Cilegon Ranking 92 Kota Toleran di RI, Disesalkan Wali Kota Tolak Pembangunan Gereja


226 view
Cilegon Ranking 92 Kota Toleran di RI, Disesalkan Wali Kota Tolak Pembangunan Gereja
Foto: Unsplash/Jeff Sheldon
Ilustrasi. 

"Keputusan bupati di masa 1975 itu selain secara teoritik kehilangan validitas. Kenapa? Karena Kota Cilegon sudah terpisah. Itu terjadi Kota Cilegon belum terbentuk. Semestinya kalau itu mau diberlakukan, harus diadaptasi Wali kota Cilegon itu sendiri, harus dia perbarui. Kalau kita sebut organ pembentuk, kehilangan validitas ya. Sudah kehilangan validitasnya, sekarang bukan Kabupaten Serang tapi Kota Cilegon," paparnya.

Ismail katakan dalam situasi seperti ini, sejatinya Wali kota harus mematuhi Peraturan Menteri Bersama (PMB) Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Kalau pun tetap ada penolakan, langkah yang bisa dilakukan dengan bersikap netral dan independen.

"Kalaupun tetap di tolak di PBM ini, ada kewajiban Wali kota mencarikan tempat alternatif. Jadi ada kewajiban Wali kota mencarikan tempat ibadah karena Wali kota pelayan masyarakat. Kalau ada masyarakat membutuhkan dia harus penuhi. Apa yang harus dilakukan tidak menjadi bagian kelompok yang tidak berpihak atau kelompok yang menentang itu. Karena Walikota harus jadi wasit yang adil," ujarnya.

Sebelumnya, Wali kota Cilegon Helldy menegaskan bahwa tidak ada persoalan di Cilegon yang perlu dikhawatirkan. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, kondisi kota Cilegon masih berjalan seperti biasa.

Selain itu, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di wilayah Cilegon untuk menyediakan sarana transportasi bagi warga yang ingin beribadah ke Kota Serang yan berjarak sekitar 20 kilometer. Kebijakan lain yang mencerminkan toleransi adalah penyediaan lahan pemakaman bagi seluruh antar umat beragama.

"Selama ini nggak ada masalah Cilegon ini. Intinya gitu. Cilegon ini menurut saya sangat toleran ya," katanya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com