Baru Terpakai Separuh, Pemda Diminta Percepat Serapan Anggaran PEN


117 view
Baru Terpakai Separuh, Pemda Diminta Percepat Serapan Anggaran PEN
Foto: Muhammad Ridho
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Pemerintah berupaya menggenjot penyerapan Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Namun, berdasarkan data terbaru, realisasi dana PEN baru mencapai sekitar separuh dari pagu yang telah ditetapkan.

Terkait capaian tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta semua pihak termasuk pemerintah daerah aktif memercepat penyerapan anggaran secara efektif dan akuntabel.

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan capaian serapan anggaran PEN 2021 karena kami yakin semakin cepat anggaran tersalurkan, semakin cepat program bantuan untuk masyarakat yang terdampak pandemi dapat terealisasi," kata Johnny dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9).

Hingga 10 September 2021, atau jelang akhir kuartal III 2021, realisasi anggaran program PEN mencapai Rp 377,5 triliun atau 50,7% dari pagu Rp 744,77 triliun. Adapun, rincian penyerapan anggaran tersebut antara lain.

Anggaran perlindungan sosial (perlinsos) terealisasi 108,16 atau 57,9% dari pagu Rp 186,64 triliun.

Anggaran kesehatan terealisasi Rp 93,45 triliun atau 43,5% dari pagu Rp 214,96 triliun.

Anggaran klaster program prioritas terealisasi Rp 58,04 triliun atau 49,2% dari pagu Rp 117,94 triliun.

Anggaran klaster dukungan kepada UMKM serta korporasi terealisasi Rp 59,93 triliun atau 36,9% dari pagu Rp 162,40 triliun.

Anggaran insentif usaha terealisasi Rp57,92 triliun atau 92,2% dari pagu Rp 62,83 triliun.

Johnny menjelaskan serapan Anggaran PEN harus dipercepat karena dibutuhkan masyarakat yang terdampak pandemi. Anggaran perlindungan sosial, misalnya, telah direalisasikan dalam Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang dicairkan kepada 3,4 juta pekerja, masing-masing menerima sebesar Rp 1 juta.

Selain itu, Bantuan Presiden untuk usaha mikro menjangkau 12,71 juta pelaku usaha mikro dengan nilai Rp 1,2 juta untuk setiap penerima. Pemerintah juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pedagang kaki lima (PKL) dan pengusaha warung. Uji coba bantuan ini dilaksanakan di Medan dan telah diterima 1 juta PKL serta pemilik warung, masing-masing sebesar Rp 1,2 juta.

Ia menambahkan, pemerintah optimistis serapan anggaran dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Pemerintah juga telah mendesain APBN secara fleksibel agar dapat dioptimalkan dalam upaya penanganan dan pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi.

Pemerintah juga terus melakukan upaya pemantauan, guna mendorong semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar mengakselerasi penyerapan anggaran secara efektif dan akuntabel. Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan bergerak cepat dan berinovasi, baik dalam bentuk kebijakan dalam kewenangannya, maupun melalui berbagai program kerja.

"Keterbukaan informasi terkait realisasi PEN yang masih berada di angka 50% ini merupakan upaya transparansi kepada publik, agar dapat kita monitor bersama. Pemerintah mengharapkan semua pihak terkait dapat terus berkolaborasi untuk mempercepat penyerapan anggaran ini," ujar Johnny. (Detikfinance/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com