Debat Kandidat Pilkada Medan

Bobby Bakal Buat Mal Pelayanan Publik, Akhyar Berencana Bangun Taman di Langit


226 view
Foto Dok/humas KPU Medan
FOTO BERSAMA: Paslon Nomor Urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Paslon Nomor 2 Bobby Nasution-Aulia Rachman foto bersama dalam debat kandidat putaran kedua di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (21/11).
Medan (SIB)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan kembali menggelar debat kandidat putaran kedua, Sabtu (21/11). Debat yang bertemakan Peningkatan Pelayanan Publik dipandu oleh moderator Dr Rudianto dan Mora Nasution disiarkan langsung di televisi nasional dan livestreaming di Youtube.

Debat yang digelar di Hotel Grand Mercure Medan pukul 19.00 WIB hingga selesai itu, KPU Medan menghadirkan lima panelis dari tiga kampus, yakni dari Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Pasangan nomor urut 2 Bobby Nasution - Aulia Rachman langsung melontarkan pernyataan yang agresif saat debat baru dimulai. Sejumlah hal dinilainya masih buruk di Pemko Medan.

Bobby menilai persepsi masyarakat Kota Medan terkait pelayanan publik yang selama ini diberikan Pemerintah Kota Medan dinilai buruk. Padahal, tugas utama Pemko adalah memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat secara luas.

"Hari ini bisa kita lihat, bagaimana pelayanan publik di Pemko Medan, penilaian masyarakat hari ini bisa dibilang kurang baik dan buruk," kata Bobby dalam sesi penyampaian visi-misi.

Tak hanya itu, Bobby juga menyoroti Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kota Medan sangat memprihatinkan. Berdasarkan riset yang dilakukan Transparansi Internasional Indonesia, Kota Medan menempati peringkat terendah dari 12 kota besar di Tanah Air.

Hasil itu pula, lanjut Bobby yang menyebabkan pelbagai persoalan di Kota Medan tak pernah terselesaikan. Semisal soal bencana banjir yang kerap terjadi, hingga jalan penuh lubang berserakan di mana-mana. "Lalu juga sampah di mana-mana, korupsi tak pernah usai," kata Bobby.

Melihat pelbagai persoalan itu, Bobby mengusung visi untuk mewujudkan masyarakat Kota Medan yang maju dan kondusif. "Untuk menyelesaikan masalah pelayanan publik secara tepat dan tepat," kata Bobby.

Bicara soal program di bidang pelayanan publik jika terpilih di Pilkada Medan, menantu Presiden Jokowi itu juga bakal membuat mal pelayanan publik. "Mal pelayanan publik, membuka investasi, kami akan menempatkan ASN dengan standar profesional," katanya. Bobby juga mengatakan, pihaknya berfokus memperbaiki pelayanan publik yang selama ini dianggap buruk.

Taman di Langit
Sementara dalam sesi penyampaian visi-misi, calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution membanggakan pelayanan publik yang sudah dilaksanakan oleh Pemko Medan selama ini. Ia mencontohkan seperti investasi yang tumbuh hingga indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Medan meningkat di atas 80.

"Kita bangga, Medan saat ini pelayanan-pelayanan kepada masyarakat udah dilayani secara digital, Dinas Perizinan Kota Medan sudah terakreditasi ISO 9001, ini tidak main-main," kata Akhyar.

Tak hanya itu, pasangan AMAN ini juga menggaungkan slogan Medan Cantik dengan ide berencana membangun taman di langit. Menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan oleh panelis, dalam mewujudkan Medan Cantik seperti tertuang dalam visi misi AMAN, Salman Alfarisi menyebutkan mereka akan menyediakan jalur bersepeda menuju tempat kerja.

"Kita juga akan kembali menghidupkan becak dayung yang menjadi ikon Kota Medan. Memperluas taman-taman di atap rumah dan gedung bertingkat. Dan kita juga akan membangun taman di langit," sebut Salman Alfarisi menambahkan penjabaran dari Akhyar Nasution.

Sebelumnya, Akhyar Nasution mengatakan, Medan harus cantik karena cantik idaman semua orang. "Mewujudkannya, setiap sudut di kota akan dijadikan taman-taman. Ini akan membuat Medan cantik dan ini akan menjadi prioritas. Kalau sudah cantik, pasti warga tidak akan mau mengganggunya lagi," ucapnya.

Sedangkan Bobby Nasution-Aulia Rachman mengutarakan, sudah bertahun-tahun Medan dilanda banjir, jalan terus berlubang, sampah berserakan di mana-mana. Sudah bertahun-tahun korupsi terjadi di Kota Medan. "Akibat lamanya seolah-olah ini sudah menjadi terbiasa," ungkap Bobby sembari mengajak masyarakat Kota Medan menghentikan hal itu.

Pilkada Medan tinggal 18 hari lagi, ungkapnya, masyarakat Kota Medan memiliki pilihan 18 hari lagi. Masyarakat Kota Medan akan menentukan pemimpinnya dan masyarakat kota Medan yang akan menentukan nasib masyarakat Kota Medan.

"Mari kita sama-sama semua berkolaborasi untuk mewujudkan Medan Berkah di mana kita sama-sama datang ke TPS 9 Desember 2020 dengan tetap ikuti protokol kesehatan menggunakan masker bersama-sama kita rubah Kota Medan," ungkapnya.

Dalam debat kali ini banyak lagi yang disampaikan pasangan nomor 1 termasuk keberhasilannya selaku Plt Wali Kota Medan dalam mengendalikan bencana Pandemi Covid-19 di Medan dengan mengeluarkan sejumlah perda. "Saat ini angka penderita Covid-19 cenderung landai dan menurun," ungkapnya.

Sedangkan pasangan Bobby menyoroti terkait maraknya korupsi dan banjir khususnya di kawasan Medan Utara yang tak kunjung selesai.

"Kalau kita bisa membersihkan birokrasi dari korupsi saya yakin bantuan dari pusat akan mengalir untuk pembangunan daerah kita ini, untuk semakin baik," ucap Bobby. Di penghujung debat, suami Kahiyang Ayu sempat mempertanyakan terkait Medan Clean Track yang tak kunjung dijawab pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. (M14/d)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com