BIN Kantongi Sponsor Demo Rusuh Tolak UU Ciptaker

* Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat Tersangka

257 view
BIN Kantongi Sponsor Demo Rusuh Tolak UU Ciptaker
Foto: Ant/Dhemas Reviyanto
RICUH: Halte Transjakarta Bundaran HI terbakar saat unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (8/10). Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak.
Jakarta (SIB)
Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menyebutkan, pihaknya sudah mengantongi siapa aktor-aktor yang membiayai hingga yang memobilisasi massa, sehingga terjadi pembakaran fasilitas umum dalam demonstrasi UU Ciptaker di Jakarta.

Hanya saja, saat ini masih terus dikumpulkan bukti-bukti pendukung. Karena, nantinya akan dibawa ke ranah hukum, sehingga butuh bukti-bukti dan saksi-saksi yang sangat kuat serta meyakinkan untuk menyeret aktor di balik itu.

"Kalau itu sudah (dalang). Hanya sekarang kan persoalannya harus tahu landasan hukumnya. Kalau misalnya dibawa ke persidangan kan itu harus ada suatu korelasi dari bukti-bukti yang ada. Sehingga kalau misalnya itu lepas nanti tuntutan hukumnya kan jadi lemah. Tapi kalau misalnya nanti tahu-tahu keterangan saksinya juga banyak, keterangan ahli cukup, keterangan lainnya pendukung juga memadai maka ini bisa dibawa ke persidangan," kata Wawan, Sabtu (10/10).

Aparat keamanan saat ini masih terus mendalami, dengan mengumpulkan informasi yang banyak. Wawan menjelaskan, terutama menyusuri ke massa yang diamankan untuk mendapat informasi siapa yang membiayai mereka dan merekrut mereka untuk bergerak ke Ibu Kota.

"Kemudian juga dari siapa yang meng-hire di lapangan untuk mengajak para peserta bergerak ke Jakarta dari daerah-daerah yang lain juga diperoleh. Sehingga nanti tinggal kita sinkronisasi kemudian pembuktian serta juga keterangan saksi maupun keterangan dari pelaku serta juga data pendukung lainnya termasuk juga keterangan ahli," tutur Wawan.

Siapa yang dimaksud, Wawan mengatakan belum bisa diungkap. Apalagi pihak kepolisian juga terus bergerak untuk mengumpulkan informasi. Namun ia mengatakan, proses ini akan dipercepat sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya.

Aksi demonstrasi menolak pemberlakuan UU Ciptaker pada 8 Oktober 2020 berakhir dengan aksi kericuhan di beberapa lokasi.

Bahkan, sejumlah fasilitas publik dan pos polisi tak luput dari aksi pembakaran. Setidaknya ada 20 halte TransJakarta dan tiga stasiun MRT yang dirusak dan dibakar.

Jadi Tersangka
Sementara itu, Polri menetapkan tiga anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai tersangka. Ketiganya langsung ditahan.

"Sudah ditahan," kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/10).
Tiga anggota yang dimaksud adalah Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat. Ketiganya diketahui ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda.

"Namanya sudah ditahan, sudah jadi tersangka," jelas Awi.

Seperti diketahui, Tim Cyber Bareskrim Polri menangkap delapan orang dari KAMI. Polri menyebut penangkapan itu terkait demo menolak omnibus law Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Awi menyampaikan penangkapan kedelapan orang itu bermula dari percakapan di grup WhatsApp.

"(Penangkapan bermula dari) percakapan di grup WhatsApp," ujarnya, Senin (13/10).

Awi menyebutkan, dari delapan anggota KAMI yang ditangkap, empat di antaranya dari Medan dan Jakarta.

Awi menyebut empat orang berasal dari KAMI Medan dan empat orang dari KAMI Jakarta. "Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin," kata Awi. (VIVA/detikcom/d)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com