Bom Meledak di Bandara Kabul, 90 Orang Tewas

* Perintahkan Serangan terhadap ISIS-K, Biden Siap Kirim Lagi Pasukan ke Afghanistan

268 view
Bom Meledak di Bandara Kabul, 90 Orang Tewas
Foto: AFP
EVAKUASI: Petugas medis mengevakuasi korban ledakan bom bunuh diri yang mengguncang bandara Kabul, Kamis (26/8) malam waktu setempat. Puluhan orang dilaporkan tewas akibat dua ledakan bom bunuh diri di tengah kerumunan orang yang menanti evakuasi jalur udara oleh Amerika Serikat untuk melarikan diri dari penguasaan Taliban.
Kabul (SIB)
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan dirinya telah memerintahkan serangan terhadap kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau yang biasa disebut ISIS-K, yang mendalangi serangan bom mematikan di bandara Kabul, Afghanistan.

Seperti dilansir CNN, Jumat (27/8), korban bom bunuh diri di bandara Kabul, Afghanistan, terus bertambah. Hingga Jumat (27/8), tercatat 90 orang tewas dan 150 lainnya terluka. Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan mengonfirmasi langsung angka itu kepada CNN. Namun, tidak ada penjabaran lebih lanjut angka itu termasuk personel militer AS atau tidak. Insiden ini terjadi pada Kamis (26/8) malam.

Meski demikian, Amerika Serikat melaporkan bahwa sedikitnya 13 tentara AS tewas dalam dua serangan bom yang mengguncang bagian luar bandara Kabul saat proses evakuasi berlangsung. Ledakan bom itu terjadi di tengah kerumunan yang berkumpul di gerbang bandara Kabul.

ISIS-Khorasan (ISIS-K) yang merupakan cabang ISIS di Afghanistan, dalam pernyataannya mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom itu. ISIS-K menyebut bahwa salah satu pengebom bunuh dirinya menargetkan para penerjemah dan kolaborator dengan tentara Amerika.

Biden dalam tanggapannya menyatakan dirinya telah meminta para komandan militer AS agar mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset-aset ISIS-K, kepemimpinan dan fasilitas mereka.

Joe Biden bahkan menyatakan: siap mengirim pasukan lagi ke Afghanistan jika dibutuhkan. Dalam konferensi pers, Biden ditanya apakah akan menambah pasukan untuk menjaga kawasan Bandara Internasional Hamid Karzai. "Jika menyangkut militer, apa pun yang mereka butuhkan. Jika mereka ingin tambahan personel, saya akan meluluskannya," tegasnya.

Presiden ke-46 AS itu menyatakan mereka kini menyelidiki siapa aktornya, meski ISIS telah memberikan klaim. Dia berharap bisa menangkap pelaku bom Kabul di mana pun mereka berada tanpa perlu mengerahkan operasi skala besar. Dilansir Sky News Jumat (27/8), Biden mengatakan sejauh ini tidak ada kaitan bahwa pelakunya adalah Taliban selain ISIS. Sementara mengakui Taliban bukanlah "pihak yang baik", mereka masih bekerja sama untuk mengamankan bandara.

"Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan pada waktu yang kami tentukan, di tempat yang kami pilih sesuai dengan cara kami," tegas Biden, tanpa menjelaskan secara spesifik soal rencana serangan itu. "Teroris ISIS ini tidak akan menang. Kami akan menyelamatkan warga Amerika. Kami akan mengeluarkan sekutu-sekutu Afghanistan kami. Dan misi kami akan terus berlanjut," imbuhnya. "Amerika tidak akan terintimidasi," cetus Biden dalam pernyataannya.

Biden sebelumnya bersumpah akan menindak tegas dalang utama serangan bom di bandara Kabul tersebut. "Kepada mereka yang melakukan serangan ini juga siapa saja yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah ini: Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya," tegas Biden. Dia juga menyebut tentara AS yang terbunuh dalam serangan bom itu sebagai pahlawan.

Total ada dua ledakan, diawali dengan bom bunuh diri di Abbey Gate, satu gerbang utama masuk bandara yang selama ini menjadi tempat menampung pengungsi Afghanistan. Tidak lama setelah itu, ledakan kedua terjadi di dekat Baron Hotel yang terletak tidak jauh dari Abbey Gate. Dua pengebom bunuh diri dilaporkan meledakkan diri sambil mendekati kerumunan orang di salah satu gerbang bandara.

Sebagaimana dilansir Reuters, sejumlah video jurnalis lokal yang beredar memperlihatkan puluhan jasad tergeletak di gerbang bandara. Beberapa terpental ke dekat pagar bandara. Beberapa jam setelah ledakan, kelompok teroris ISIS-K langsung mengklaim sebagai dalang di balik insiden bom bunuh diri itu.

Ledakan ini memakan banyak korban jiwa karena terjadi ketika bandara disesaki warga yang berbondong untuk dievakuasi dari Afghanistan setelah Taliban berkuasa. Warga semakin terdesak karena waktu untuk evakuasi tersisa lima hari lagi hingga 31 Agustus mendatang. Sementara itu, Taliban sudah mewanti-wanti agar pasukan asing tak memperpanjang waktu evakuasi.

Korban Terbanyak
Amerika Serikat melaporkan sejauh ini ada 13 personel militernya gugur dalam bom bunuh diri yang terjadi di Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8). Selain pasukan AS, sebanyak 60 warga sipil tewas. Sedikitnya 160 orang lainnya terluka, termasuk belasan personel militer Negeri Paman Sam. Insiden di Bandara Kabul itu disebut sebagai serangan paling mematikan yang memakan korban warga Amerika terbanyak di Afghanistan sejak 2011.

Semula ada 12 personel AS yang tewas di tempat kejadian usai dua bom meledak di Bandara Kabul. Satu tentara lainnya dikabarkan tewas akibat luka yang ia derita setelah sempat selamat. Dikutip AFP, juru bicara Pasukan Angkatan Laut AS, Mayor Jim Stenger, mengatakan sebanyak 10 dari 13 personel militer itu merupakan marinir Angkatan Laut AS. Perang terpanjang dalam sejarah AS itu telah menewaskan 1.909 personelnya.

Kerugian terberat terjadi pada 6 Agustus 2011 ketika kelompok pemberontak menembak jatuh helikopter Chinook AS saat misi malam di Provinsi Wardak, barat daya Afghanistan.

Sebanyak 30 tentara AS, termasuk 22 personel pasukan operasi khusus Navy SEAL, delapan warga Afghanistan, dan sekor anjing militer tewas seketika.

Satu helikopter bala bantuan dikirim untuk mencari satu anggota Navy SEAL yang selamat. Namun, ketika menjalani proses evakuasi, pesawat itu ditembak jatuh lagi dan menewaskan 16 orang penumpang di dalamnya. Di tahun yang sama, pada April, delapan personel Angkatan Udara dan satu warga sipil AS ditembak mati di bandara Kabul oleh seorang pilot Afghanistan.

Sebelum itu, beberapa insiden penyerangan turut menargetkan tentara AS di Afghanistan dan tidak jarang menelan korban. Pada 2008, baku tembak antara milisi Taliban dan personel AS di Wanat, Provinsi Nurestan, menewaskan sembilan tentara Negeri Paman Sam.

Lima belas bulan kemudian, pada Oktober 2009, delapan orang Amerika tewas setelah bertempur dengan ratusan milisi Taliban di Kamdesh, Provinsi Nurestan. Dua bulan kemudian, tiga agen yang menurut intelijen AS berada di pihak mereka membunuh tujuh perwira dan kontraktor Pusat Intelijen AS (CIA) di sebuah fasilitas CIA di timur Afghanistan yang dikenal sebagai Camp Chapman.

Kutuk Keras
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi mengutuk keras serangan bom yang terjadi di luar bandara Kabul, ibu kota Afghanistan. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut serangan itu sebagai "tidak sesuai dengan semua prinsip agama dan nilai moral dan kemanusiaan".

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (27/8), Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan pihaknya berdiri bersama rakyat Afghanistan dan menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga para korban dan rakyat Afghanistan.

Pernyataan senada juga disampaikan pemerintah Turki. Kementerian Luar Negeri Turki mengecam sekeras-kerasnya serangan keji tersebut, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan nyawa dan berharap kesembuhan yang cepat bagi yang terluka.

Kutukan juga disampaikan pemerintah Mesir. Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk serangan bom di luar bandara Kabul tersebut dan menyebutnya sebagai terorisme yang mengerikan.

Hal senada disampaikan Kementerian Luar Negeri Bahrain yang mengutuk serangan itu sebagai tindakan teroris keji yang bertentangan dengan semua nilai dan prinsip moral dan kemanusiaan. (AFP/CNNI/Rtr/detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com