Banding Kandas, PT Medan Tetap Hukum Meliana Pengkritik Volume Azan 18 Bulan Bui


412 view
Banding Kandas, PT Medan Tetap Hukum Meliana Pengkritik Volume Azan 18 Bulan Bui
SIB/INT
Ilustrasi
Medan (SIB)- Pengadilan Tinggi (PT) Medan memutuskan tetap menghukum Meliana yang mengkritik volume azan. Alhasil, ia tetap dihukum 18 bulan penjara sesuai putusan PN Medan.

Kasus bermula saat Meliana mengeluhkan volume azan di lingkungan rumahnya pada Juli 2016. Keluhan itu membuat warga marah dan mereka memprovokasi warga sehingga rumah Meliana dirusak, serta rumah ibadah nonmuslim ada yang dibakar.

MUI kemudian mengeluarkan Keputusan Nomor: 001/KF/MUI-SU/I/2017 tanggal 24 Januari 2017 tentang Penistaan Agama Islam oleh Saudari Meliana di Kota Tanjungbalai. Meliana dianggap menista agama Islam.

Jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Atas hal itu, Meliana banding tapi ditolak.

"Menguatkan putusan 1612/Pid.B/2018/PN.Mdn," demikian lansir website PT Medan sebagaimana dikutip, Jumat (26/10/2).

Putusan itu diketok pada Kamis (25/10) dengan ketua majelis Daliun Sailan serta anggota majelis Prasetyo Ibnu Asmara dan Ahmad Ardiana Patria. Vonis nomor 784/Pid/2018/PT.MDN itu dibacakan setelah 3 kali sidang. 

Kronologi
Berikut konologi kasus tersebut:

Juli 2016
Meliana datang ke kios di Jalan Karya Lingkungan I Kelurahan Tanjungbalai Kota I Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai, Sumut.
"Kak, tolong bilang sama uak itu, kecilkan suara mesjid itu kak, sakit kupingku, ribut," kata Meiliana ke Kasini alias Kak Uo.
"Iyalah nanti kubilangkan," jawab Kak Uo.

29 Juli 2016
Massa gaduh dan terprovokasi oleh segelintir orang. Jelang malam, massa tidak terkendali dan melempari dan merusak rumah Meliani. Selain itu, vihara yang ada di kota itu juga ikut dirusak.

19 Desember 2016
MUI Kota Tanjungbalai memutuskan ucapan/ujar yang disampaikan oleh Sdri meliana atas suara azan yang berasal dari mesjid Al-Maksum perendahan dan penistaan terhadap suatu agama Islam.

MUI merekomendasikan kepada pihak Kepolisian untuk segera menindaklanjuti proses penegakan hukum atas saudari Meliana.

23 Januari 2017
Perusak dan pembakar vihara dihukum, yaitu:
1. Abdul Rizal dihukum 1 bulan 16 hari.

2. Restu dihukum 1 bulan dan 15 hari.

3. M Hidayat Lubis dihukum 1 bulan dan 18 hari.

4. Muhammad Ilham dihukum 1 bulan dan 15 hari.

5. Zainul Fahri dihukum 1 bulan dan 15 hari.

6. M Azmadi Syuri dihukum pidana 1 bulan dan 11 hari.

7. Heri Kuswari dihukum 1 bulan dan 17 hari (kena pasal kasus pencurian).

8. Zakaria Siregar dengan pidana 2 bulan dan 18 hari.

30 Mei 2018
Meliana mulai duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.
Jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara.

21 Agustus 2018
PN Medan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara ke Meliana.

25 Oktober 2018
PT Medan menolak banding Meliana. (detikcom/d)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com