Ketua DPRD SU Desak Menteri PUPR

Bangun Segera Jalan Tol atau Jalur Alternatif Medan-Berastagi

* Jangan Biarkan Pengguna Jalan Terus Jadi Korban

231 view
Bangun Segera Jalan Tol atau Jalur Alternatif Medan-Berastagi
Foto Dok
Drs Baskami Ginting
Medan (SIB)
Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mendesak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk segera membangun jalan tol atau jalur alternatif lain, guna mengatasi kemacetan dan bahaya longsor di Jalan Medan - Berastagi, yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Menteri PUPR sudah saatnya mendengarkan jeritan hati masyarakat pengguna jalan di jalur Medan - Berastagi, dengan sesegera mungkin membangun jalan tol atau jalur alternatif mengatasi kemacetan yang semakin parah serta longsor yang sangat membahayakan," tegas Baskami Ginting kepada wartawan, Senin (25/10) di DPRD Sumut.

Politisi PDI Perjuangan Sumut ini bahkan mengingatkan Menteri PUPR dan Kepala Balan Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Sumut agar tidak lagi membiarkan pengguna jalan terus jadi korban tertimpa tanah longsor di jalur Medan - Berastagi, seperti yang terjadi di tikungan Tirtanadi Sibolangit, Sabtu (23/10) yang menelan korban 3 orang meninggal dunia.

"Perlu menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR, bahwa di jalur Medan - Berastagi sudah berkali-kali terjadi longsor, disusul penyempitan jalan di beberapa titik yang mengakibatkan kemacetan parah sampai beberapa jam, sehingga sangat merugikan masyarakat pengguna jalan," tandas Baskami.

Akibatnya, para pengguna jalan, khususnya masyarakat dari 6 kabupaten (Karo, Deliserdang, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat dan Aceh Singkil), kata Baskami, sudah berulang kali melakukan unjuk rasa ke DPRD Sumut, menuntut segera dibangun jalan tol atau jalan alternatif, guna mengatasi kemacetan, agar hasil-hasil pertanian mereka yang dijual ke Kota Medan tidak lagi busuk di jalan.

"Masyarakat sangat berharap adanya perhatian khusus dari Kementerian PUPR dan BBPJN II Sumut terhadap kondisi Jalan Medan- Berastagi saat ini, mengingat jalur itu sebagai salah satu gerbang menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, yang perlu dibenahi," tandas Kepala Baguna DPD PDI Perjuangan Sumut itu.

Baskami juga mengakui, pihaknya bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, BBPJN II Sumut, Dinas BMBK Sumut, Pemkab Karo, Dairi, Deliserdang dan Simalungun telah berulang kali membicarakan usulan pembangunan jalan tol dan jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan jalur Medan - Berastagi tersebut dan hasilnya sudah disampaikan ke Kementerian PUPR.

"Hanya pembangunan jalan tol dan jalur sejajar yang bisa mengatasi keluhan masyarakat dari kemacetan dan longsor, sehingga kita sudah tawarkan pembangunan jalur alternatif lewat Desa Jaranguda Berastagi - Laugedang - Sembaikan - Kutambaru Deliserdang - Tuntungan - Medan dengan jarak sekitar 50 Km," katanya.

Namun usul tersebut sampai saat ini belum ada realisasi dari Kementerian PUPR, sehingga perlu ada kolaborasi antar stakeholder, baik masyarakat, Pemprov Sumut, Bupati dan DPRD dari 6 kabupaten, DPRD Sumut dan DPR RI Dapil Sumut, untuk bersama-sama "menekan" Kementerian PUPR, untuk mempercepat proses pembangunan jalan tol atau jalur alternatif tersebut.

Buka Opsi
Terpisah, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, membuka opsi penerapan ganjil-genap di jalur Medan menuju Berastagi, Karo. Dia mengatakan hal itu ditujukan untuk mengatasi macet yang sering terjadi di jalur tersebut.

"Paling bagus nanti kita atur mungkin seperti ganjil-genap, ini yang akan kita evaluasi," kata Edy di rumah dinas Gubernur, Medan, Senin (25/10).

Sebagai informasi, Berastagi, Karo, merupakan kawasan wisata ternama di Sumut. Jalur dari Medan menuju Berastagi sering macet saat akhir pekan karena ramainya kendaraan menuju Berastagi dan lokasi wisata lain di daerah dataran tinggi itu.

Edy menilai, salah satu pemicu kemacetan adalah banyaknya truk yang juga melintas ke arah Berastagi saat akhir pekan. Edy mengatakan tak mungkin melarang truk pembawa logistik melintas ke arah Berastagi karena berpotensi mengganggu kehidupan warga. "Kalau itu tidak boleh kita jalankan, logistik akan kita jadikan persoalan itu terganggu lah semua ini," ujarnya.

Selain mempertimbangkan ganjil-genap, Edy mengatakan pihaknya bakal memperlebar jalur Medan-Karo. Dia mengatakan pihaknya juga bakal melakukan penguatan tebing-tebing di sepanjang jalur Medan-Berastagi untuk mencegah longsor.

"Itu kan dilebarkan, jalan itu di perkeras, diperkuat," tuturnya.

Jalur Medan-Berastagi memang kerap dilanda longsor. Terbaru, longsor terjadi di Sibolangit, Sabtu (23/10). Edy mengatakan wilayah itu sedang dalam proses perbaikan. Namun diterjang hujan dan terjadi longsor. "Inilah ada perbaikan-berbaikan tanah, rute infrastruktur yang dari sini menuju Berastagi. Memang itu belum sempurna, tahu-tahu hujan seperti itu hingga longsor dia," ujar Edy. (A4/Detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com