Borong Dagangan PKL, Kajati DKI Bagikan ke Kaum Duafa Terdampak Covid


222 view
Borong Dagangan PKL, Kajati DKI Bagikan ke Kaum Duafa Terdampak Covid
Wilda Hayatun Nufus/detikcom
Kejati DKI borong dagangan PKL untuk dibagikan ke warga yang terdampak Corona.

Jakarta (SIB)

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Febrie Adriansyah dan jajarannya memborong dagangan pedagang kaki lima untuk dibagikan ke warga yang terdampak pandemi virus Corona (Covid-19). Febrie menyebut kegiatan ini diberi nama 'Semangat 45'.


Kegiatan bantuan sosial ini dilakukan di sekitar Apotek Roxy Poltangan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/8). Febrie bersama Kajari Jakarta Selatan Nurcahyo Jungkung Madya dan jajaran menghampiri pedagang kaki lima satu per satu sebelum memborong dagangan.


"Berapa ini sebungkus?," tanya Febrie.


"12 ribu Pak sama sate," kata pedagang bubur.


"Pendapatan rutinnya berapa?" tanya Febrie kembali.


"Saya kan terdampak ini Pak, saya aslinya jualannya di sekolahan ini, saya terdampak, sekarang keliling terus," sahut pedagang tersebut.


"Biasanya berapa kalau lagi laku?" kata Febrie


"Bisa satu juta," tutur pedagang itu.


"Pas terdampak ini, 300 sehari ada?" tanya Febrie kembali.


"Ada, tapi nggak bersih," ucap pedagang itu.


"Ini diborong berapa nih?" kata Febrie.


"Ada 100, alhamdulillah senang," jawab pedagang itu.


Febrie mengatakan kegiatan 'Semangat 45' ini akan terus digelorakan sampai 17 Agustus mendatang di beberapa titik di Jakarta. Febrie berharap bantuan sosial ini dapat didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan dan juga masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri.


"Nah ini kita satukan menjadi satu gerakan yang kita namai 'Semangat 45', selain kita juga tentunya ada beberapa pihak yang ikut mendukung, nah salah satunya ini Pak dari Alfamart yang dukung untuk kegiatan kita belanja di pedagang-pedagang kaki lima gerobak yang khususnya terdampak dari pandemi ini dan nanti kita beli, ini nanti kita distribusikan ke orang-orang yang membutuhkan, kaum duafa, ataupun ada nanti mungkin sebagian warga yang isoman yang kita lihat yang sangat membutuhkan," ungkapnya.


Febrie mengatakan bantuan ini akan dilakukan di 5 wilayah di masing-masing kejaksaan negeri. Febrie berharap penyaluran bansos dengan membeli dagangan pedagang kaki lima ini dapat membangkitkan rasa kebersamaan.


"Dan ini kita lakukan di 5 wilayah di kejari, masing-masing ada seperti contohnya di Kemayoran Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Tegal Alur, nah di tempat-tempat yang memang kita merasakan perlu bantuan Ini sebenarnya untuk membangkitkan rasa kebersamaan ya sesama anak bangsa," tuturnya.


"Saya berharap tentunya yang punya kelebihan bantulah saudara-saudara nya ini di pedagang kaki lima yang memang terasa sekali penghasilnya begitu turun setelah ada pandemi," imbuhnya.


Febrie mengatakan pihaknya menargetkan 15 ribu boks dapat dikirim ke beberapa wilayah. Febrie juga mengajak seluruh pihak bergotong royong membantu sesama.


"Ini target 15 ribu nasi bungkus tapi saya berharap ini lanjut kan, banyak lah kita lihat juga banyak juga di media sosial kan, banyak orang-orang yang kelebihan rezeki sudah membantu dan ini mungkin akan kita juga dorong terus supaya bisa berlanjut, semakin banyak semakin baik dan mungkin ada kegiatan-kegiatan lain nanti yang bisa kita himpun menjadi satu kegiatan sosial untuk saling membantu bagi sesama anggota masyarakat ya," ucap Febrie. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com