikan tambahan pasokan BBM untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi, misalnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com