Capai 9 Ribu Kasus, Ternak Terkena PMK Terpaksa Dipotong

* Akan Diberikan Ganti Rugi Maksimal Rp10 Juta

375 view
Capai 9 Ribu Kasus, Ternak Terkena PMK Terpaksa Dipotong
Foto: Antara/Devi Nindy
KONFERENSI PERS: Tangkapan layar Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring diikuti di Jakarta, Selasa (19/7).


"Memang prioritas pertama pelaksanaan vaksinasi PMK yaitu sapi dan kerbau meskipun kambing, domba dan babi itu juga termasuk hewan yang rentan atau berkemungkinan dapat terpapar PMK," jelasnya.


Mengenai penetapan zona merah PMK tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinaskeswan) Provinsi Sumbar, Erinaldi mengatakan keputusan tersebut ditetapkan secara nasional dan langkah yang dapat diambil adalah gencar melakukan vaksinasi pada hewan.


"Itu sudah ketetapan secara nasional, kita ke depannya akan gencar melakukan vaksinasi pada hewan di daerah yang tertular PMK,"jelasnya.


Ganti Rugi

Pemerintah segera menerbitkan aturan rinci bantuan bagi peternak yang hewannya terpaksa dipotong akibat virus PMK.


Aturan tersebut akan dikeluarkan pekan ini.


"Pemerintah akan segera mengeluarkan aturan rinci bantuan terhadap ternak yang dipotong terpaksa karena PMK minggu ini. Besaran bantuan untuk jenis ternak sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi maksimal Rp10 juta," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmita dalam keterangannya, Rabu (20/7).


Selain itu, Wiku melanjutkan, pemerintah berupaya memproduksi vaksin dalam negeri untuk mengatasi wabah PMK pada hewan ternak. Menurutnya, Indonesia telah memiliki kemampuan produksi vaksin untuk mengatasi beberapa penyakit yang menyerang hewan ternak.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com