Wali Kota Medan Gelar Pertemuan dengan BWS

Bobby: Kita Harus Bergerak Cepat Atasi Banjir


141 view
Bobby: Kita Harus Bergerak Cepat Atasi Banjir
(Foto : Dok/Diskominfo Medan)
CARI SOLUSI: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM (kiri) bertemu dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk mencari solusi mengatasi banjir di Ruang Khusus Wali Kota, Balai Kota Medan, Selasa (18/5). 
Medan (SIB)
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM didampingi Kadis PKPPR Benny Iskandar dan Kepala Bappeda Irwan Ritonga melakukan pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II di Ruang Khusus Wali Kota, Balai Kota Medan, Selasa (18/5), untuk membahas sekaligus mencari solusi untuk mengatasi permasalahan banjir yang masih kerap terjadi pada sejumlah lokasi di Kota Medan.

Dalam pertemuan yang juga diikuti perwakilan dari Dinas PU Kota Medan itu, Bobby mengutarakan sejumlah permasalahan yang menyebabkan banjir di kota Medan, salah satunya karena pendangkalan dan penyempitan yang terjadi di sejumlah sungai. Mengingat BWS memiliki kewenangan terhadap penanganan sungai, akunya, maka pertemuan itu diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Medan.

"Banyak keluhan masyarakat terkait permasalahan banjir. Karena itu, saya melakukan pertemuan dengan BWS Sumatera II guna mencari solusi dan cara mengatasi permasalahan banjir yang terus terjadi di Kota Medan. Apalagi di malam Hari Raya Idul Fitri lalu, warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli mengalami banjir. Maka dari itu, kita harus bergerak cepat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga mempertanyakan apakah kanal yang berada di Kecamatan Medan Johor dapat mengantisipasi jika terjadi luapan air di Sungai Deli. Berdasarkan pantauan selama ini saat debit air Sungai Deli tinggi dan menyebabkan banjir di bantaran sungai, kondisi air di kanal itu normal dan seharusnya dapat menampung air dari Sungai Deli.

Menurutnya hal itu dapat dilakukan dengan membuat pintu di kanal, baik pintu yang dari Sungai Deli atau di ujung Sungai Percut. Sehingga jika debit air Sungai Deli tinggi, dapat dialirkan ke kanal. Namun jika sudah penuh dan melawati batas pintu kanal di sungai Deli, pintu kanal dapat ditutup kembali.

"Jika kanal dapat difungsikan untuk menampung air dari Sungai Deli, nantinya kita akan lihat di bantaran sungai apakah masih terjadi banjir. Kalau masih terjadi banjir, maka solusi dengan memindahkan warga di bantaran sungai akan dilakukan," sebutnya.

Selain itu dijelaskan, Pemko Medan juga telah melakukan kewenangannya dalam mengatasi permasalahan banjir, seperti melakukan penganggaran pembebasan lahan untuk dijadikan kolam di sekitar aliran sungai. Dalam hal ini, ungkapnya, perlu kolaborasi antara Pemko Medan dan BWS Sumatera II agar titik yang akan dijadikan kolam lebih jelas, sehingga Pemko Medan tidak salah dalam memilih lahan yang akan dibebaskan.

Sementara Kepala BWS Sumatera II Maman Noprayamin ST MT mengungkapkan, terkait penanganan banjir di Kota Medan, pihaknya telah mempersiapkan programnya dan saat ini sudah mendekati akhir desain. Namun, akunya, banyak didapati permasalahan pada beberapa sisi di kota Medan, baik terkait lahan, penyempitan aliran sungai, dan bangunan infrastruktur yang menghambat aliran maupun drainase.

"Tahun ini, BWS tengah dan akan melakukan normalisasi serta pembangunan tanggul atau tebing sungai, antara lain kawasan Sungai Deli di Jalan Yong Panah Hijau Kecamatan Medan Marelan, Sungai Babura Jalan Kapten Patimura Kecamatan Medan Baru, Sungai Percut Kecamatan Medan amplas, Sei Sikambing di Kecamatan Medan Sunggal, serta Sungai Putih di Kecamatan Medan Baru. Semua titik itu dilakukan pelebaran alur sungai," jelasnya.

Ditambahkan, di tahun 2022 pihaknya juga melakukan normalisasi dan pembangunan tanggul atau tebing, seperti Sungai Badera, Sungai Belawan, Sungai Babura, Sungai Percut, Sungai Deli, dan Sungai Sei Sikambing. Diakui, program kerja yang dilakukan pihaknya itu nantinya akan dapat mengatasi permasalahan banjir di Kota Medan.

"Kami juga memprioritaskan penyelesaian Bendungan Lau Simeme yang diperkirakan selesai April 2022. Jika ini selesai, nantinya 30-40 persen banjir di Kota Medan bisa direduksi," terangnya.

Ditegaskan, BWS siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemko dalam mengatasi permasalahan banjir di Kota Medan, seperti memfungsikan kanal untuk mengantisipasi tingginya debit air di Sungai Deli, dengan membuat pintu di kanal, serta menentukan titik pembuatan kolam di kawasan aliran Sungai Bedera. (Rel/A16/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com