Bom Bunuh Diri di Makassar PGI Berduka, KWI: Keprihatinan Bangsa

* PGI Ajak Umat Kristiani untuk Berdoa

116 view
Foto: Ari Saputra/detikcom
Ketua Umum PGI Gomar Gultom
Jakarta (SIB)
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengucapkan duka cita yang mendalam atas terjadinya ledakan di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). PGI melihat peristiwa naas ini menambah daftar panjang aksi teror di Indonesia.

"Saya mengungkapkan dukacita mendalam atas ledakan bom yang terjadi di depan Katedral Makassar, Minggu (28/3), pagi ini, terutama dengan adanya korban luka. Peristiwa nahas ini menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di nusantara," Ketua Umum PGI Gomar Gultom dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (28/3).

Gomar meminta masyarakat untuk tidak cemas dan menyerahkan sepenuhnya kejadian ini kepada aparat kepolisian.

"Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar," imbuhnya.

Gomar menyayangkan peristiwa mengenaskan ini terjadi saat umat kristiani sedang merayakan Minggu Palmarum tentang masuknya Yesus ke Jerussalem. PGI mengajak umat kristiani untuk berdoa dalam menghadapi musibah ini.

"Sangat mengenaskan, peristiwa naas ini terjadi saat umat Kristen di Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum, yang merujuk pada peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina. Lewat ini Yesus sedang membangun persepsi tentang diriNya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Dia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan. Dalam semangat kelembutan seperti itulah saya mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat kita," tegasnya.

Pdt Gomar Gultom juga menghimbau umat kristen tetap tenang, tidak terprovokasi dan tidak memposting gambar atau video tentang peristiwa aksi yang diduga bom bunuh diri yang terjadi terjadi dihalamam gereja Katedral Makasar.

"Saya mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat terkait. Saya menyerukan seluruh umat untuk tidak takut dan resah, tapi tetap waspada. Saya juga mengimau agar tak ada di antara kita yang memposting gambar atau video tentang persitiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat," kata Gomar Gultom.

Keprihatinan Bangsa
Sementara itu, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Ignatius Kardinal Suharyo, turut prihatin atas kejadian tersebut.

"Iya pasti prihatin, kita semua prihatin ada kekerasan seperti itu yang sangat simbolik dalam arti tidak bagus ya," ujar Uskup Suharyo saat dihubungi detikcom, Minggu (28/3).

Dia juga menyayangkan adanya peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar. Apalagi, peristiwa tersebut terjadi pada saat jemaat sedang melakukan ibadah.

"Yang di bom kan Gereja Katedral maksud saya jemaat yang sedang ikut ibadah disitu," kata dia.

Selanjutnya peristiwa bom bunuh diri tersebut bukan hanya menjadi keprihatinan umat Katolik melainkan ini keprihatinan bangsa Indonesia yang sudah pasti harus prihatin akan peristiwa tersebut.

"Jadi ini bukan keprihatinan sebagian bangsa kita, jadi ini keprihatinan seluruh bangsa Indonesia," jelasnya. (detikcom/H3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com