Cegah Varian Delta, Jepang Perketat Karantina Pendatang RI


153 view
Cegah Varian Delta, Jepang Perketat Karantina Pendatang RI
(Istockphoto/rclassenlayouts)
Ilustrasi. 
Jakarta (SIB)
Pemerintah Jepang menerapkan aturan karantina yang lebih ketat bagi pendatang dari Indonesia dan Uganda demi meredam penularan Covid-19, terutama varian Delta.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan bahwa mulai Kamis (1/7), pendatang dari Indonesia harus setelah menghabiskan 6 hari dari total 14 hari karantina, di fasilitas yang telah ditentukan pemerintah.

Sebagaimana dilansir kantor berita Kyodo, pengetatan aturan serupa juga berlaku bagi pendatang dari Rusia.

Jepang mengharuskan seluruh pendatang dari Moskow, St.Petersburg, dan Moskow Oblast untuk menghabiskan tiga hari pertama karantina di fasilitas pemerintah sejak tiba di Negeri Matahari Terbit.

Sementara itu, Jepang melonggarkan pembatasan bagi pendatang dari Vietnam yang semula harus menghabiskan enam hari pertama karantina di fasilitas pemerintah menjadi tiga hari.

Jepang juga akan menghapus Jerman dari daftar negara dan wilayah yang masuk subjek pembatasan. Namun, pendatang dari Jerman tetap harus melakukan 14 hari karantina setibanya di Jepang.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengaku belum mendapat perkembangan terbaru seputar aturan imigrasi bagi WNI yang hendak bepergian ke Jepang tersebut.

"Saya perlu cek dengan KBRI Tokyo," kata Faizasyah saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Sementara itu, Kedutaan Besar RI di Tokyo belum menjawab permintaan penjelasan mengenai aturan baru pemerintah Jepang itu terhadap warga Indonesia yang hendak bepergian ke negara tersebut.

Pada April lalu, Jepang juga sempat menetapkan larangan masuk bagi warga asing yang sempat berada di 152 negara, termasuk Indonesia, selama dua pekan sebelum ketibaan di negaranya.

Selain Indonesia, 151 negara lainnya yang masuk larangan tersebut di antaranya Malaysia, Myanmar, Filipina, India, Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Inggris, Belanda, Israel, Arab Saudi, Palestina, hingga negara-negara Afrika. (CNNI/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com