Cinta dan Rp2 Miliar Bikin Petugas Wanita Bantu Napi Cipinang Kabur


190 view
Cinta dan Rp2 Miliar Bikin Petugas Wanita Bantu Napi Cipinang Kabur
SIB/INT
Cipinang (SIB)- Muhamad Said , seorang narapidana yang dituntut seumur hidup kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang, Jumat (7/12). Pelaku adalah narapidana kasus narkoba.

"Dia perkara narkoba," kata Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Oga G Darmawan, Minggu (9/12).

Napi itu, lanjutnya masih menjalani persidangan. Pengadilan belum menjatuhkan vonis terhadap yang bersangkutan. Tapi Said dituntut seumur hidup atas perkara yang menimpanya.

Dijelaskan Oga, dia belum bisa menyampaikan soal vonis yang dijatuhkan kepada Said karena masih dalam tahap persidangan.

"Masih sidang, belum inkrah," kata dia lagi.

Dibenarkan Oga, dalam pelariannya dari dalam penjara, Said dibantu oleh oknum pegawai perempuan Lapas berinisial I. Dari penyidikan awal, Said dan petugas I memiliki hubungan asmara.

"Diduga ada itu, dia itu pacaran dengan pegawai perempuan," kata Oga.

Menurutnya, napi narkoba memang pandai bersilat lidah dan merayu perempuan. Karena itu, diduga I terkena rayuan Said.

Beredar kabar juga kalau I diiming-imingi uang Rp2 miliar. Ini akan diberikan bila I dapat membantu pelarian Said. 

"Namanya (napi narkoba) kan pinter mempengaruhi," katanya. 

Kronologi
Sebelumnya, Oga langsung turun ke sel untuk menghitung sendiri jumlah napi yang ada. Di sana ternyata jumlah napi hanya ada setelah menerima laporan ada napi kabur 4.125 atau kurang satu orang.

"Kami kemudian melakukan pengecekan dari lantai satu, lantai tiga, semua kamar, masjid, gereja, dapur dan gorong-gorong. Kami masuki gorong-gorong, pembuangan air sampah dan kemudian gelanggang belakang, tapi tidak ada," katanya.

Dia menjelaskan kapasitas Rutan Cipinang saat ini adalah 1.100 orang. Tapi, jumlah napi yang saat ini menghuni tahanan sudah melebihi kapasitas.

"Jadi sudah kelebihan. Dan kami menampung empat wilayah hukum. Jakarta Timur, Selatan, Jakut, Pusat dan Kepulauan Seribu. Dan pindahan dari Medan," katanya.

Ia menambahkan, jumlah anggota yang minim juga jadi kendala. Kekuatan regu jaga mereka hanya 20 orang per-regu.

"Pos atas 4, pintu pengamanan depan 3, pintu tengah 3, komandan dan wakil 2, sisanya 1 orang mengawasi," kata Oga.

Karena pencarian sejak pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 11.00 WIB pada Sabtu siang, 8 Desember 2018, tahanan bernama Said juga tidak ditemukan.  Akhirnya, kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi. Ini tentu untuk memburu Said dan mengungkap bagaimana sebenarnya cara dia kabur.

"Setelah (melapor) itu (polisi) lakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan hasil selanjutnya kami serahkan kepada kepolisian. Karena enggak ada jeruji yang jebol," katanya. 

Diduga pelarian narapidana seumur hidup itu dibantu petugas. Oga menyampaikan kalau pengamanan yang ada saat itu sudah sesuai prosedur. Karena ada dugaan itu, Oga akan bersikap tegas dan tidak mau main-main. Polisi sudah memeriksa oknum petugas tersebut.

"Secara unsur semua sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur, hanya saja mungkin oknum ini," katanya. (Viva/d)
Penulis
: admin
Editor
: admin
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com