KKB Bunuh 2 Pekerja, Proyek Trans Papua di Yahukimo Disetop Sementara

Bupati Minta Warga Pendatang Tidak Keluar Kota Dekai


116 view
Bupati Minta Warga Pendatang Tidak Keluar Kota Dekai
Foto Dok
Didimus Yahuli
Yahukimo (SIB)
Pembangunan jembatan dan jalan Trans Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua, dihentikan sementara. Penghentian sementara dilakukan setelah dua pekerja dibantai kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wamena Zepnat Kambu mengatakan penghentian itu dilakukan hingga adanya jaminan keamanan untuk pekerja. Zepnat pun akan bersurat ke Kementerian PUPR terkait penghentian sementara proyek ini.

"Kami akan menyurat kepada Kementerian PUPR terkait penghentian sementara pekerjaan di Kabupaten Yahukimo mengingat situasi kamtibmas di wilayah itu tidak kondusif," ujar Zepnat Kambu di Jayapura, Papua, Selasa (24/8).

Zepnat mengatakan, beberapa bulan lalu pihaknya juga pernah meminta pembangunan proyek di Yahukimo dihentikan sementara setelah tiga orang pekerja tewas akibat diserang KKB. Namun saat itu, kata dia, pekerjaan masih tetap dilanjutkan.

"Sebelumnya kami sudah menyurat ke perusahaan kontraktor untuk diberhentikan sementara ketika ada tiga orang tewas diserang. Namun entah bagaimana mereka tetap kerja," ucapnya.

Zepnat mengungkapkan kali ini ulah KKB tak hanya menewaskan dua pekerja dari PT Indo Papua. Dia mengatakan alat berat hingga truk miliki perusahaan juga dibakar.

"Pelaku juga membakar alat berat dan truk milik kontraktor yang sedang ada dilokasi pekerjaan," jelas Zepnat.

Lebih lanjut, Zepnat menyampaikan, sebelum terjadinya peristiwa tersebut, ada 32 pekerja yang melakukan pembangunan jembatan. Namun 20 orang telah dipulangkan.

"20 orang sudah dipulangkan, sementara 12 belum, termasuk dua korban ini. Mereka sedang mengerjakan jembatan Km 43," ucapnya.

Kendati demikian, dia menjelaskan pembunuhan dua pekerja itu terjadi bukan di lokasi pengerjaan jembatan. Pembunuhan itu dilakukan KKB saat kedua korban dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan warga.

"Lokasi kejadian jauh dari tempat kerja. Saat itu mereka mengantarkan warga ke salah satu kampung. Saat pulanglah mereka dihabisi oleh para pelaku dan dibakar bersama kendaraannya," terangnya.

Saat ini, kata Zepnat, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Papua terkait aksi pembunuhan dan untuk pengamanan pekerjaan jalan dan jembatan di wilayah Yahukimo di kemudian hari.

Tak Keluar
Sementara itu, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli meminta warga terutama bukan orang asli Papua (OAP) untuk sementara waktu tidak beraktivitas keluar Kota Dekai. Imbauan ini dikeluarkan karena kondisi keamanan di daerah itu belum kondusif.

Yahuli khawatir ada warga yang yang menjadi korban kekejaman teroris KKB.

"Saya berharap warga non-OAP untuk sementara beraktivitas di dalam kota saja guna menghindari jatuhnya korban akibat ulah KKB," kata Bupati Yahuli seperti dilansir Antara, Rabu (25/8).

Dia mengimbau warga untuk tidak keluar kota karena situasi belum benar-benar aman. Dia mengingatkan warga untuk sementara waktu tidak pergi ke gunung untuk menebang kayu atau ke pedulangan guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Yahuli menyatakan prihatin atas insiden yang dialami warga sipil di wilayahnya, termasuk dua pekerja pembangunan jembatan yang dibunuh di dekat kali Brazza.

Ia juga menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya para pekerja yang dibunuh KKB.

"Kelompok itu bukan warga Kabupaten Yahukimo, dan saya berharap TNI-Polri dapat menangkap para pelaku kriminal," ungkap Yahuli.

Dibakar
Terpisah, lima unit rumah di perumahan Pemerintah Kabupaten Yalimo, Papua, ludes terbakar. Polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pembakaran itu.

Peristiwa pembakaran rumah itu terjadi pada Selasa (24/8) kemarin. Pada waktu yang sama, warga berunjuk juga rasa di kantor DPRD Yalimo. Rumah dinas itu diketahui tidak jauh dari kantor DPRD Yalimo.

"Motifnya diduga ingin mengacaukan Kamtibmas, karena saat itu personel Polres Yalimo dan personel BKO Brimob Polda Papua melaksanakan pengamanan aksi penyampaian aspirasi," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal di Jayapura, Rabu (25/8).

Akibat kebakaran itu, lima unit rumah hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Satu orang diamankan atas nama Rian Loho alias Wandik (18) yang diduga sebagai pelaku pembakaran," jelas Kamal. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com