China dan AS Kembali Saling Tuding, Minta WHO Juga Selidiki Asal-usul Covid-19 di Amerika


181 view
(Foto: AFP)
Bendera AS dan China (ilustrasi). 
Washington (SIB)
Duta Besar China untuk AS, Cui Tiankai, menyarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyelidiki apakah wabah virus corona justru berasal dari suatu tempat di AS.

Dia berharap tim ahli WHO tidak hanya menyelidiki asal-usul virus itu di Wuhan, China, seperti yang terjadi saat ini.
Dalam sebuah sesi wawancara, Cui ditanyai apakah virus mematikan tersebut benar telah bocor dari sebuah laboratorium di Wuhan, sebelum akhirnya menjadi pandemi global seperti yang ramai dituduhkan.

“Saya pikir ketika orang membuat tuduhan, mereka harus membuktikan tuduhan tersebut,” jawab Cui, dikutip Fox News, Senin (8/2).
Kemudian, saat ditanya apakah itu berarti para ilmuwan dari WHO akan diberikan akses penuh dalam mencari fakta-fakta perihal asal-usul Covid-19 di Wuhan, dia menilai hal itu seharusnya juga dilakukan di Amerika Serikat.

“Mereka (ilmuwan WHO) sudah berada di Wuhan. Mereka telah berada di sana selama beberapa hari. Pertanyaan saya adalah, apakah mereka juga akan diizinkan datang ke sini (AS) untuk melakukan hal yang sama?” ujarnya.

Covid-19 diyakini berasal dari kelelawar yang dijual di pasar tradisional di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum diketahui apakah kasus pertama virus itu menjangkiti manusia memang benar berasal dari laboratorium di Institut Virologi Wuhan seperti yang dituduhkan banyak kalangan.

WHO sejauh ini menolak untuk memastikan apakah Covid-19 benar berasal dari China, bahkan ketika Presiden AS Joe Biden telah memperkuat hubungan dengan WHO.

Sejauh ini, tim ahli WHO telah melakukan beberapa penyelidikan asal-usul Covid-19 sejak kedatangannya pada pertengahan Januari 2021 di Wuhan. Namun, seorang anggota tim mengaku kaget dengan kerumitan dalam upaya tersebut, sehingga dibutuhkan penelitian bertahun-tahun untuk menguak misteri itu.

Penyelidikan asal-usul Covid-19 tidak lepas dari desakan berbagai pihak. Mulai dari AS, Inggris hingga Australia menuding bahwa China telah menyembunyikan fakta penyebaran wabah Covid-19 sejak awal kemunculannya setahun lalu. (iNews.id/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com