Tokoh Gereja Dukung Pemerintah Terapkan Level 3

Biarlah Natal Agak Sepi Dulu, Asal Bisa Kembali Sedia Kala

Bishop GMI Imbau Perantau Jangan Pulang Kampung

213 view
Biarlah Natal Agak Sepi Dulu, Asal Bisa Kembali Sedia Kala
Foto Kolase
Bishop Kristi Wilson Sinurat STh MPdPdt Dorkas Obienti Daeli MThPdt Dr Victor Tinambunan
Medan (SIB)
Pemerintah akan menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Kebijakan pemerintah tersebut mendapat respon positif dari tokoh gereja Sumatera Utara seperti, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sumut terpilih Pdt Dr Victor Tinambunan, Bishop GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat STh MPd dan Sekretaris Umum Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Pdt Dorkas Obienti Daeli MTh.

Ketua Umum PGI-W Sumut terpilih Pdt Dr Victor Tinambunan mengatakan, pemerintah tentu sudah mengkaji dan mempertimbangkannya. Penetapan ini pasti demi kebaikan bersama. Karenanya seluruh komponen bangsa termasuk gereja dan orang-orang Kristen harus menyambutnya secara positif dan mematuhi sepenuh hati. “Gereja-gereja anggota PGI-W Sumut kami imbau untuk hadir sebagai bagian dari solusi terhadap masalah bukan memperparah masalah,” kata Pdt Victor Tinambunan kepada wartawan, Kamis (18/11).

Pdt Victor Tinambunan yang juga Sekjen HKBP ini menilai kalau pemerintah sudah melakukan yang terbaik mengatasi masalah Covid-19 dan hasilnya nyata. Keadaan masyarakat terkait Covid-19 sudah lebih baik. Upaya pemerintah yang sangat baik harus diapresiasi. Jangan sampai gereja jadi penular Covid, tapi harus ambil bagian sebagai pemutusan mata rantai Covid.

“Para hamba Tuhan sangat diharapkan untuk bersatu padu dengan pemerintah dan seluruh warga bangsa mengakhiri pandemi ini. Lebih baik kehilangan sesuatu ketimbang segala sesuatu. Lebih baik kehilangan kesempatan berkumpul di keramaian ketimbang tidak ada kesempatan berkumpul selama-lamanya,” tegasnya.

Imbauan ini disampaikannya tidak hanya kepada jemaat HKBP, demikian halnya dengan semua denominasi yang lain. Meski ada perbedaan tetapi memiliki Tuhan yang sama dan tugas panggilan bersama: yakni merawat kehidupan. Kebersamaan mengatasi Covid adalah kekuatan bersama.

“Kita bersama menerapkan prokes dengan dengan ketat. Menahan diri sesaat untuk kehidupan jangka panjang yang lebih baik. Apalagi suasana Natal biasanya ramai. Apa boleh buat, biarlah natal agak sepi dulu asal bisa kembali lagi seperti sedia kala pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat, STh MPd juga mengapresiasi pemerintah yang sudah berhasil menekan penyebaran Covid 19 sampai ke Level 1. Terkait adanya instruksi menerapkan PPKM level 3 adalah demi menekan penyebaran Covid-19, agar tidak terjadi ledakan gelombang ketiga.

“Instruksi itu diberikan dengan dasar kebijaksanaan agar masyarakat sehat dan selamat dari pandemi Covid-19. Untuk persiapan PPKM, setiap gereja lokal kita membentuk tim satgas Covid-19, bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk taat melaksanakan PPKM Level 3 ini,” terang Bishop kepada wartawan, Sabtu (20/11).

Dikatakannya, dalam liturgi-liturgi ibadah gereja harus berbasis kemanusian, menghargai harkat kemanusiaan sesuai konteks di masa pandemi. Sedangkan ibadah Natal di gereja tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik. Pembatasan waktu juga dilakukan dan jumlah yang hadir sesuai kapasitas gedung.

Pembatasan sosial ini perlu dilakukan dengan mengimbau jemaat pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 tetap beribadah di rumah masing-masing atau mengikuti ibadah on line (live streaming) yang disediakan gereja. Gereja juga mengimbau agar anak-anak jemaat yang ada di perantauan tidak pulang kampung demi memutus mata rantai Covid-19.

Sekretaris Umum Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Nias Pdt Dorkas Obienti Daeli MTh mengatakan, sejak awal, BNKP mendukung kebijakan pemerintah. Karena tujuannya demi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan semua masyarakat dari bahaya meluasnya penyebaran Covid-19.

BNKP, kata Pdt Dorkas, akan mengumumkan instruksi pemerintah ini kepada jemaat di masa-masa minggu Advent, Natal dan Tahun Baru 2022. Bahkan BNKP yang berada di wilayah Indonesia akan diberi panduan perayaan masa Advent hingga tahun baru 2022 dan tetap mematuhi prokes.

“Walaupun di daerah Nias sudah zona hijau - level 1, tapi tetap berharap warga jemaat BNKP dan masyarakat tetap waspada dan mematuhi 5 M. Gereja juga mengajak pemerintah untuk membuat pengumuman secara berkala agar kita benar-benar menciptakan Indonesia sehat,” terang Pdt Dorkas. (A8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com