Sabtu, 20 Juli 2024
Terkait Korupsi Pencairan Kredit di Bank Sumut

Chee Yu, Terpidana Korupsi Status DPO Diamankan Tim Tabur Kejati Sumut

* Kejagung Tangkap Buronan Kejati Sumut di Medan
Redaksi - Sabtu, 01 April 2023 09:43 WIB
388 view
Chee Yu, Terpidana Korupsi Status DPO Diamankan Tim Tabur Kejati Sumut
Foto : Dok/Penkum Kejati
DIAMANKAN : Terpidana perkara korupsi (rompi merah) diapit tim Kejati Sumut dan Kejari Deliserdang usai diamankan, Kamis (30/3-2023). 
Medan (SIB)
Chee Yu (A Yung), terpidana perkara korupsi lewat pencairan kredit di PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanjungmorawa ditangkap Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejati Sumut di depan gerbang rumahnya di Komplek Metal Tanjung Mulia, Medan Deli.

“Terpidana Chee Yu status masuk DPO (daftar pencarian orang) terpaksa diamankan Tim Tabur Kejati Sumut, Kamis (30/3) malam, setelah panggilan secara terbuka tanggal 16 Maret 2023 lalu dari Kejari Deliserdang tidak dipatuhi,” sebut Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan sebagaimana dalam relis persnya via WA kepada wartawan, Jumat (31/3).

Tadinya pemanggilan itu dilakukan untuk pelaksanaan eksekusi putusan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan No: 71/Pid.sus TPK/2022/PN Mdn tanggal 2 Februari 2023, yang menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap Chee Yu selama 6 tahun penjara, dan pidana denda Rp300 juta subsidair (bila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan) selama 4 bulan.

Menurut Yos,selain hukuman badan dan pidana denda, terpidana Chee Yu juga dikenakan dengan pidana tambahan membayar uang pengganti (UP) kerugian keuangan negara sebesar Rp2,8 miliar. Waktu itu terpidana sendiri disidangkan di Pengadilan Tipikor PN Medan adalah secara in absentia (persidangan tanpa kehadiran terdakwa karena status DPO).

Berdasarkan putusan tersebut, terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU No 20 Tahun 2001 perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana, yakni menyuruh, turut serta melakukan secara tanpa hak memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Disebutkan, terpidana Chee Yu bersama HM Harahap selaku Pemimpin PT Bank Sumut Kantor Cabang KCP Tanjungmorawa dan Awaluddin Siregar selaku Pemimpin Seksi Pemasaran (keduanya telah diputus dan selesai menjalani pidana), memproses permohonan serta mencairkan kredit tidak sesuai mekanisme di perbankan tahun 2013 yang lampau. Akibatnya, para debitur tidak mengembalikan cicilan berujung dengan kredit macet.[br]


“Proses pengamanan terpidana berjalan lancar tanpa ada perlawanan. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan administrasi, terpidana diserahkan ke Kasi Pidsus Kejari Deli Serdang didampingi Kasi Intel Boy Amali untuk selanjutnya diserahkan ke Rutan Lubuk Pakam guna menjalani putusan Pengadilan,” sebut Kasi Penkum.


Tangkap
Sementara itu, Tim Tabur (tangkap buronan) Kejaksaan Agung (Kejagung) juga mengamankan Ir Henny JM Nainggolan MSi (HJMN) di Jalan Sei Menciring, Medan, Jumat (31/3). Pengamanan dilakukan untuk pelaksanaan eksekusi Putusan Mahkamah Agung (MA) RI,dalam perkara korupsi dana pendapatan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) pada Tahun Anggaran (TA) 2012 sebesar Rp3.529.000.000.

“Berdasarkan Putusan MA RI Nomor: 884 K/Pid.Sus/2015 tanggal 19 April 2016, Ir Henny JM Nainggolan (54) MSi dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda Rp200.000.000 subsidair pidana kurungan 6 bulan,” sebut Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, sebagaimana dalam siaran persnya kepada wartawan, Jumat (31/3).

Menurut Kapuspenkum Kejagung, dalam Putusan MA itu terpidana juga dijatuhi pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp576.896.016. Apabila tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita dan dilelang. Dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara 1 tahun.

Disebutkan, terkait dana pendapatan UPT Laboratorium BLH Pemprovsu TA 2012 sebesar Rp3.529.000.000, terpidana tidak menyetorkan seluruh retribusi yang diperoleh dari pemakaian jasa laboratorium oleh pihak ketiga ke kas daerah. Tetapi justru sebagian dana yang tidak disetorkan tersebut dipakai terpidana sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp1.153.000.000.

“Terpidana diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, sehingga dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejati Sumut. Namun saat Tim Tabur melakukan pengamanan, terpidana bersikap kooperatif. Setelah berhasil diamankan, terpidana yang selama ini buronan masuk DPO (daftar pencarian orang) dari Kejati Sumut dibawa Tim Tabur Kejagung menuju Kejati Sumut dan diserahkan ke Kejati Sumut,” kata Kapuspenkum Kejagung. (BR1/a)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sambut HBA, Ratusan Jaksa/ Pegawai Kejati Sumut Lakukan Donor Darah
Sambut HBA ke-64, Kejati Sumut Baksos ke Panti Asuhan dan Santuni Pensiunan Adhyaksa
Pertama dalam Pemberantasan Korupsi, Pidsus Kejati Sumut Jerat Tersangka dengan Pasal 7 UU Tipikor
Kejati Sumut Tahan 2 Tersangka Korupsi dari PT AT dan PT MKBP
Kajari Ketapang Antoni Nainggolan: Kasus Pidana Terkait Tambang Emas Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Tim Tabur Kejati Sumut dan Kejari Medan Amankan Terpidana Status DPO Perkara Penipuan
komentar
beritaTerbaru