Cerita Megawati Kenang Boediono yang 'Pelit' Beri Anggaran Menteri


580 view
Cerita Megawati Kenang Boediono yang 'Pelit' Beri Anggaran Menteri
SIB/Ant/Akbar Nugroho Gumay
HUT KE-72 MEGAWATI: Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri (tengah) memberikan potongan tumpeng kepada Presiden Joko Widodo (kedua kiri) disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Istri Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan) saat perayaan ulang tahunnya di Jakarta, Rabu (23/1). Peringatan HUT ke-72 Megawati diisi dengan pertunjukan budaya serta peluncuran buku The Brave Lady-Megawati dalam catatan Kabinet Gotong Royong.
Jakarta (SIB)-Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengenang kinerja menteri kabinetnya saat masih memimpin negeri sebagai Presiden ke-5. Salah satu kinerja menteri yang diingat Megawati yakni mantan Menteri Keuangan Boediono.

Megawati menceritakan bagaimana Boediono ketika itu sulit memberikan anggaran kepada kementerian lain.

"Kalau Pak Boediono, menteri (lain) suka ngadu, 'Pak Boediono susah banget', bagus saya bilang. Menteri Keuangan memang harus pelit saya bilang, apalagi saat keadaan krisis. Jadi waktu rapat kabinet pertama saya bilang, tak ada yang satu menteri akan mengatakan tak ada uang, republik ini tak ada uang, kita cari uang," kata Megawati pada perayaan ulang tahunnya ke-72 di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (23/1).

Megawati juga mengenang saat mengajak Yusril Ihza Mahendra untuk menjabat Menteri Hukum dan Perundang-undangan. Yusril, kata Megawati, diminta untuk tak membawa permasalahan partainya ke kabinet.

"Kalau Pak Yusril, saya panggilnya dek. Kamu kan Ketum PBB, jangan kamu bawa urusan partai ke kabinet. Kamu menteri saya, setuju nggak? Karena saya butuh urusan tata negara yang baik. Dia (Yusril) jalan juga tuh," ucap Megawati.

Di tempat yang sama Boediono berbicara mengenai masa-masa menjabat Menteri Keuangan era Megawati itu. Mengamini pernyataan Ketum PDIP, Boediono pun meminta maaf pada eks menteri yang tak diberi anggaran.

"Saya mohon maaf pada rekan saya yang minta tambahan waktu itu saya tolak karena uangnya tak cukup, keadaan memang masih belum bagus," kata Boediono.

'The Brave Lady'
Pada perayaan hari ulang tahunnya, Megawati memberikan hadiah buku kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kall (JK). Buku itu diberi berjudul 'The Brave Lady'.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Megawati di lokasi perayaan. Buku yang diberikan berisi testimoni para menteri Kabinet Gotong Royong yang dipimpin Megawati saat menjadi presiden ke-5 RI.

"Saya nggak tahu beraninya saya apa. Tapi Pak Jokowi tolong dibaca," kata Megawati ke Jokowi saat menyerahkan buku tersebut.
Buku itu diterima langsung oleh Jokowi. Tak hanya ke Jokowi, Megawati juga menyerahkan buku itu kepada JK.

Seusai penyerahan buku, Megawati juga memotong tumpeng. Potongan pertama diberikan langsung oleh Megawati kepada Jokowi. Potongan kedua diberikan kepada Wapres JK.

Anak, menantu, dan cucu Megawati ikut naik ke pentas saat pemotongan tumpeng itu.

Buku itu sendiri diluncurkan sebelum acara perayaan HUT Megawati. Para menteri terdahulu hadir dalam peluncuran buku itu, antara lain mantan Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, mantan Menteri Keuangan Boediono, hingga mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja pimpinan Jokowi, Susi Pudjiastuti, juga hadir. (detikcom/d)
Penulis
: admin
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com