China Denda Alibaba Rp 40 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

Pendaftaran Sekolah Bisnis Jack Ma Disetop

171 view
(photo/REUTERS/Aly Song)
Tampilan logo Alibaba di kantornya di Hangzhou, Zhejiang 
Jakarta (SIB)
Pemerintah China mendenda Alibaba senilai 18 miliar yuan atau setara Rp40,49 triliun karena dianggap melanggar aturan anti-monopoli.

Denda akan membebani keuangan perusahaan. Nilai denda tersebut setara 4 persen dari total pendapatan raksasa e-commerce China pada 2019.

Sebelumnya, pemerintah China tidak pernah memberikan denda sebesar ini kepada perusahaan nasionalnya. Denda pernah diberikan kepada Qualcomm, produsen chip asal Amerika Serikat senilai 6 miliar yuan pada 2015.

"Ini memang kasus anti-monopoli profil tertinggi di China," ungkap Kepala Penelitian BOCOM Internasional Hong Hao di Hong Kong, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/4).

Denda dijatuhkan berdasarkan hasil investigasi Badan Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar Modal (State Administration for Market Regulation/SMAR) China.

SMAR menemukan bahwa Alibaba dianggap telah mendesak para klien untuk tidak berbisnis dengan pesaing mereka di pasar sejak 2015. Temuan ini melanggar aturan anti-monopoli dan peredaran barang bebas di China.

Atas keputusan ini, Alibaba dalam pernyataan resminya menyatakan telah menerima pemberitahuan denda dan menerima keputusan itu. Alibaba mengaku akan patuh.

Setop
Pemerintah China juga menghentikan pendaftaran sekolah bisnis yang didirikan oleh pendiri Alibaba Group Jack Ma.

Dilansir dari Reuters, Jumat (9/4), sekolah tersebut didirikan Ma pada 2015 untuk melatih generasi wirausaha China. Penghentian ini terjadi saat pemerintah China sedang memperketat pengawasan terhadap kerajaan bisnis Ma.

Hupan Academy, yang berbasis di Hangzhou, tempat kantor pusat Alibaba menangguhkan kelas baru yang harusnya dimulai pada akhir Maret. Alibaba dan Hupan Academy belum menanggapi permintaan komentar Reuters.

Hupan Academy merupakan salah satu sekolah bisnis elit. Uang sekolah untuk program selama tiga tahun berjumlah 580 ribu Yuan atau US$88,5 ribu.

Pada angkatan 2019, siswa yang terdaftar salah satunya adalah eksekutif Keep, perusahaan olahraga terkenal China hingga eksekutif Horizon Robotics, perusahaan cip domestik.

Sekolah tersebut adalah salah satu inisiatif yang diluncurkan oleh Ma terkait dengan pendidikan, sektor yang telah menjadi komitmen guru bahasa Inggris sejak lengser dari perannya sebagai bos Alibaba pada 2019.

Penghentian pendaftaran dilakukan di tengah tindakan keras Beijing terhadap bisnis Ma. Akhir tahun lalu Ant Group, afiliasi keuangan Alibaba, tiba-tiba menangguhkan rencana IPO senilai US$37 miliar di Shanghai menyusul tekanan dari pihak berwenang.

Aksi ini muncul setelah Ma membuat komentar di depan umum yang mengkritik regulator keuangan China. Sejak saat itu, dia belum muncul di depan umum, kecuali video klip singkat berdurasi 50 detik yang disiarkan ke sekelompok guru. (CNNI/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com