Besok, Vaksinasi Corona Tahap II Dimulai

* Menkes Minta Pemda Segera Habiskan Persediaan Tahap I

239 view
Besok, Vaksinasi Corona Tahap II Dimulai
Foto Dok
Maxi Rein Rondonuwu dan Doni Monardo
Jakarta (SIB)
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu membeberkan rencana vaksinasi corona tahap II yang segera dimulai. Tepatnya besok, Rabu (17/2) dengan sasaran petugas pelayanan publik dan lansia.

"Program vaksinasi tahap kedua ini akan berlangsung mulai bulan Februari (tanggal 17) dan kita harapkan dapat selesai pada bulan Mei," kata Maxi dalam jumpa pers virtual yang ditayangkan di Youtube Kemenkes, Senin (15/2).

"Pada bulan Mei juga kita akan memulai juga tahapan untuk masyarakat lainnya," imbuh dia.

Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 orang. Terdiri dari 21 juta orang lebih lansia dan hampir 17 juta pekerja pelayanan publik.

"Pentahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan juga roadmap dari organisasi kesehatan dunia WHO. Juga dari Strategi Advisory Group of Expert on Immunization atau (SAGE)," tuturnya.

Dihabiskan
Maxi Rein Rondonuwu juga meminta pemerintah daerah (Pemda) segera menghabiskan persediaan vaksin tahap pertama yang sudah didistribusikan.

Hal ini mengingat ada batas waktu kedaluwarsa vaksin Covid-19, yakni setelah enam bulan. "Kami meminta agar pemda segera menghabiskan vaksin tahap pertama yang sudah didistribusikan sebelum kami mengirim pasokan berikutnya mengingat vaksin ini ada batas kedaluarsanya, yaitu bulan bulan," ujar Maxi.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 tahap kedua juga menyasar pekerja publik terdiri dari pendidik (guru dan dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah.

Kemudian, personel TNI, anggota Polri, personel Satpol PP, pelayan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, pemadam kebakaran), transportasi publik, atlet, wartawan dan pelaku sektor pariwisata (staf hotel, restauran dan tempat wisata).

Maxi menjelaskan, kelompok masyarakat yang masuk dalam prioritas vaksinasi tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi. Karenanya, mereka sangat rentan terpapar Covid-19. "Ketika mereka terlindungi lewat vaksinasi, maka kita dapat menurunkan laju penyebaran virus, mengurangi beban rumah sakit serta membantu tenaga kesehatan," tuturnya.

Target
Terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengharapkan Indonesia bisa bebas dari virus Corona (Covid-19) pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2021 mendatang.

Hal ini dijelaskannya, berkaca pada penurunan angka kasus aktif atau orang yang dalam perawatan Covid-19 yang mengalami penurunan dalam sepekan terakhir.

“Pada sepekan lalu angka kasus aktif 176.000-an, baik tanpa gejala, gejala ringan, sedang, berat, bahkan kritis. Namun, dari data Satgas kemarin, kasus aktif sudah 161.000 orang. Sudah turun 15.000-an orang dalam kurun waktu sepekan. Artinya ada hal positif yang sudah dilakukan semua pihak,” kata Doni saat melakukan sambutan Rapat Koordinasi Satgas, Minggu (14/1).

Dia berharap, dengan inovasi dan kerja keras dari semua pihak yang tiada henti, masyarakat bersama pemerintah bisa semakin mampu menekan kasus Covid-19.

“Target kita 17 Agustus kita betul-betul bisa bebas dari Covid-19. Artinya Covid-19 dalam posisi yang bisa dikendalikan,” ujarnya.

Doni juga berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya penanganan Covid-19. Pasalnya, Doni menilai masyarakat sendiri yang bisa mencari cara terbaik, membuat kesepakatan, melakukan pertemuan, koordinasi, agar semua pihak menyadari pentingnya taat dan patuh protokol kesehatan.

“Ini yang terpenting adalah disiplin dan patuh melaksanakan protokol kesehatan, disiplin dan mentaati semua ketentuan yang sudah dibuat pemerinntah,” jelasnya.

Lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai dari ranah RT/RW, diharapkan daerah padat penduduk, terutama di perkotaan, terutama di tempat permukiman padat seperti rusun dan apartemen hendaknya bisa mendapat cara terbaik untuk meredam kasus harian dan kasus aktif.

Masih Mungkin Tertular
Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 masih mungkin tertular virus corona. Namun demikian, vaksinasi membuat tubuh orang tersebut menjadi lebih kuat dari serangan virus. "Masih mungkin dia untuk diserang virus Covid-19. Tapi dengan dia punya vaksin dia punya pertahanan yang artinya nanti membuat dia tidak menjadi sakit," kata Nadia melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/2).

Nadia mengatakan, hasil uji klinis terhadap vaksin Covid-19 menyebutkan bahwa vaksin tersebut melindungi tubuh dari gejala virus corona di level berat hingga mematikan. Oleh karenanya, vaksin diharapkan menjadi solusi bagi seseorang yang terserang virus corona, bahkan dengan jumlah virus yang lebih banyak dan kuat.

"Jadi kita bisa melihat proteksi yang betul-betul diberikan oleh vaksin ini adalah mencegah kita kalau sakit menjadi sakitnya bertambah parah," terang Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes itu.

Menurut Nadia, vaksin akan membentuk antibodi atau imunogenitas pada orang yang telah disuntik. Ketika seseorang disuntik vaksin dosis pertama, diperkirakan antibodi yang terbentuk mencapai 60 persen.

Antibodi diharapkan meningkat menjadi 95 persen 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua. Oleh karenanya, kata Nadia, penyuntikan vaksin dosis kedua menjadi sangat penting. "Jadi sebagian besar dari vaksin untuk Covid-19 ini imunogenitas atau antibodi yang kita harapkan lebih dari 95 persen. Itu baru bisa tercapai setelah dua kali suntikan dalam rentang waktu tertentu," kata dia.

Saat ini vaksinasi terus berlanjut ke seluruh pelosok negeri dan memprioritaskan tenaga kesehatan. Ditargetkan vaksinasi menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa dan selesai dalam waktu satu tahun. (Kumparan/Kompas.com/Bisnis.com/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com