Bantah Taliban, Pentagon Tegaskan Militer AS Masih Kuasai Bandara Kabul

AS Bertekad Tuntaskan Evakuasi di Bandara Kabul Meski Ada Ancaman

262 view
Bantah Taliban, Pentagon Tegaskan Militer AS Masih Kuasai Bandara Kabul
Foto:BBCNews/Int
AWASI BANDARA: Sejumlah prajurit militer AS mengawasi area bandara Kabul. Pentagon menegaskan bahwa militer AS masih menguasai penuh bandara Kabul, yang diklaim Taliban, Sabtu (28/8) telah mereka kuasai sebagian.
Kabul (SIB)
Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) membantah klaim kelompok Taliban yang menyebut para petempurnya kini mengendalikan operasional bandara Kabul di Afghanistan. Ditegaskan Pentagon bahwa bandara Kabul masih sepenuhnya dikuasai oleh militer AS.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (28/8), penegasan itu disampaikan juru bicara Pentagon, John Kirby, setelah sejumlah laporan menyebut para petempur Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan, telah memasuki fasilitas bandara yang sebelumnya diamankan tentara AS.

Petempur Taliban diketahui bertugas menjaga keamanan perimeter bandara Kabul, saat proses evakuasi yang diamankan tentara AS berlangsung di dalam bandara dalam beberapa hari terakhir. "Mereka tidak bertanggung jawab atas gerbang manapun, tidak bertanggung jawab atas operasional bandara. Itu masih di bawah kendali militer AS," tegas Kirby.

Juru bicara Taliban, Bilal Karimi, pada Jumat (27/8) waktu setempat mengumumkan bahwa Taliban telah mengambil alih kendali atas sebagian bandara Kabul. "Hari ini, tiga lokasi penting di bagian militer bandara Kabul dievakuasi oleh Amerika dan ada di bawah kendali Emirat Islam," sebut Karimi dalam pernyataan via Twitter, menggunakan nama resmi pemerintahan Taliban. "Sekarang, sebagian kecil tetap dikuasai Amerika," imbuhnya.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Reuters, dua tokoh senior Taliban menyatakan kelompoknya telah mengambil posisi dan siap mengambil alih kendali penuh paling cepat pada akhir pekan ini, saat seluruh tentara AS ditarik dari Afghanistan. "Ini hanya masalah waktu," sebut salah satu tokoh senior Taliban yang tidak disebut namanya itu. "Segera setelah Amerika pergi, mereka hanya perlu memberi kami sinyal dan kami akan mengambil alih. Ini bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini," imbuhnya.

Lancarkan Serangan
Sementara itu, Amerika Serikat telah melancarkan serangan dengan pesawat tidak berawak atau drone ke basis ISIS-K di Afghanistan Timur, ujar juru bicara milter AS, Jumat (27/8). Komando Pusat AS mengatakan serangan terjadi di provinsi Nangarhar, timur Kabul dan berbatasan dengan Pakistan. "Indikasi awal adalah bahwa kami membunuh target. Kami tidak mengetahui ada korban sipil," tulis pernyataan militer AS.

Seorang sumber di pemerintahan AS menyebut serangan dilancarkan sebagai respons atas serangan susulan yang mungkin dilakukan ISIS usai serangan di bandara Kabul pada Kamis (26/8) malam. Presiden AS Joe Biden sebelumnya berjanji memburu ekstrimis pelaku teror tersebut, yang telah merenggut 13 nyawa prajurit militer AS. Dalam pidato, Biden mengatakan bahwa pelaku tidak dapat bersembunyi. Dia bersumpah akan menyerang kembali afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan. "Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya,"

Tuntaskan Evakuasi
Amerika Serikat (AS) menyatakan tetap bertekad melanjutkan proses evakuasi warga sipil di bandara Kabul, Afghanistan, meski ada ancaman keamanan. Hal ini disampaikan setelah terjadi serangan bom bunuh diri di gerbang bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 180 orang, termasuk 13 tentara AS.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (28/8), para pejabat militer AS mengakui bahwa nyaris tidak mungkin untuk menghapus ancaman serangan lainnya terhadap proses evakuasi di bandara Kabul yang berlanjut hingga batas waktu penarikan tentara AS pada 31 Agustus mendatang.

"Kita telah melihat secara langsung betapa berbahayanya misi itu. Tapi ISIS tidak akan menghalangi kami untuk menyelesaikan misi ini," ucap Mayor Jenderal Hank Taylor kepada wartawan.

Serangan bom pada Kamis (26/8) malam waktu setempat menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi dalam proses evakuasi di bandara Kabul. Disebutkan AS bahwa sedikitnya 105.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan sejak operasi dimulai pada pertengahan Agustus ketika Taliban mengambil alih kekuasaan.

Jenderal Taylor menyebut 12.500 orang dievakuasi dalam 24 jam terakhir, dengan menggunakan 89 penerbangan AS dan koalisi. Dalam pernyataan pada Jumat (27/8) waktu setempat, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengungkapkan masih ada sekira 5.400 orang di dalam bandara Kabul yang menunggu dievakuasi. Ditegaskan Jenderal Taylor bahwa AS akan mengevakuasi orang-orang hingga saat-saat terakhir.

Sebelumnya juru bicara Pentagon, John Kirby, menyatakan masih ada ancaman kredibel terhadap proses evakuasi di bandara Kabul. "Kami masih meyakini adanya ancaman-ancaman kredibel dan spesifik," tegasnya.

"Kami tentu bersiap dan akan memperkirakan adanya upaya-upaya di masa mendatang, tentu saja," imbuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Lebih dari 5.000 tentara AS yang dikerahkan ke bandara Kabul berperan sebagai penjaga gerbang, dengan memeriksa para pengungsi sambil menjaga keamanan. "Kami harus memeriksa orang-orang sebelum mereka masuk ke dalam lapangan terbang. Kami harus memastikan mereka tidak membawa bom atau senjata jenis lainnya yang pada akhirnya bisa masuk ke dalam pesawat," tegas Kepala Komando Pusat Militer AS, Jenderal Kenneth McKenzie. (AFP/CNN/detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com