Cerita Mendagri Tito Sebal Saat Lihat Birokrat Molor Gelar Rapat


189 view
Cerita Mendagri Tito Sebal Saat Lihat Birokrat Molor Gelar Rapat
Foto: dok. Puspen Kemendagri
Mendagri Tito Karnavian memberikan kuliah umum kepada praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat.
Jakarta (SIB)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merasa sebal saat melihat birokrat sipil yang tidak memiliki disiplin waktu. Salah satunya pada saat rapat, sering molor tidak sesuai dengan jadwal.

Hal itu disampaikan Tito di hadapan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) saat mengisi kuliah umum yang disiarkan secara daring, Sabtu (7/11). Tito menyampaikan kegeraman itu berdasarkan pengalamannya saat berdinas ke beberapa daerah.

"Saya berapa kali berdinas di daerah atau menjadi kapolres, menjadi kapolsek, menjadi kapolda, kadang-kadang sebal dengan rapat birokrasi sipil. Undangannya pukul 09.00, kita sudah datang pukul 09.00, tapi kemudian pukul 10.00-11.00 baru dimulai (rapat)," kata Tito.

Bahkan Tito mengatakan, saat waktu rapat tiba, masih ada birokrat sipil baru bangun tidur. Tito ingin lulusan IPDN nantinya dapat memberikan contoh disiplin waktu yang baik bagi para birokrat di setiap daerah.

"Ada yang pimpinan rapat dari kalangan birokrat sipilnya yang baru bangun. Bayangin aja, kita nungguin orang tidur. Ini yang harus diubah, ini yang perlu dari IPDN ini memberikan contoh di daerah bagi birokrat-birokrat lain yang dari non-IPDN," ujarnya.

Tito menuturkan tidak menyimpulkan semua birokrat sipil memiliki kedisiplinan yang buruk. Tito menyebut, beberapa birokrat sipil juga ada yang memiliki terobosan baik dan kreatif.

"Saya tidak mengatakan non-IPDN semuanya buruk, tidak. Banyak yang baik-baik, banyak yang memiliki terobosan kreatif, banyak yang disiplin, tapi ada juga yang tidak," tuturnya.

Tito menambahkan, rangkaian tes dalam rangka seleksi penerimaan praja IPDN yang dilewati oleh para calon praja sudah cukup panjang, mulai tes kesehatan jasmani, psikologi, akademik, dan lain-lain. Di samping itu, proses seleksi juga mengikutsertakan pihak-pihak eksternal, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman, untuk mengawal proses rekrutmen, dengan harapan calon praja yang terpilih adalah yang terbaik.

"Saya berharap yang terpilih ini betul-betul orang yang baik, betul-betul mereka adalah the best among the best, bukan the best among the worst. Yang terbaik dari yang terbaik, bukan yang terbaik dari yang terburuk," kata Tito.

Tito berharap seluruh praja, terutama muda praja IPDN, yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia dapat menggunakan kesempatan mengikuti pendidikan di IPDN sebagai wadah untuk membuka wawasan seluas-luasnya dan membentuk cara berpikir yang lebih baik.

"Nah, berkat Tuhan ini jangan disia-siakan dengan membuat pelanggaran. Ikuti semua aturan, isi sepenuhnya pikiran dan pengetahuan Adik-adik, mumpung berada di tempat ini, yang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa duduk di sini," ujar Tito.

Lebih lanjut Tito menyoroti secara khusus praja IPDN agar tidak hanya memiliki kemampuan intelektual saja, melainkan juga memiliki nilai-nilai kedisiplinan dan kerapian agar dapat menjadi contoh. Tito ingin para praja benar-benar memanfaatkan waktu pendidikan semaksimal mungkin agar menjadi birokrat yang baik.

"Khusus IPDN, warnanya harus sama, disiplin, tepat waktu, rapi, bersih, bisa menjadi contoh memiliki kemampuan intelektual yang baik, moralitas yang baik dan jasmani, kesehatan yang baik bagi Anda merawatnya. Itulah kira-kira pesan saya yang ingin saya sampaikan kepada Adik-adik. Baik yang masuk baru maupun kepada yang sudah senior, manfaatkan betul waktu 4 tahun untuk membentuk diri menjadi calon-calon birokrat yang betul-betul baik," ucapnya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com