Bantah Anggota DPRD SU, Pemprov: Tidak Benar Sumut akan Pinjam Dana ke Investor


190 view
Bantah Anggota DPRD SU, Pemprov: Tidak Benar Sumut akan Pinjam Dana ke Investor
Foto Dok
Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM
Medan (SIB)
Pemprov (pemerintah provinsi) Sumut membantah akan meminjam dana ke investor untuk membangun jalan provinsi yang dikatakan Plt Kadis Kominfo Sumut Aziz kepada wartawan, Senin (6/12) menanggapi adanya pernyataan anggota DPRD Sumut yang menyebut, Pemprov Sumut telah mewacanakan untuk meminjam dana ke investor.

Sebelumnya, hal ini akan dikonfirmasi wartawan ke Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, orang nomor satu di Sumut itu ternyata sedang kunjungan kerja ke Surabaya.

Namun Plt Kadis Kominfo Sumut Aziz menjelaskan, tidak benar Pemprov Sumut mau meminjam dana ke investor.

"Kita sudah koordinasi dengan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut Bambang Pardede, bahwa Pemprov Sumut tidak ada mau minjam ke investor untuk membangun jalan provinsi yang rusak di Sumut. Tapi gubernur hanya mengatakan akan membangun seluruh jalan yang rusak di Sumut," ujar Aziz tanpa menyebut dari mana dana membangun jalan tersebut.

PINJAM DANA
Sebelumnya anggota DPRD Sumut Ir Parlaungan Simangunsong menegaskan, Pemprov Sumut sudah mewacanakan untuk meminjam dana ke investor China sebesar Rp2,7 triliun, untuk "memuluskan" infrastruktur jalan dan jembatan di Sumut yang saat ini banyak sudah "kupak-kapik".

"Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah membicarakan soal pinjaman dana sebesar Rp2,7 triliun itu dengan DPRD Sumut baru-baru ini. Namun wacana tersebut belum final, karena masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi," tandas Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Minggu (5/12) di Medan.

Ditambahkannya, anggota dewan pada umumnya merespon positif langkah yang akan ditempuh Gubernur Sumut untuk meminjam dana dari investor China dengan pembayaran cicilan selama dua tahun atau berakhir 2023 melalui dana APBD Sumut, karena akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah ini.

"Kita tahu, dana perbaikan jalan dan jembatan yang rusak di Sumut hanya dialokasikan sebesar Rp1 triliun di APBD Sumut TA 2022 melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, sangat tidak mencukupi, sehingga gubernur "putar otak" dengan meminjam anggaran dari investor China untuk memuluskan jalan di daerah ini," tegas Parlaungan.

Menurut Ketua AKLI Sumut ini, jika nanti pinjaman tersebut bisa terealisasi, diharapkan Pemprov Sumut memprioritaskan perbaikan jalan menuju kawasan penghasil pertanian, perkebunan, wisata maupun pembangunan jalan baru atau jalan alternatif Medan - Berastagi, guna menghindari kemacetan di jalur utama Medan - Berastagi.

"Dari informasi yang kita peroleh, dana pinjaman ke investor China ini sudah diplot, di antaranya untuk perbaikan jalan provinsi, seperti jalan Aek Nabara menuju Labuhan Bilik Kabupaten Labuhanbatu, sejumlah ruas jalan di Kota Pematangsiantar dan Simalungun, pembangunan jalan alternatif Medan - Berastagi sebagai kawasan wisata, dan sejumlah ruas jalan lainnya," tandas anggota Komisi E ini.

Namun, Parlaungan mengharapkan kepada Gubernur untuk memberikan penjelasan secara terperinci nantinya kepada anggota DPRD Sumut, agar tidak ada hal-hal yang tersembunyi atau misi politik tertentu atas wacana pinjaman dana tersebut. "Kita semua menginginkan ketransparansian," katanya. (A13/A4/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com