Belum Lengkap, Berkas Dugaan Korupsi Rp 10 M di UIN SU Dikembalikan ke Polda Sumut


210 view
Foto: Istimewa
Kampus UINSU.
Medan (SIB)
Berkas dugaan korupsi Rp 10 miliar lebih di Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU) Jalan William Iskandar Pasar V, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, yang dikirim penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, berulang kali dikembalikan JPU (Jaksa Penuntut Umum) di Kejatisu dengan alasan belum lengkap.

"Iya benar, sudah berulang kali dikirim penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut berkas perkara dugaan korupsi UINSU Rp10 M ke Kejatisu, namun selalu dikembalikan Jaksa ke penyidik Polda Sumut, karena berkas belum lengkap," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Jhon Charles Edison Nababan lewat Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi SIB, Senin (26/4) malam lewat telepon selulernya.

Lanjut MP Nainggolan, terakhir diketahuinya penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut kembali mengirim berkas ke JPU di Kejatisu pada Selasa (20/4) lalu.

" Kita tidak mengetahui, sudah berapa kali berkas itu dikembalikan JPU Kejatisu ke Polda Sumut, namun saat ini berkas perkaranya belum selesai dari penyidik Tipikor Polda Sumut " kata Nainggolan, mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Sebelumnya diberitakan SIB, Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan 3 tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) tahun ajaran 2018.

Ketiga tersangka yaitu SS, merupakan aparat sipil negara (ASN) atau pejabat pembuat komitmen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, JS selaku Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa (MKBB) dan Prof S selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Penetapan 3 tersangka berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor: R-64 / PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020 sebesar Rp10.350.091.337.

Adapun barang bukti yang disita yakni surat kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan tahun ajaran 2018, dokumen pelaksanaan pencairan anggaran, laporan hasil pemeriksaan audit fisik oleh tim ahli dari ITS Surabaya, LHP PKKN BPKP Perwakilan Sumut.

Kasus itu berawal pada Juli 2017 lalu, Rektor UINSU Medan Prof S memerintahkan Kabag Perencanaan dan Keuangan untuk membuat proposal pengajuan pembangunan gedung kuliah terpadu di UINSU Medan kepada Kementerian Agama RI.

Dengan surat Rektor UIN Sumatera Utara Nomor : B.305 / Un.11.R2 / B.II.b / KS.02 / 07 / 2017, tanggal 4 Juli 2017, jumlah anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp49.999.514.721, kemudian disetujui Kementerian Agama RI sebesar Rp50 miliar.

Namun, kondisi bangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan yang dikerjakan PT MKBP tidak selesai dan tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya, sedangkan negara telah membayar 100 persen untuk pembangunan gedung tersebut.

Bahkan, salah satu petunjuk JPU Kejati Sumut antara lain untuk melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta.

Pemeriksaan itupun dibenarkan MP Nainggolan. Katanya, penyidik Polda Sumut juga telah melakukan pemeriksaan saksi di Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta dalam kasus dugaan korupsi UINSU yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar lebih itu. (A18/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com